Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah (2)

7 Feb

asbabun nuzul surah al-qur’an

26. “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu[33]. adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan Ini untuk perumpamaan?.” dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah[34], dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,”
(Al-Baqarah: 26)

[33] diwaktu Turunnya surat Al Hajj ayat 73 yang di dalamnya Tuhan menerangkan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat membuat lalat, sekalipun mereka kerjakan bersama-sama, dan Turunnya surat Al Ankabuut ayat 41 yang di dalamnya Tuhan menggambarkan Kelemahan berhala-berhala yang dijadikan oleh orang-orang musyrik itu sebagai pelindung sama dengan lemahnya sarang laba-laba.
[34] disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah. dalam ayat ini, Karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, Maka mereka itu menjadi sesat.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dengan beberapa sanad, yang bersumber dari as-Suddi, bahwa ketika Allah membuat dua perumpamaan kaum munafikin dalam firman-Nya (Al-Baqarah: 17 dan 19), berkatalah kaum munafikin: “Mungkinkah Allah yang Maha Tinggi dan Maha Luhur membuat perumpamaan seperti itu?”Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (Al-Baqarah: 26).
Ayat ini menegaskan bahwa dengan perumpamaan-perumpamaan yang Allah kemukakan, orang yang beriman akan menjadi lebih tebal imannya dan yang hanya orang pasik yang akan semakin sesat karena menolak petunjuk Allah.

Diriwayatkan oleh al-Wahidi dari ‘Abdulghani bin Sa’id ats-Tsaqafi, dari Musa bin ‘Abdirrahman, dari Ibnu Juraij dari ‘Atha’, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. ‘Abdulghani itu sangat daif. Bahwa surat Al-Baqarah ayat 26 tersebut diturunkan sehubungan denngan surah al-Hajj atau 73 dan surat al-Ankabuut ayat 41, dengan reaksi kaum munafikin yang berkata: “Bagaimana pandanganmu tentang Allah yang menerangkan lalat dan laba-laba di dalam al-Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad. Apakah ini bukan bikinan Muhammad?”

Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq di dalam Tafsir-nya, dari Ma’mar, yang bersumber dari Qatadah. Bahwa ketika Allah menerangkan laba-laba dan lalat dalam surah al-Hajj ayat 73 dan surah 29 al-Ankabuut ayat 41, kaum musyrikin berkata: “Apa gunanya laba-laba dan lalat diterangkan di dalam al-Qur’an?” Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (Al-Baqarah: 26).

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari al-Hasan. Bahwa ayat tersebut di atas (Al-Baqarah: 26) diturunkan sehubungan dengan dengan surah al-Hajj ayat 73 dan surah al-Ankabuut ayat 41, dengan reaksi kaum musyrikin yang berkata: “Contoh macam apakah ini yang tidak patut dibuat perumpamaan?”

Keterangan: menurut as-Suyuti, pendapat yang pertama (Ibnu Jarir) lebih shahih isnadnya dan lebih munasabah dengan permulaan surah. Sedangkan yang menerangkan kaum musyrikin, tidak sesuai dengan keadaan ayat Madaniyah (yang diturunkan di Madinah).
Adapun yang diriwayatkan oleh al-Wahidi (sebagaimana telah dikemukakan di atas) yang bersumber dari Qatadah dan al-Hasan, dengan tidak pakai isnad, munasabah apabila menggunakan kata, “Berkatalah kaum Yahudi”.

44. “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?”
(Al-Baqarah: 44)

Diriwayatkan oleh al-Wahidi dan ats-Tsa’labi, dari al-Kalbi, dari Abu Shalih, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa turunnya ayat tersebut di atas (Al-Baqarah: 44) tentang seorang Yahudi Madinah yang pada waktu itu berkata kepada mantunya, kaum kerabatnya, dan saudara sesusuannya yang telah masuk agama Islam: “Tetaplah kamu pada agama yang kamu anut (Islam) dan apa-apa yang diperintahkan oleh Muhammad, karena perintahnya benar.” Ia menyuruh orang lain berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak mengerjakannya. Ayat ini (Al-Baqarah: 44) sebagai peringatan kepada orang yang melakukan perbuatan seperti itu.

62. “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin[56], siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah[57], hari Kemudian dan beramal saleh[58], mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
(Al-Baqarah: 62)

[56] Shabiin ialah orang-orang yang mengikuti syari’at nabi-nabi zaman dahulu atau orang-orang yang menyembah bintang atau dewa-dewa.
[57] orang-orang mukmin begitu pula orang Yahudi, Nasrani dan Shabiin yang beriman kepada Allah termasuk iman kepada Muhammad s.a.w., percaya kepada hari akhirat dan mengerjakan amalan yang saleh, mereka mendapat pahala dari Allah.
[58] ialah perbuatan yang baik yang diperintahkan oleh agama islam, baik yang berhubungan dengan agama atau tidak.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Htim dan al-‘Adni di dalam Musnad-nya, dari Ibnu Abi Najih, yang bersumber dari Mujahid. Bahwa Salman bertanya kepada Nabi saw. tentang penganut agama yang pernah ia anut bersama mereka. Kemudian ia menerangkan cara shalat dan ibadahnya. Maka turunlah ayat tersebut di atas (Al-Baqarah: 62) sebagai penegasan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan berbuat saleh akan mendapat pahala dari Allah swt.

Diriwayatkan oleh al-Wahidi, dari ‘Abdullah bin Katsir, yang bersumber dari Mujahid. Bahwa ketika Salman menceritakan kepada Rasulullah kisah teman-temannya, maka Nabi saw. bersabda: “Mereka di neraka.” Salman berkata: “Seolah gelap gulitalah bumi bagiku. Akan tetapi turun ayat ini (al-Baqarah: 62), seolah-olah terang benderang dunia bagiku.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abi Hatim, yang bersumber dari as-Suddi. Bahwa ayat ini (al-Baqarah: 62) turun berkenaan dengan teman-teman Salman al-Farisi.

Sumber: Al-Qur’anul Kariim;
Asbabun Nuzul, KHQ Shaleh dkk

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 103 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: