Tag Archives: Hadits ‘Aziz

Hadits ‘Aziz

22 Apr

Ilmu Hadits Praktis; Dr. Mahmud Thahan

1. Definisi: a) menurut bahasa: merupakan sifat musyabbahah dari kata ‘azza-ya’izzu, yang artinya sedikit atau jarang; atau juga sifat musyabbahah dari kata ‘azza-ya’azzu, yang artinya kuat atau keras. Disebut demikian karena sedikit atau jarang keberadaannya; atau juga kuat keberadaannya melalui jalur lain; b) menurut istilah: hadits yang perawinya berjumlah tidak kurang dari dua orang di seluruh tingkatan (thabaqat) sanadnya.
2. Penjelasan. Maksudnya adalah, di masing-masing tingkatan (thabaqat) sanad tidak boleh kurang dari dua orang perawi. Jika di sebagian thabaqatnya dijumpai tiga orang atau lebih rawi, hal ini tidak merusak (statusnya sebagai) hadits ‘aziz, asalkan di dalam thabaqat lainnya –meskipun Cuma satu thabaqat- terdapat dua orang rawi. Sebab yang dijadikan patokan adalah jumlah minimal rawi di dalam thabaqat sanad.
Ini adalah definisi yang paling kuat seperti yang ditetapkan oleh al-Hafidh Ibnu Hajar. Sebagian ulama berpendapat bahwa hadits ‘aziz adalah hadits yang diriwayatkan oleh dua orang atau tiga orang. Mereka tidak membedakan –dalam kasus ini- dengan hadits masyhur.
3. Contoh: diriwayatkan oleh Syaikhaan dari haditsnya Anas, dan Bukhari dari haditsnya Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih dicintai dari bapaknya, dari anaknya, dan manusia seluruhnya.”(Bukhari dan Muslim). Hadits tersebut diriwayatkan dari Anas Qatadah dan Abdullah Aziz bin Shuhaib, dari Qatadah Syu’bah dan Sa’id, dari Abdul Aziz Ismail bin ‘Ulayyah dan Abdul Warits, dan dari masing-masing kelompok.
4. Para ulama tidak menyusun secara tersendiri kitab tertentu untuk hadits-hadits ‘aziz. Tampaknya hal itu disebabkan sedikit atau tidak ada manfaatnya menyusun kitab tersebut.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 103 pengikut lainnya.