Asbabun Nuzul Surah Al-Munafiqun

15 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

1. Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa Sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”. dan Allah mengetahui bahwa Sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa Sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.
(Al-Munafiqun: 1)

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dll, yang bersumber dari Zaid bin Arqam bahwa Zaid bin Arqam mendengar ‘Abdullah bin Ybay berkata kepada teman-temannya: “Kalian jangan memberi nafkah kepada orang-orang yang dekat dengan Rasulullah saw. sebelum mereka meninggalkan agamanya. Kelak apabila kita pulang ke Madinah, pasti orang yang mulia akan mengusir orang yang hina dari kota itu.” Kejadian ini diterangkan oleh Zaid kepada pamannya, kemudian oleh pamannya disampaikan kepada Rasulullah saw. Rasulullah memanggil Zaid bin Arqam. Zaid menerangkan kejadian itu kepada beliau. Kemudian Rasulullah saw. memanggil Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya. Akan tetapi mereka bersumpah di hadapan Rasulullah saw. bahwa mereka tidak pernah berkata demikian. Rasulullah tidak mempercayai Zaid bin Arqam, bahkan beliau lebih mempercayai Abdullah bin Ubay . Zaid merasa sedih, karena belum pernah mendapat musibah seperti itu. Ia pun tinggal di rumahnya, dan tidak mau keluar. Pamannya berkata: “Aku tidak bermaksud supaya Rasulullah membenci dan tidak mempercayaimu.” Maka Allah menurunkan ayat ini (Al-Munafiqun: 1) yang menegaskan bahwa kaum munafiqun selalu berdusta; dan ayat ini pun membenarkan ucapan Zaid bin Arqam. Kemudian Rasulullah saw. mengutus seseorang kepada Zaid bin Arqam untuk membacakan ayat tersebut, dan menegaskan bahwa Allah membenarkan ucapannya.

Riwayat tentang Zaid bin Arqam ini mempunyai beberapa sumber, diantaranya ada yang menerangkan bahwa peristiwa tersebut tejadi pada waktu Perang Tabuk, dan turunnya surat ini pada malam hari.
5. Dan apabila dikatakan kepada mereka: marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri. (Al-Munafiqun: 5)

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah, diriwayatkan pula oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari ‘Ikrimah bahwa ada orang yang mengusulkan kepada ‘Abdullah bin Ubay supaya datang kepada Rasulullah saw. agar beliau memintakan ampunan Allah swt untuknya. Akan tetapi ia menolaknya bahwkan berpaling. Maka turunlah ayat ini (Al-Munafiqun: 5) berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan sifat-sifat kemunafikan, yaitu keras kepala.

6. Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
(Al-Munafiqun: 6)

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Urwah diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid dan Qatadah bahwa ketika turun ayat istaghfirlahum au laa tastaghfirlahum in tastaghfirlahum sab’iina marratan falay yaghfirallaahu lahum.(Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka (al-Baro’ah: 80), yang menegaskan bahwa Allah tidak akan mengampuni orang-orang munafik walaupun dimintakan ampun oleh Rasulullah sebanyak 70 kali, Nabi saw. bersabda: “Aku akan memintakan ampunan lebih dari tujuh puluh kali.” Maka Allah menurunkan ayat sawaaun ‘alaihim.. (…sama saja bagi mereka…) sampai akhir ayat (Al-Munafiqun: 6), yang menegaskan bahwa bagi mereka sama saja, apakah Nabi memintakan ampunan atau tidak, Allah tetap tidak akan mengampuni mereka.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari al-‘Aufi yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika turun ayat al-Baro’ah: 80, bersabdalah Rasulullah saw. yang didengar oleh Ibnu ‘Abbas: “Sesungguhnya aku telah diberi kelonggaran tentang mereka (kaum munafik). Aku akan memintakan ampun bagi mereka lebih dari tujuh puluh kali. Mudah-mudahan Allah mengampuni mereka.” Maka turunlah ayat sawaaun ‘alaihim….( …sama saja bagi mereka..) sampai akhir ayat (Al-Munafiqun: 6) yang menegaskan bahwa Allah tidak akan mengampuni orang-orang seperti itu.

Sumber: Asbabunnuzul KHQ. Shaleh dkk

Iklan

2 Tanggapan to “Asbabun Nuzul Surah Al-Munafiqun”

  1. Husaini 10 Juni 2013 pada 20.07 #

    ini sama benar dengan orang munafiqun jaman sekarang yang mengakui pengikut sunnah,dengan janggut dan celana buntung, jika didoakan oleh iman setelah salat mereka berpaling, angkuh dan congkak, dengan alasan tidak dilakukan Rasulullah,SAW, padahal terhadap orang 2 munafik saja rasulullah memohon ampunan sampai 70 X, bahkan lebih. Agar Allah SWT, memberi ampunan kepada ummat Muhammad.

    • Alwi 4 Februari 2014 pada 08.18 #

      Janganlah gampang menuduh orang munafiq..
      Bisa jadi orang di tuduh lebih baik akhlaknya..
      nabi bersabda :
      Yg banyak memasukkkan manusia kedlm surga ada 2 yaitu Taqwa kepada Allah dan Akhlaq yg baik”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: