Asbabun Nuzul Surah Ash-Shaff

15 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

1. Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
2. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
3. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.
(Ash-Shaaf: 1-3)
10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?
(Ash-Shaaf: 10)

11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.
12. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.
(Ash-Shaaf: 10)

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim-dishahihkan oleh al-Hakim-, yang bersumber dari ‘Abdullah bin Salam. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ketika shahabat Rasulullah saw. duduk-duduk bermuzakarah, di antara mereka ada yang berkata: “Sekiranya kami mengetahui amal yang lebih dicintai Allah, pasti kami akan mengerjakannya.” Ayat ini (Ash-Shaaf: 1-2) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang kemudian dibacakan oleh Rasulullah saw. sampai akhir surah. Surah ini turun sebagai tuntunan berkenaan dengan amal yang diridhai Allah swt, yaitu berkorban mempertahankan agama dan mengamalkannya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Abu Shalih, diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim dan ‘Ali, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa para shahabat ingin mengetahui amal yang paling dicintai Allah swt dan paling afdol (utama). Maka turunlah ayat ini (Ash-Shaaf: 10-12) yang menegaskan bahwa berjihad adalah amal yang paling utama. Tetapi ternyata mereka segan berjihad sehingga merekapun diperingatkan Allah swt, karena menyalahi ucapannya, yakni dengan diturunkannya surah (Ash-Shaaf: 2-3).

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari ‘Ikrimah yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari adl-Dlahak bahwa ayat li ma taquuluuna maa laa taf’aluun….(mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat) (Ash-Shaaf: 2) turun berkenaan dengan orang-orang yang berkata-kata tentang perang, akan tetapi tidak pernah melakukannya, baik memukul, menusuk, ataupun membunuh.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Muqatil bahwa ayat ini (Ash-Shaaf: 2-3) turun di waktu kaum Muslimin mundur terdesak pada perang Uhud.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’id bin Jubair bahwa ketika turun ayat: yaa ayyuhal ladziina aamanuu hal adul-lukum ‘alaa tijaarotin-tunjiikum min ‘adzaabin aliim. (hai orang-orang yang beriman sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih ?) (Ash-Shaaf: 10) kaum Muslimin berkata: “Sekirannya kami tahu apa yang dimaksud dengan tijaroh (perniagaan) itu, pasti kami akan ikut serta memberikan harta benda dan ahli famili.” Maka Allah menurunkan ayat selanjutnya (Ash-Shaaf: 11) yang menjelaskan bahwa tijaroh (perniagaan) ialah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di Jalan-Nya.

Sumber: Asbabunnuzul KHQ. Shaleh dkk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: