Asbabun Nuzul Surah At-Tahrim

15 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

1. Hai nabi, Mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang*
2. Sesungguhnya Allah Telah mewajibkan kepadamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu** dan Allah adalah Pelindungmu dan dia Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

* Bukhari dan muslim meriwayatkan bahwa nabi Muhammad saw pernah mengharamkan dirinya minum madu untuk menyenangkan hati isteri-isterinya. Maka turunlah ayat teguran Ini kepada nabi.
**apabila seseorang bersumpah mengharamkan yang halal Maka wajiblah atasnya membebaskan diri dari sumpahnya itu dengan membayar kaffarat, seperti tersebut dalam surat Al Maaidah ayat 89.

Diriwayatkan oleh al-Hakim dan an-Nasa-i dengan sanad yang shahih, yang bersumber dari Anas bahwa Rasulullah saw mempunyai seorang sahaya yang suka ‘disentuhnya’. Namun karena Siti Hafsah selalu merongrongnya, maka Rasulullah saw mengharamkan sahaya tersebut bagi dirinya. Maka Allah menurunkan ayat ini (at-Tahrim: 1) sebagai teguran kepada beliau karena mengharamkan yang halal.

Diriwayatkan oleh adl-Dliya’ di dalam Kitab al-Mukhtaaroh, dari Hadits Ibnu ‘Umar yang bersumber dari ‘Umar bahwa Rasulullah saw bersabda kepada Hafsah: “Jangan engkau sebarluaskan bahwa Ummu Ibrahim (Mariyah al-Qibthiyyah) telah aku haramkan bagiku.” Sejak itu Rasulullah tidak mendekatinya hingga Hafsah memberitahukan hal ini kepada ‘Aisyah. Maka Allah menurunkan ayat ini (at-Tahrim: 2) sebagai jalan keluar dari sumpah yang telah diucapkan beliau.

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dengan sanad yang daif, yang bersumber dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw membawa sahayanya yang bernama Mariyah al-Qibtiyyah ke rumah Hafsah. Ketika Hafsah datang, didapatinya Rasulullah bersama Mariyah. Berkatalah Hafsah: “Ya Rasulullah, mengapa di rumahku, tidak di rumah istrimu yang lain.” Rasulullah bersabda: “Ia (Mariyah) aku haramkan untuk ‘kusentuh’. Tetapi pengharaman ini tidak perlu engkau bicarakan kepada orang lain.” Tetapi Hafsah keluar juga menemui Siti ‘Aisyah dan langsung memberitahukan persoalan tersebut kepadanya. Maka Allah menurunkan ayat ini (at-Tahrim: 1) sebagai teguran kepada Rasulullah yang telah mengharamkan perkara yang halal baginya.

Diriwayatkan oleh al-Bazzar dengan sanad yang shahih, yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini (at-Tahrim: 1) turun berkenaan dengan Mariyah al-Qibthiyyah (seorang sahaya Rasulullah saw) yang beliau haramkan untuk “menyentuhnya”.

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dengan sanad yang shahih, yang bersumber dari Ibnu Abbas. Hadits ini mempunyai syaahid (penguat) di dalam ash-Shaahihul Bukhaarii dan Shahihu Muslim, bahwa Rasulullah saw minum madu di rumah Saudah, kemudian pergi ke rumah ‘Aisyah. ‘Aisyah berkata: “Aku mencium bau yang tidak sedap.” Kemudian Rasulullah datang ke rumah Hafsah, dan iapun berkata seperti ucapan ‘Aisyah itu. Rasulullah saw bersabda: “Barangkali bau tersebut berasal dari minuman yang diminum di rumah Saudah. Demi Allah, saya tidak akan meminumnya lagi.” Maka turunlah ayat ini (at-Tahrim: 1-2) sebagai teguran kepada Rasulullah saw yang telah mengharamkan apa yang halal baginya.
Menurut al-Hafizh Ibnu Hajar, ayat ini bisa saja diturunkan berkenaan dengan kedua sebab itu.

Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad yang bersumber dari ‘Abdullah bin Rafi’ bahwa ‘Abdullah bin Rafi’ bertanya kepada Ummu Salamah tentang ayat ini (at-Tahrim: 1). Ummu Salamah menjawab: “Ketika aku mempunyai madu putih yang kusimpan dalam satu wadah, Rasulullah saw mencicipinya karena beliau menyukai madu.” Berkatalah ‘Aisyah kepada Nabi Muhammad saw: “Rupanya madu yang tuan minum itu berasal dari tawon yang biasa mengisap ‘arfath (buah-buahan yang berbau busuk yang tidak disukai Rasul).” Seketika itu juga Rasulullah mengharamkan madu putih bagi dirinya. Ayat ini (at-Tahrim: 1) menegur Rasulullah saw yang mengharamkan sesuatu yang halal bagi dirinya.

Diriwayatkan oleh al-Harits bin Usamah di dalam Musnad-nya, yang bersumber dari ‘Aisyah. Hadits ini terlalu jauh apabila dianggap sebagai asbabun nuzul ayat ini, bahwa Abu Bakr bersumpah tidak akan memberi belanja kepada Misthah karena turut memfitnah ‘Aisyah. Allah menurunkan ayat ini (at-Tahrim: 2) sebagai perintah agar menebus sumpah yang telah diucapkan. Setelah turun ayat tersebut Abu Bakr pun memberi belanja kembali kepada Misthah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Riwayat ini gharib dan sanadnya daif, bahwa ayat ini (at-Tahrim: 1) turun berkenaan dengan seorang wanita yang menghibahkan dirinya kepada Nabi saw.
5. Jika nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.
Asbabun Nuzul ayat ini (at-Tahrim: 2) telah diterangkan pada asbabun nuzul surat al-Baqoroh ayat 125.

Sumber: Asbabunnuzul KHQ. Shaleh dkk

About these ads

Satu Tanggapan to “Asbabun Nuzul Surah At-Tahrim”

  1. Anita Gustina 28 Juni 2013 pada 18.47 #

    tolong anda jelaskan dengan mudah maksudnya? terutama tentang sahaya nya yg bernama Mariyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: