Tafsir Ibnu Katsir Surah Luqman (5)

1 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Luqman
Surah Makkiyyah; surah ke 31:34 ayat

Firman-Nya: inna dzaalika min ‘azmil umuur (“Sesungguhnay yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan [oleh Allah].”) yaitu kesabaran atas siksaan manusia merupakan perkara-perkara yang wajib.
Walaa tusha’-‘ir khaddaka linnaas (“dan janganlah memalingkan muka dari manusia [karena sombong].”) dia berkata: “Janganlah engkau palingkan wajahmu dari manusia, jika engkau berkomunikasi dengan mereka atau mereka berkomunikasi denganmu karena merendahkan mereka atau karena kesombongan. Akan tetapi, merendahlah dan manislah wajahmu terhadap mereka.”

Ibnu Jarir berkata: “Asal kata ash-sha’-‘ir adalah penyakit yang menimpa unta pada punuk dan kepalanya, hingga punuknya tertekuk dengan kepalanya. Lalu hal itu dipersamakan dengan laki-laki sombong. Di antaranya ialah perkataan ‘Amr bin Hayy at-Taghlabi: “Dahulu jika orang-orang sombong menekuk mukanya, maka kami akan luruskan kemiringannya, hingga dia tegak.”

Firman-Nya: wa laa tamsyi fil ardli marahan (“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.”) yaitu sombong, takabbur, otoriter dan [menjadi] pembangkang. Janganlah engkau lakukan itu, jika engkau lakukan Allah pasti akan memurkaimu. Untuk itu dia berkata: innallaaHa laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhuur (“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”) yaitu sombong dan bangga diri serta fakhuur, yaitu sombong kepada orang lain. Dan perkataannya: waqshid fii masy-yika (“Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan.”) yaitu berjalanlah secara sederhana, tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat, akan tetapi adil dan pertengahan. Perkataannya: wagh-dludl min shautika (“dan lunakkanlah suaramu.”) yaitu janganlah engkau berlebihan dalam berbicara dan jangan mengeraskan suara pada sesuatu yang tidak bermanfaat. Untuk itu, Dia berkata: inna ankaral ash-waati lashautul hamiir (“sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai.”)

Mujahid dan banyak ulama berkata: “Sesungguhnya seburuk-buruk suara, adalah suara keledai, yaitu keterlaluan mengangkat suaranya disamakan dengan keledai dalam ketinggian dan kekerasannya dan di samping itu suara tersebut merupakan hal yang dimurkai di sisi Allah. Penyerupaan suara ini dengan keledai menjadi konsekuensi logis keharaman dan ketercelaannya yang sangat keras. Karena Rasulullah saw. bersabda: “Bukan golongan kami. Perumpamaan keburukan, orang yang menarik kembali pemberiannya seperti anjing menelan kembali mutahnya itu.” (Muttafaq alaihi)

An-Nasa’i ketika menafsirkan ayat ini meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. bersabda: “Jika kalian mendengar suara ayam, maka mintalah kepada Allah dari keutamaan-Nya, karena ia melihat Malaikat. Dian jika kalian mendengar ringkikan keledai, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari syaitan, karena dia melihat syaitan.” (telah ditakhrij oleh jamaah yang lain selain Ibnu Majah). Dan dalam sebagian lafadz terdapat kata “di waktu malam.” wallaaHu a’lam.

Ini adalah wasiat-wasiat yang bermanfaat dan merupakan kisah-kisah al-Qur’an al-adhiim tentang Luqman al-Hakim. Sungguh telah diriwayatkan banyak hikmah dan nasehat darinya.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Luqman al-Hakim berkata: ‘Sesungguhnya Allah jika dititipi sesuatu, Dia pasti menjaganya.’”

Pasal tentang kerendahan dan tawadlu’.
Ini berkaitan dengan wasiat Luqman kepada puteranya. Masalah ini dihimpun oleh al-Hafidz Abu Bakar bin Abid-Dun-ya dalam kitab tersendiri. Dia berkata: Ishaq bin Ibrahim bercerita kepada kami, bahwa Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya di antara raja-raja surga adalah orang yang rambutnya berdebu dan bajunya kumal [lusuh], tidak ada perhatian pada dirinya, bila mereka meminta izin untuk masuk menuju para penguasa, tidak diizinkan bagi mereka, bila mereka melamar wanita, lamaran mereka ditolak. Bila mereka bicara, tidak ada satupun yang memperhatikan mereka, sehingga kebutuhan-kebutuhan mereka tersendat di dalam kerongkongan dadannya. Namun pada hari kiamat, cahaya mereka jika dibagikan kepada seluruh manusia dapat menutupinya.”

‘Umar bin Syaibah bersenandung yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah, bahwa ‘Abdullah bin al-Mubarak berkata: “Ketahuilah, banyak orang yang berbaju lusuh, besok [hari kiamat] berada dalam kedudukan yang tinggi. Permadaninya terhampar dengan sandaran yang tersusun indah. Cahayanya memancar di sekitar istananya, bersinar dan mengitari taman-tamannya.”

Pasal tentang akhlak mulia:
Dari Anas ra. dalam hadits marfu’: “Sesungguhnya seorang hamba akan mencapai derajat akhirat dan kedudukan mulia dengan akhlak yang baik, sekalipun ibadahnya kurang. Dan dia akan mencapai kerak jahanam dengan akhlak buruk, sekalipun dia ahli ibadah.”

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. ditanya tentang sesuatu yang banyak menyebabkan manusia masuk ke dalam surga. Beliau menjawab: “Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” Dan beliaupun ditanya tentang sesuatu yang banyak menyebabkan manusia masuk neraka. beliau menjawab: “Dua buah lubang, mulut dan kemaluan.”

Pasal tentang celaan terhadap kesombongan:
‘Alqamah berkata dari Ibnu Mas’ud, dalam hadits marfu’: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji dzarrah pun dari kesombongan. Dan tidak akan masuk neraka orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji dzarrah pun dari keimanan.”

Pasal tentang kesombongan:
Dari Ibnu Abi Laila, dari Ibnu Abi Buraidah, dari ayahnya dalam hadits marfu’: “Barangsiapa yang mengulurkan pakaiannya karena sombong, niscaya Allah tidak akan memandangnya.” (HR al-Bukhari dalam kitab al-Libaas dan Imam Ahmad [5/9])

Bersambung ke bagian 6

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 86 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: