Ayat Al-Qur’an yang Pertama Kali Turun (1)

6 Mei

‘Ulumul Qur’an; Ilmu-ilmu al-Qur’an; Mannaa’ Khalil al-Qattaan

Ungkapan bahwa Rasulullah saw. menerima Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya itu mengesankan suatu kekuatan yang dipegang seseorang dalam menggambarkan segala yang turun dari tempat yang lebih tinggi. Hal itu karena tingginya kedudukan al-Qur’an dan agungnya ajaran-ajarannya yang dapat merubah perjalanan hidup umat manusia, menghubungkan langit dengan bumi, dan dunia dengan akhirat.

Pengetahuan mengenai sejarah perundang-undangan Islam dari sumber pertama dan pokok –yaitu al-Qur’an- akan memberikan kepada kita gambaran mengenai pentahapan hukum dan penyesuaiannya dengan keadaan tempat hukum itu diturunkan, tanpa adanya kontradiktif antara yang lalu dengan yang akan datang. Hal demikian memerlukan pembahasan mengenai apa yang pertama kali turun dan apa yang terakhir kali turun. Hal itu memerlukan pembahasan mengenai segala perundang-undangan ajaran-ajaran Islam, seperti makanan, minuman, peperangan dan lain sebagainya.

Pendapat yang paling shahih mengenai yang pertama kali turun ialah firman Allah:
“Bacalah dengan menyebut nama Rabb-mu yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabb-mu lebih Pemurah. Yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (al-‘Alaq: 1-5)

Pendapat ini didasarkan kepada suatu hadits yang diriwayatkan oleh dua syaikh ahli hadits dan yang lainnya, dari ‘Aisyah ra. yang mengatakan: “Sesungguhnya yang mula-mula terjadi bagi Rasulullah saw. adalah mimpi yang benar di waktu tidur. Dia melihat dalam mimpi itu datangnya bagaikan terangnya pagi hari. Kemudian beliau suka menyendiri. Beliau pergi ke gua Hira untuk beribadah beberapa malam. Untuk itu beliau membawa bekal. Kemudian beliau pulang ke Khadijah ra. maka Khadijah pun membekalinya dengan bekal seperti terdahulu.
Di gua Hira beliau dikejutkan oleh suatu kebenaran. Seorang malaikat datang kepadanya dan mengatakan: “Bacalah.” Rasulullah menceritakan: maka akupun menjawab: “Aku tidak pandai membaca.” Malaikat itu kemudian memelukku sehingga aku merasa amat payah. Lalu aku dilepaskan, dan dia berkata lagi: “Bacalah.” Maka akupun menjawab: “Aku tidak pandai membaca.” Lalu ia merangkulku yang kedua kali sampai aku kepayahan. Kemudian ia melepaskan lagi dan berkata: “Bacalah.” Aku menjawab: “Aku tidak pandai membaca.” Maka ia merangkulku yang ketiga kalinya sehingga aku kepayahan, kemudian dia berkata: “Bacalah dengan menyebut nama Rabb-mu yang telah menciptakan….” sampai dengan “apa yang tidak diketahuinya.” (Hadits)

Dikatakan pula bahwa yang pertama kali turun adalah firman Allah: Yaa ayyuHal muddatstsir (wahai orang yang berselimut), ini didasarkan pada hadits: Dari Abu Salamah bin Abdurrahman, ia berkata: Aku telah bertanya kepada Jabir bin Abdullah: “Yang manakah di antara al-Qur’an itu yang turun pertama kali?” dia menjawab: “Yaa ayyuHal muddtatstsir.” Aku bertanya lagi: “Ataukah iqra’ bismirabbik?” Ia menjawab: “Aku katakan kepadamu apa yang dikatakan Rasulullah saw. kepada kami: “Sesungguhnya aku berdiam diri di gua Hira. Maka ketika habis masa diamku, lalu aku turun dan aku telusuri lembah. Aku lihat ke muka, ke belakang, ke kanan dan ke kiri. Lalu aku melihat ke langit, tiba-tiba aku melihat Jibril yang amat menakutkan. Maka aku pulang ke Khadijah. Khadijah memerintahkan mereka untuk menyelimuti aku. Mereka pun menyelimuti aku. Lalu Allah menurunkan: “Wahai orang yang berselimut. Bangkitlah, lalu berilah peringatan.”

Mengenai hadits Jabir ini dapatlah dijelaskan bahwa pertanyaan itu mengenai surah yang diturunkan secara penuh. Jabir menjelaskan bahwa surah Muddatstsir-lah yang diturunkan secara penuh sebelum surah Iqra’ selesai diturunkan, karena yang turun pertama sekali dari surah Iqra’ hanyalah permulaannya saja. hal yang demikian itu juga diperkuat oleh hadits Abu Salamah dari Jabir yang terdapat dalam shahih Bukhari dan Muslim. Jabir berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah saw. ketika ia berbicara mengenai terputusnya wahyu, maka katanya dalam pembicaraan itu: ‘Ketika aku berjalan, aku mendengar suara dari langit. Lalu aku angkat kepalaku, tiba-tiba aku melihat malaikat yang mendatangi aku di gua Hira itu duduk di atas kursi antara langit dan bumi, lalu aku pulang dan aku katakan: Selimuti aku! Mereka pun menyelimuti aku. Lalu Allah menurunkan: Yaa ayyuHal muddatstsir.’”

Hadits itu menunjukkan bahwa kisah tersebut lebih kemudian daripada kisah di gua Hira, atau Muddatstsir itu adalah surah pertama yang diturunkan setelah terhentinya wahyu. Jabir telah mengeluarkan yang demikian itu dengan ijtihadnya, akan tetapi riwayat Aisyah lebih mendahuluinya. Dengan demikian, maka ayat al-Qur’an yang pertama kali turun secara mutlak ialah “iqra’” dan surah pertama kali yang diturunkan setelah terhentinya wahyu ialah “Yaa ayyuHal muddatstsir.” Dan surah pertama kali yang turun untuk risalah ialah “Yaa ayyuHal muddatstsir” dan untuk kenabiannya adalah “iqra’”.

Dikatakan pula bahwa yang pertama kali turun adalah surah al-Fatihah. Mungkin yang dimanksud adalah surah yang pertama kali turun secara lengkap.

Disebutkan juga bahwa yang pertama kali turun adalah “bismillaaHir rahmaanir rahiim”. Karena bismillaaH itu turun mendahului setiap surah. Dalil-dalil kedua pendapat di atas hadits-hadits mursal. Pendapat pertama didukung oleh hadits Aisyah itulah pendapat yang kuat dan masyhur.
(bersambung ke bagian 2)

About these ads

2 Tanggapan to “Ayat Al-Qur’an yang Pertama Kali Turun (1)”

  1. angkisland 12 Juli 2014 at 07.11 #

    wah terima kasih referensinya yah salam…saya ijin ngambil ilmunya

    • untungsugiyarto 12 Juli 2014 at 13.04 #

      silakan, silakan. monggo dengan senang hati. Terimakasih juga atas kunjungannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 91 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: