Asbabun Nuzul Surah Ad-Dukhaan

15 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

10. Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata*,
15. Sesungguhnya (kalau) kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit Sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar).
16. (Ingatlah) hari (ketika) kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras**. Sesungguhnya kami adalah pemberi balasan.
(ad-Dukhaan: 10, 15-16)

* yang dimaksud kabut yang nyata ialah bencana kelaparan yang menimpa kaum Quraisy Karena mereka menentang nabi Muhammad s.a.w.

** Hantaman yang keras itu terjadi di peperangan Badar di mana orang-orang musyrik dipukul dengan sehebat-hebatnya sehingga menderita kekalahan dan banyak di antara pemimpin-pemimpin mereka yang tewas.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Ibnu Mas’ud bahwa ketika kaum Quraisy durhaka kepada Nabi saw., beliau berdoa agar mereka mendapat kelaparan umum seperti kelaparan yang pernah terjadi pada zaman Nabi Yusuf. Alhasil mereka menderita kekurangan , sampai-sampai mereka pun makan tulang. (Setelah keadaan itu lama berlangsung) orang-orang melihat ke langit dengan harapan melihat tanda-tanda akan turun hujan. Maka Allah menurunkan ayat ini (ad-Dukhaan: 10) sebagai ejekan atas perbuatan mereka.
Kemudian mereka menghadap Nabi saw. untuk meminta bantuan. Mereka berkata: “Ya Rasulullah. Mohonkanlah hujan bagi kami (kaum Mudlar), karena kami sudah sangat menderita.” Maka Rasulullah saw. berdoa agar diturunkan hujan. Akhirnya hujanpun turun. Maka turunlah ayat selanjutnya (ad-Dukhaan: 15) yang menegaskan bahwa mereka akan kembali sesat. Setelah mereka memperoleh kemewahan, merekapun kembali pada keadaan semula. Maka turunlah ayat selanjutnya (ad-Dukhaan: 16) yang menegaskan bahwa mereka akan mendapat siksa Allah yang keras. Dalam riwayat tersebut dikemukakan bahwa siksaan itu akan turun di waktu perang Badr.

43. Sesungguhnya pohon zaqqum itu***,
44. Makanan orang yang banyak berdosa.
(ad-Dukhaan: 43-44)

*** Zaqqum adalah jenis pohon yang tumbuh di neraka.

Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur yang bersumber dari Abu Malik bahwa Abu Jahl membawa kurma dan mentega dan berkata pada kaumnya: “Makanlah az-Zaqqum ini, yang dijanjikan Muhammad kepadamu.” Maka turunlah ayat ini (ad-Dukhaan: 43-44) yang menegaskan bahwa pohon zaqqum yang sesungguhnya ialah makanan bagi orang yang banyak berdosa.

49. Rasakanlah, Sesungguhnya kamu orang yang Perkasa lagi mulia****.
(ad-Dukhaan: 49)

**** Ucapan Ini merupakan ejekan baginya.

Diriwayatkan oleh al-Umawi di dalam Kitab Maghaazi-nya yang bersumber dari ‘Ikrimah. Dan diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah bahwa Rasulullah saw bertemu dengan Abu Jahl seraya bersabda: “Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku untuk menyatakan kepadamu, aulaa laka fa aulaa tsumma aulaa laka fa aulaa. (kecelakaanlah bagimu [hai orang kafir] dan kecelakaanlah bagimu) (al-Qiyamah: 34-35).” Abu Jahl menyingsingkan baju sambil berkata: “Engkau dan teman-temanmu tidak akan mampu berbuat apa pun terhadapku. Engkaupun mengetahui bahwa aku yang paling berkuasa di tanah air ini. Akulah yang maha gagah dan maha mulia.”
Maka terbunuhlah Abu Jahl dalam Peperangan Badr dalam keadaan terhina. Namanya pun menjadi tercemar karena ucapan-ucapannya sendiri. Ayat ini (ad-Dukhaan: 49) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Sumber: asbabun nuzul, KHQ Shaleh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: