Adzan dan Iqamah

29 Apr

Kajian Fiqih Empat Imam Madzab;
Syaikh al-‘Allamah Muhammad bin ‘Abdurrahman ad-Dimasyqi

Adzan dan Iqamah;
Empat imam madzab sepakat: adzan dan iqamah disyariatkan bagi shalat lima waktu dan shalat berjamaah. Akan tetapi mereka berbeda pendapat tentang hukumnya. Hanafi, Maliki dan Syafi’i: keduanya adalah sunnah. Hambali: keduanya merupakan fardlu kifayah bagi penduduk kota. Dawud berpendapat: keduanya adalah wajib, tetapi shalat tanpa keduanya tetap sah.
Al-Awza’i berpendapat: jika lupa adzan, lalu shalat tanpa adzan, hendaknya diulang shalat tersebut pada waktu itu juga. Atha’ berpendapat: jika lupa iqamah, maka shalat harus diulang.

Adzan dan Iqamah bagi perempuan;
Empat imam madzab sepakat bahwa adzan bagi perempuan tidak disyariatkan dan tidak disunnahkan. Namun apakah iqamah juga disunnahkan bagi perempuan? Hanafi, Maliki, dan Hambali berpendapat: tidak disunnahkan. Syafi’i berpendapat: disunnahkan.
Dalam shalat yang dikerjakan di luar waktunya, Hanafi berpendapat: didahului adzan dan iqamah. Maliki dan Syafi’i: didahului iqamah, tetapi tidak didahului adzan. Hambali: didahului adzan untuk yang pertama, dan iqamah untuk yang kedua.
Mereka sepakat bahwa jika seluruh penduduk suatu kampung telah sepakat untuk meninggalkan adzan dan iqamah, maka mereka harus diperangi, karena adzan dan iqamah adalah merupakan syi’ar Islam yang tidak boleh ditinggalkan.

Lafaz adzan dan iqamah;
Lafaz adzan sudah dikenal. Namun Maliki berpendapat bahwa takbir pada permulaan diucapkan dua kali saja. sementara itu para ulama berbeda pendapat tentang lafaz iqamah. Hanafi: iqamah itu dua kali-dua kali, seperti adzan. Maliki: iqamah itu semuanya satu kali-satu kali. Demikian juga pendapat Syafi’i dan Hambali. Namun, lafaz qadqaamatish shalaaH diucapkan dua kali.
Mengikuti bacaan adzan hukumnya adalah sunnah, kecuali menurut Hanafi.
Adzan tidak boleh dikumandangkan sebelum masuk waktu shalat, kecuali untuk shalat shubuh. Pada shalat shubuh, adzan boleh dilakukan sebelum fajar. Namun, diriwayatkan bahwa Hambali memakruhkan adzan sebelum terbit fajar. Dalam riwayat lain Hambali hanya memakruhkan adzan sebelum terbit fajar pada bulan Ramadlan.

Tatswib dalam adzan;
Empat imam madzab sepakat bahwa tatswib: “ash-shalaatu khairum minan nauum” disyariatkan dalam adzan shubuh saja. Tiga imam madzab sepakat bahwa tatwib hukumnya adalah sunnah. Sementara Syafi’i memiliki dua pendapat. Dalam pendapat terbarunya (qaul jadid) yang dipilih: hukumny adalah sunnah. Tiga imam madzab sepakat bahwa mengucapkan tatswib adalah dua kali sesudah mengucapkan hayya ‘alal falaah. Sedangkan menurut Hanafi, tatswib diucapkan sesudah selesai adzan.
Tatswib tidak disyariatkan pada selain shalat shubuh. Namun, al-Hasan bin Shalih berpendapat: dianjurkan (mustahab) pada shalat isya. Bahkan an-Nakha’i berpendapat: dianjurkan pada setiap shalat.
Empat imam madzab sepakakt bahwa dalam shalat dua hari raya, shalat gerhana, dan shalat istisqa disunnahkan mengucapkan: ash-shalaatu jaami-‘atan.
Mereka sepakat bahwa adzan yang dianggap apabila dilakukan oleh orang Islam yang berakal. Sementara itu, adzan tidak sah jika dilakukan oleh perempuan untuk kaum laki-laki. Sedangkan adzan yang dilakukan oleh anak laki-laki yang mumayyiz (sudah dapat membedakan antara baik dan buruk) untuk laki-laki dewasa adalah sah. Demikian juga, adzan yang dilakukan orang yang berhadats, jika hadatsnya adalah hadats kecil.
Tiga imam madzab memandang sah adzan yang dilakukan oleh orang junub. Sedangkan Hambali berpendapat bahwa adzan yang dilakukan oleh orang junub adalah tidak sah. Pendapat inilah yang dipilih dalam madzabnya.
Para imam madzab berbeda pendapat tentang bolehnya muadzin mengambil upah untuk adzannya. Hanafi dan Hambali: tidak boleh. Sedangkan menurut Maliki dan kebanyakan shahabat Syafi’i: boleh.
Apabila muadzin melantunkan adzan dengan cepat, maka adzannya tetap sah. Namun, menurut sebagian shahabat Hambali, hal itu tidak sah.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 93 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: