Asbabun Nuzul Surah Al-Israa’ (2)

25 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

59. “Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasan kami), melainkan Karena tanda-tanda itu Telah didustakan oleh orang-orang dahulu*. dan Telah kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. dan kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.”
(an-Nahl: 59)

*Maksudnya: Allah menetapkan bahwa orang-orang yang mendustakan tanda-tanda kekuasaan-Nya seperti yang diberikan kepada rasul-rasul-Nya yang dahulu, akan dimusnahkan. orang-orang Quraisy meminta kepada nabi Muhammad s.a.w. supaya diturunkan pula kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Allah itu, tetapi Allah tidak akan menurunkannya kepada mereka, Karena kalau tanda-tanda kekuasaan Allah itu diturunkan juga, pasti mereka akan mendustakannya, dan tentulah mereka akan dibinasakan pula seperti umat-umat yang dahulu, sedangkan Allah tidak hendak membinasakan kaum Quraisy.

Diriwayatkan oleh al-Hakim, ath-Thabarani, dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Diriwayatkan pula oleh ath-Thabarani dan Ibnu Marduwaih dengan panjang lebar. Bahwa orang-orang Mekah meminta kepada Nabi saw. agar gunung Shafa dijadikan emas, dan gunung-gunung Mekah diratakan saja supaya dapat dijadikan ladang untuk bercocok tanam mereka. Berkatalah Jibrril kepada Nabi saw.: “Apakah engkau akan menangguhkan permintaan mereka atau meluluskannya? Sekiranya engkau meluluskannya dan mereka tetap kufur, tentu mereka akan dibinasakan sebagaimana dibinasakannya umat-umat terdahulu.” Nabi menjawab bahwa beliau akan menangguhkannya. Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Israa’: 59) sebagai peringatan kepada Nabi bahwa kalaupun permintaan mereka itu diluluskan, mereka tetap akan kafir kepada-Nya.

60. “Dan (ingatlah), ketika kami wahyukan kepadamu: “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia”. dan kami tidak menjadikan mimpi* yang Telah kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Quran**. dan kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.”
(al-Israa’: 60)

* mimpi adalah terjemah dari kata Ar Ru’ya dalam ayat Ini maksudnya ialah mimpi tentang perang Badar yang dialami Rasulullah s.a.w. sebelumnya peristiwa perang Badar itu terjadi. banyak pula ahli-ahli tafsir menterjemahkan kata Ar Ru’ya tersebut dengan penglihatan yang Maksudnya: penglihatan yang dialami Rasulullah s.a.w. di waktu malam Isra dan Mi’raj.
** ialah pohon zaqqum yang tersebut dalam surat As Shaffat ayat 62 sampai dengan 65.

Diriwayatkan oleh Abu Ya’la yang bersumber dari Ummu Hani’. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari al-Hasan. Bahwa setelah Rasulullah diisrakan, beliau menceritakan kejadiannya kepada segolongan kaum musyrikin Quraisy. Akan tetapi mereka mengejek dan memperolok-olok beliau, bahkan meminta bukti kepada beliau. Lalu Nabi menerangkan ciri-ciri Baitul Maqdis dan juga menceritakan kafilah yang dilaluinya. Berkatalah al-Walid bin al-Mughirah: “Orang ini (Muhammad) tukang sihir.” Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (al-Israa’: 60) yang menjelaskan bahwa peristiwa tersebut sebagai ujian bagi manusia.

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari al-Husain bin ‘Ali. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Sahl bin Sa’id. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Amr bin al-‘Ash, Ya’la bin Murrah, dan Sa’id bin al-Musayyab yang sanad-sanadnya dhaif. Hadits Sa’id bin al-Musayyab ini mursal. Bahwa pada suatu pagi Rasulullah saw. Seperti orang yang kebingungan. Ada yang berkata kepada beliau: “Apa yang terjadi pada tuan, ya Rasulullah? Janganlah tuan berduka cita, karena apa yang tuan lihat itu adalah ujian bagi mereka.” Maka turunlah ayat tersebut di atas (al-Israa’: 60) yang membenarkan adanya ujian tersebut.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan al-Baihaqi di dalam kitab al-Ba’ats, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika Allah menerangkan Az-Zaqqum (al-Waqi’ah: 52) sebagai peringatan kepada penghuni kampung Quraisy, berkatalah Abu Jahl kepada kaumnya: “Apakah kalian tahu, apakah az-Zaqqum yang dipakai Muhammad untuk menakut-nakuti kalian?” Mereka berkata: “Kami tidak tahu.” Abu Jahl berkata: “(Az-Zaqqum itu) roti pakai mentega. Jika aku menemukannya, pasti aku akan makan sebanyak-banyaknya.” Ayat ini (al-Israa’: 60) turun berkenaan dengan peristiwa ter) roti pakai mentega. Jika aku menemukannya, pasti aku akan makan sebanyak-banyaknya.” Ayat ini (al-Israa’: 60) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa turunnya peringatan tentang az-Zaqqum, mereka menjadi lebih sesat lagi; dan turun pula ayat lainnya (ad-Dukhaan: 43-44) yang menjelaskan tentang pohon az-Zaqqum itu.

Sumber: asbabun nuzul, KHQ Shaleh dkk

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 102 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: