Tag Archives: iman akhlak islam

Iman (Akhlak Islam) (2)

5 Mar

Dampak Iman

  1. Melaksanakan syariat. Dampak iman yang paling utama bagi seorang mukmin adalah komitmen dan konsisten mereka terhadap syariat Allah. Mereka senantiasa kelihatan menegakkan hukum-hukum Allah, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah berfirman: “Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kami patuh”. dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, Maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan.” (QS 24: 51-52) contoh nyata adalah pada masa shahabat ketika khamr diharamkan dan hijab diperintahkan.
  2. Menjauhi syirik
  3. Mencintai karena Allah. Rasulullah saw. bersabda: “Tidak beriman seorang di antara kalian sehingga dia mencintai saudaranya  seperti dia mencintai dirinya.” (HR Bukhari)
  4. Berjihad di jalan Allah. Iman yang sesungguhnya akan mendorong seorang mukmin untuk membela agamanya dengan apa saja yang dia miliki. Allah berfirman: “tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri rasul. yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,” (QS 9: 120)
  5. Sikap wala’ dan bara’ kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman: “Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).” (QS 5: 55)
  6. Memiliki akhlak yang baik.  Rasulullah bersabda: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang baik akhlaknya.” ()

Faktor-faktor Penguat dan Penambah Iman

  1.  Menjalankan kewajiban dan komitmen terhadapnya. Allah berfirman dalam sebuah hadits qudsi: “Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai melebihi yang Aku fardlukan kepadanya.” (HR Bukhari)
  2. Berdzikir. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS 8: 2). Rasulullah bersabda: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dan orang yang tidak berdzikir kepada Allah adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.” (HR Bukhari-Muslim)
  3. Berteman dengan orang-orang yang baik. Allah berfirman: “dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS 18: 28)
  4. Mengingat kematian. Rasulullah ditanya: “Siapakah orang yang paling cerdik?” Rasulullah menjawab: “Yaitu yang paling banyak mengingat dan mempersiapkan diri untuk mati. Mereka itu adalah orang-orang yang cerdik, mereka mendapatkan kemuliaan dunia dan kehormatan akhirat.” (HR Tabrani)
  5. Mengenal asma-ul husna. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya  Allah memiliki  99 nama, barang siapa yang menghitungnya dia akan masuk surga.” (HR Bukhari)
  6. Pertemuan-pertemuan imani di antara sesama. Rasulullah saw. bersabda: “Tiada suatu kaum yang duduk di majelis dengan berdzikir kepada Allah, kecuali malaikat akan mengelilingi mereka. Dipenuhi dengan rahmat, ketenangan akan diturunkan kepada mereka dan Allah menyebut mereka kepada hamba-hamba yang bersama-Nya.” (HR Muslim)
  7. Melakukan tafakkur. Allah berfirman: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.” (QS 3: 190-191)
  8. Berdoa. Rasulullah bersabda: “Yaa Allah, hiasilah kami dengan perhiasan iman, dan jadikanlah kami penunjuk jalan bagi orang-orang yang mendapat petunjuk.” (HR Ahmad, Nasa-i dan Hakim)

Sebab-sebab lemahnya iman

  1. Menganggap remeh akan dosa-dosa kecil. Rasulullah saw. bersabda: “Waspadalah kalian akan dosa-dosa kecil, sesungguhnya perumpamaan dosa kecil adalah bagaikan suatu kaum yang menuruni lembah sambil membawa sebatang kayu. Setiap orang membawa sebatang kayu, sehingga mereka bisa memasak roti mereka. Demikian juga apabila dosa kecil tersebut terus dilakukan, dia akan membinasakan pelakunya.” (HR Ahmad dan Tabrani)
  2. Berlomba dalam meraih dunia. Rasulullah saw. bersabda: “Demi Allah bukan kemiskinan yang aku khawatirkan bagi kalian, akan tetapi aku khawatir sekiranya Allah membukakan dunia bagi kalian sebagaimana Allah telah membukakan bagi umat sebelum kalian, kemudian kalian akan saling berebut sebagaimana mereka saling berebut. Maka dunia itu akan menghancurkan kalian sebagaimana dunia menghancurkan mereka.” (HR Bukhari-Muslim)
  3. Lalai dari berdzikir kepada Allah
  4. Memiliki penyakit-penyakit hati
  5. Bergaul dengan orang-orangg yang suka mengikuti hawa nafsu
  6. Banyak tertawa dan bercanda. Rasulullah saw. bersabda: “Banyak tertawa itu mematikan hati.” (HR Ibnu Majah dan Dailami)
  7. Tidak menjaga shalat lima waktu di masjid
  8. Lalai untuk melakukan muhasabah

Iman (Akhlak Islam) (1)

5 Mar

Definisi Iman:

  1. Menurut bahasa: Iman adalah kebalikan dari kufur
  2. Menurut syara’: membenarkan dalam hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan.

Urgensi dan Kedudukan Iman

Iman merupakan landasan diterimanya amal. Allah berfirman: “dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan[1062], lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS 25:23)

  1. Amal yang paling utama dan paling bersih disisi Allah. Diriwayatkan dari Abu Dzar, dia berkata: “Wahai Rasulallah,  amal apa yang paling utama?” Rasulullah bersabda: “Iman kepada Allah dan jihad di jalan-Nya (HR Bukhari)
  2. Allah memerintahkan kita untuk beriman dan Allah menjadikan Iman sebagai jalan menuju hidayah dan sebab kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah berfirman: “Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk” (QS 7: 158)
  3. Disebutkan di dalam al-Qur’an sebanyak 840 kali
  4. Penyadar bagi orang Mukmin yang ketika bermaksiat dan pengingat untuk bertaubat. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (QS 7: 201)
  5. Iman membantu beramal shaleh. Sesuai dengan kadar keimanan di hati seseorang, demikian pula kadar responnya terhadap ketaatan, dalam bersegera menjalankan kebaikan, dan bersabar dalam menghadapi kesulitan.
  6. Iman merupakan dasar kepribadian, keistimewaan dan kekuatan seorang Mukmin. Allah berfirman: “Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.” (QS 49: 17) dalam ayat lain Allah berfirman: “… tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,” (QS 49: 7)

Kedudukan seorang beriman di sisi Allah

  1. 1. Mendapat kebersamaan Allah. Kebersamaan Allah itu ada dua macam, yakni kebersamaan umum dan kebersamaan khusus. Allah berfirman: “Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Mahamelihat apa yang kamu kerjakan.” (QS 57: 4). Dan firman Allah: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” (QS 9: 40)
  2. Mendapat pembelaan, pertolongan dan perlindungan Allah. Allah berfirman: “38. Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.” (QS 22: 38). Dalam ayaat lain Allah berfirman: “Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (30: 47)
  3. Allah memerintahkan untuk menghormati dan berlaku lembut terhadap orang yang beriman. Allah berfirman: “Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.” (QS 15: 88). Dalam ayat lain Allah berfirman: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”
  4. Allah melarang keras untuk menyakiti dan menghinakan orang yang beriman. Allah berfirman: “..dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, Maka Sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS 33: 58). Rasulullah bersabda: “Barang siapa menyakiti kekasihku, maka sesungguhnya aku telah mengizinkan peperangan terhadapnya.” (HR Bukhari)
  5. Ada perintah untuk bersahabat dengan orang Mukmin. Rasulullah bersabda: “Hendaklah jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa, dan jangan berteman kecuali pada orang beriman.” (HR Ahmad)

Buah-buah Iman

  1.  Mendapat perlindungan dan penjagaan yang khusus dari Allah. Allah berfirman: “Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS 2: 257)
  1. Mendapat keberuntungan berupa ridla Allah. Allah berfirman: “Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” (QS 9: 72)
  2. Kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat. Allah berfirman: “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS 16: 97)
  3. Allah dan orang Mukmin mencintai orang-orang yang beriman. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (QS 19: 96)
  4. Allah mengangkat derajat orang beriman. Allah berfirman: “…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS 58: 11)
  5. Bias mengambil manfaat dari nasehat. Allah berfirman: “dan tetaplah memberi peringatan, karena Sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS 51: 55)
  6. Menghilangkan keraguan yang membahayakan agama. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar.” (QS 49: 15)
  7. Tenang ketika takut, memiliki kekuatan, keberanian dan keteguhan. Allah berfirman: “(yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, Maka Perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung”. (QS 3: 173)
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 91 pengikut lainnya.