Tafsir Ibnu Katsir Surah Luqman (7)

1 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah Luqman
Surah Makkiyyah; surah ke 31:34 ayat

“27. dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 28. tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha melihat.” (Luqman: 27-28)

Allah Ta’ala berfirman mengabarkan tentang kebesaran, ketinggian dan keagungan-Nya serta nama-nama-Nya yang indah, sifat-sifat dan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna. Tidak ada seorangpun yang mampu meliputi-Nya dan tidak ditampakkan kepada manusia hakekat dan jumlahnya, sebagaimana yang disabdakan oleh penghulu manusia dan penutup para Rasul [Muhammad saw.]: “Aku tidak mampu menjangkau pujian kepada-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”

Maka Allah berfirman: walau anna maa fil ardli min syajaratin aqlaamuw wal bahru yamudduHuu mim ba’diHii sab’atun abhurim maa nafidat kalimaatullaaHi (“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut [menjadi tinta], ditambahkan kepadanya tujuh laut [lagi] sesudah [kering]nya, niscaya tidak akan habis-habisnya [dituliskan] kalimat Allah.”) yaitu sekalipun seluruh pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta ditambahkan kepadanya tujuh laut bersamanya, lalu dengan itu semua dituliskan kalimat-kalimat Allah yang menunjukkan kebesaran, sifat-sifat dan kagungan-Nya, niscaya pena-pena itu akan hancur dan air laut itu kan kering, sekalipun didatangkan tinta sejumlah bilangan itu pula. Kata tujuh disebutkan untuk menunjukkan maksimalisasi dan bukan untuk membatasi. Yaitu sekalipun pohon-pohon di bumi menjadi pena dan disertai dengan tujuh lautan yang ada, niscaya keajaiban-keajaiban Rabb-ku, kebijaksanaan dan pengetahuan-Nya tidak akan terjangkau.

Ar-Rabi’ bin Anas berkata: “Sesungguhnya perumpamaan pengetahuan seluruh manusia di dalam ilmu Allah adalah setetes air lautan dengan lautan tersebut. wallaaHu a’lam.”

Dan firman-Nya: innallaaHa ‘aziizun hakiim (“Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”) yaitu, Mahaperkasa yang perkasa, memaksa dan mendominasi segala sesuatu. Tidak ada yang mampu mencegah apa yang dikehendaki-Nya, tidak ada yang mampu menyelisihi dan menentang kebijaksanaan-Nya. Dia Mahabijaksana kepada makhluk-Nya dalam penciptaan, perintah, perbuatan-perbuatan, perkataan-perkataan, syariat dan seluruh keadaan-Nya.

Dan firman Allah: maa khalqukum walaa ba’tsukum illaa kanafsiw waahidatin (“Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkanmu [dari dalam kubur] itu, melainkan hanyalah seperti [menciptakan dan membangkitkan] satu jiwa saja.”) yaitu [ditinjau dari kekuasaan Allah, dalam menciptakan seluruh manusia dan membangkitkan mereka kembali pada hari kiamat, sama mudahnya dengan menciptakan satu jiwa saja]. seluruhnya amat mudah bagi Allah.

Innamaa am-ruHuu idzaa araada syai-an ay yaquula laHuu kun fayakuun (“Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu, hanyalah berkata kepadanya: ‘Jadilah.’ Maka jadilah ia.”)(Yaasiin: 82). Yaitu, Dia tidak memerintahkan sesuatu kecuali satu kali, lalu sesuatu itu ada tanpa perlu diulang dan diperkuat. Dan firman-Nya: innallaaHa samii’um bashiir (“Sesungguhnya Allah Mahamendengar lagi Mahamelihat.”) yaitu sebagaimana Dia Mahamendengar perkataan-perkataan mereka lagi Mahamelihat perbuatan-perbuatan mereka, seperti Dia mendengar dan melihat kepada satu jiwa saja, maka demikian pula kekuasaan-Nya kepada mereka seperti kekuasaan-Nya atas satu jiwa.

“29. tidakkah kamu memperhatikan, bahwa Sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. 30. Demikianlah, karena Sesungguhnya Allah, Dia-lah yang hak dan Sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah Itulah yang batil; dan Sesungguhnya Allah Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha besar.” (Luqman: 29-30)

Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Dia, yuulijul laila fin naHaari (“Memasukkan malam ke dalam siang.”) yaitu Dia ambil malam di waktu siang, sehingga siang lebih panjang dan malam lebih pendek. Ini terjadi pada musim panas, dimana siang memanjang hingga lebih. Lalu mulai berkurang, hingga malam lebih lama dan siang lebih pendek dan ini terjadi di musim dingin.
Wa sakh-kharasy syamsa wal qamara kullu yajrii ilaa ajalim musammaa (“Dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai pada waktu yang ditentukan.”) satu pendapat mengatakan: “Yaitu, hingga batas tertentu.” Dan pendapat lain mengatakan: “Hingga hari kiamat.” Dua makna tersebut shahih. Pendapat pertama didukung oleh hadits Abu Dzarr ra. yang terdapat di dalam ash-Shahihain, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Hai Abu Dzarr, apakah engkau tahu kemana perginya matahari ini?” Aku [Abu Dzarr] menjawab: “Allah dan Rasul-Nya Mahamengetahui.” Beliau bersabda: “Dia pergi, sujud di bawah ‘Arsy. Kemudian dia minta izin kepada Rabb-nya, hingga dikatakan kepadanya: ‘Kembalilah ke tempat dari mana engkau datang.’”

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan, ayahku bercerita kepada kami, bahwa Ibnu ‘Abbas berkata: “Matahari [seperti] sebuah putaran air. Di waktu siang ia beredar dalam orbitnya di langit. Jika waktu terbenam, dia beredar dalam orbitnya di waktu malam di bawah bumi, hingga terbit dari timur. Demikian pula dengan bulan.” (isnadnya shahih)

Dan firman-Nya: wa annallaaHa bimaa ta’maluuna khabiir (“Dan sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan.”) maknanya Allah Ta’ala adalah Mahapencipta lagi Mahamengetahui segala sesuatu. Dan firman Allah Ta’ala: dzaalika bi annallaaHa Huwal haqqu wa anna maa yad’uuna min duuniHi baathilu (“Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang bathil.”) yaitu, ayat-ayat-Nya begitu jelas bagi kalian, agar kalian mendapat petunjuk bahwa Dia adalah kebenaran, yakni realitas yang haq lagi Ilah yang haq. Dan sesaungguhnya selain-Nya adalah kebathilan. Dia Mahakaya dari selain-Nya dan segala sesuatu amat membutuhkan-Nya. karena seluruh apa yang berada di langit dan di bumi adalah ciptaan dan hamba-Nya. tidak ada seorang pun di antara mereka yang sanggup menggerakkan satu dzarrah pun kecuali dengan izin-Nya. seandainya seluruh penghuni bumi berhimpun untuk menciptakan satu ekor lalat, niscaya mereka tidak mampu melakukannya.

Bersambung ke bagian 8

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: