Asbabun Nuzul Surah Al-Qamar

15 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

1. Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan*.
2. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”.
(al-Qamar: 1-2)

* yang dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan “terbelahnya bulan” ialah suatu mukjizat nabi Muhammad SAW.

Diriwayatkan oleh asy-Syaikhaan dan al-Hakim –lafal hadits ini dari al-Hakim-, yang bersumber dari Ibnu Mas’ud bahwa Ibnu Mas’ud berkata: “Sebelum Rasulullah saw hijrah, di Mekah aku melihat bulan terbelah menjadi dua bagian. Pada waktu itu orang-orang menyatakan bahwa bulan disihir. Maka turunlah ayat, Iqtarobatis sa’atu wangsyaq-qol qomar (telah dekat datangnya saat itu [kiamat] dan telah terbelah bulan) (al-Qamar: 1)”, sebagai penegasan bahwa kehancuran kaum musyrikin telah dekat waktunya.

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi yang besumber dari Anas bahwa orang-orang Mekah meminta suatu mukjizat kepada Nabi saw.. Maka terbelahlah bulan di Mekah dua kali. Ayat ini (al-Qamar: 1-2) turun sebagai penegasan bahwa orang-orang kafir akan tetap berpaling walaupun sudah dipenuhi keinginannya.

45. Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.
(al-Qamar: 45)

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa pada waktu perang Badr orang-orang Quraisy berkata: “Nahnu jami’um muntashir (kami golongan yang pasti menang).” Maka turunlah ayat ini (al-Qamar: 45) yang menegaskan bahwa golongan itulah (orang-orang kafir Quraisy) yang akan digempur dan lari terbirit-birit.

47. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka.
48. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah sentuhan api neraka!”
49. Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
(al-Qamar: 47-49)

Diriwayatkan oleh Muslim dan at-Tirmidzi, yang bersumber dari Abu Hurairah bahwa kaum musyrikin Quraisy pernah membantah Rasulullah saw. berkenaan dengan persoalan takdir. Ayat ini (al-Qamar: 47-49) turun sehubungan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan bahwa segala sesuatu diciptakan menurut ukuran dan aturan.

Sumber: Asbabun Nuzul, KHQ Shaleh dkk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: