Tafsir Al-Qur’an Surah An-Naazi’aat (1)

29 Mei

Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Naazi’aat (Malaikat-Malaikat yang Mencabut)
Surah Makkiyyah; Surah ke 79: 46 ayat

bismillaaHir rahmaanir rahiim
“1. demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, 2. dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut, 3. dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, 4. dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang, 5. dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia). 6. (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam, 7. tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. 8. hati manusia pada waktu itu sangat takut, 9. pandangannya tunduk. 10. (orang-orang kafir) berkata: “Apakah Sesungguhnya Kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula? 11. Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila Kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?” 12. mereka berkata: “Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan”. 13. Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja, 14. Maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.” (an-Naazi’aat: 1-14)

Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, masruq, Sa’id bin Jubair, AbuShalih, Abduh Dhuha, as-Suddi berkata: wan naazi’aati gharqan (“Demi yang mencabut [nyawa] dengan keras.”) yakni para malaikat. Yang mereka maksudkan adalah ketika Malaikat itu mencabut nyawa anak cucu Adam, maka di antara mereka ada yang diambil nyawanya dengan susah payah sehingga harus dicabut dengan keras. Dan ada juga yang dicabut nyawanya dengan mudah. Dan itulah makna firman Allah Ta’ala: wan naasyithaati nasythaa (“Dan [malaikat-malaikat] yang mencabut [nyawa] dengan lemah lembut.”) demikian yang dikemukakan oleh Ibnu ‘Abbas.

Sedangkan firman-Nya: was saabihaati sabhan (“Dan yang turun dari langit dengan cepat.”) maka Ibnu Mas’ud mengatakan: “Yaitu para Malaikat.” Sedangkan Qatadah mengemukakan: “Yaitu bintang-bintang.” Diriwayatkan dari ‘Ali, Masruq, Mujahid, Abu Shalih, dan al-Hasan al-Bashri, yaitu para Malaikat. Dan al-Hasan mengatakan: “Dia lebih cepat kepada keimanan dan pembenaran.”

Firman Allah: fal mudabbiraati amran (“Dan yang mengatur urusan [dunia]”). Ali, Muhahid, ‘Atha’, Abu Shalih, al-Hasan, Qatadah, ar-Rabi’ bin Anas, dan as-Suddi mengatakan: “Yakni para malaikat.” Dan al-Hasan menambahkan: “Mereka mengatur urusan dari langit sampai ke bumi, yakni atas perintah Rabbnya.” Dan dalam hal yang terakhir ini mereka berbeda pendapat.

Firman-Nya: yauma tarjufur raaajifatu tatba-‘uHar raadifatu (“Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.”) Ibnu Abbas mengatakan: “Dua tiupan, yaitu tiupan pertama dan tiupan kedua.” Dan firman-Nya: Quluubuy yauma-idziw waajifaH (“Yakni dalam keadaan takut.”) Demikian itu pula yang dikemukakan oleh Mujahid dan Qatadah. abshaaruHaa khaasyi-‘ah (“Pandangannya tunduk.”) maksudnya pandangan para pemiliknya. Dinisbatkannya hal itu kepadanya dimaksudkan untuk mengungkapkan keadaan, yaitu dalam keadaan hina dina, karena melihat berbagai hal yang menakutkan.

Firman Allah: yaquuluuna a-innaa lamarduuduuna fil haafiraH (“[Orang-orang kafir] berkata: ‘Apakah kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula?”) yakni orang-orang musyrik dari kaum Quraisy serta orang-orang yang mengungkapkan apa yang mereka ungkapkan dalam mengingkari hari kiamat. Mereka menjauhkan diri dari terjadinya hari berbangkit setelah mereka ditempatkan di dalam kubur. Demikian yang dikemukakan oleh Mujahid, dan setelah jasad-jasad mereka hancur berantankan dan tulang-belulang mereka berserakan dan hancur lumat. Oleh karena itu, mereka berkata: a idzaa kunnaa ‘idhaaman nakhiraH (“Apakah [akan dibangkitkan juga] apabila telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?”) ada yang membaca: naakhiraH. Sedangkan Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah mengatakan: “Yakni hancur berantakan.” Ibnu ‘Abbas mengatakan: “Yaitu tulang-belulang yang sudah hancur lumat dan angin sudah masuk ke dalamnya.”

Adapun ucapan mereka: tilka idzang karratun khaasiraH (“kalau demikian itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.”) Muhammad bin Ka’ab mengatakan: “Kaum Quraisy mengungkapkan: ‘Seandainya Allah menghidupkan kita kembali setelah kematian kita, maka kita benar-benar merugi.”

Allah berfirman: fa innamaa Hiya zajratuw waahidatun fa idzaaHum bis saaHirati (“Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.”) maksudnya, yang demikian itu merupakan satu perintah saja dari Allah, tiada duanya dan tidak juga ada pengulangan. Tiba-tiba umat manusia bangkit seraya melihat, dimana Allah Ta’ala memerintahkan Israfil untuk meniupkan sangkakala satu kali sebagai tanda kebangkitan. Dan ternyata generasi pertama dan generasi terakhir bangkit di hadapan Rabb seraya melepaskan pandangan.

Dan firman Allah Ta’ala: fa idzaa Hum bissaaHiraH (“Maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.”) yang benar, kata as-saaHiraH berarti bumi.

“15. sudah sampaikah kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa. 16. tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah lembah Thuwa; 17. “Pergilah kamu kepada Fir’aun, Sesungguhnya Dia telah melampaui batas, 18. dan Katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)”. 19. dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?”20. lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.21. tetapi Fir´aun mendustakan dan mendurhakai. 22. kemudian Dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). 23. Maka Dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. 24. (seraya) berkata:”Akulah Tuhanmu yang paling tinggi”.25. Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. 26. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya).” (an-Naazi’aat: 15-26)
(bersambung ke bagian 2)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: