Asbabun Nuzul Surah Az-Zukhruf

15 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

19. Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. apakah mereka menyaksikan penciptaan malaika-malaikat itu? kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung-jawaban.
(az-Zukhruf: 19)

Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Qatadah bahwa beberapa orang munafikin berkata: “Sesungguhnya Allah mempunyai besan bangsa jin dan beranak-cucu malaikat.” Maka turunlah ayat ini (az-Zukhruf: 19) sebagai sanggahan atas ucapan mereka.

31. Dan mereka berkata: “Mengapa Al Quran Ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini*?”
32. Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? kami Telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami Telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
(az-Zukhruf: 31-32)

* mereka mengingkari wahyu dan kenabian Muhammad s.a.w., Karena menurut pikiran mereka, seorang yang diutus menjadi Rasul itu hendaklah seorang yang Kaya raya dan berpengaruh.

Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Qatadah bahwa al-Walid bin al-Mughirah berkata: “Sekiranya apa yang dikatakan oleh Muhammad itu benar (bahwa al-Qur’an itu dari Allah), pasti al-Qur’an ini diturunkan kepadaku atau kepada Mas’ud ats-Tsaqifi.” Maka turunlah ayat ini (az-Zukhruf: 31-32) yang menegaskan bahwa Allah yang berhak mengutus Nabi-Nya sesuai dengan kekuasaan-Nya.

36. Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) Maka syaitan Itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
(az-Zukhruf: 36)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Muhammad bin ‘Utsman al-Makhzumi bahwa kaum Quraisy berkata: “Dekati setiap shahabat Muhammad oleh salah seorang dari kita.” Kemudian ditetapkanlah Thalhah untuk mendekati Abu Bakr. Thalhah pun mendekati Abu Bakr yang sedang dikelilingi banyak orang. Berkatalah Abu Bakr: “Kepada ajaran yang manakah akan engkau ajak aku ini ?” Ia menjawab: “Aku mengajak untuk menyembah al-Lata dan al-‘Uzza.” Abu Bakr berkata: “Siapakah al-Lata dan al-‘Uzza itu ?” Ia menjawab: “Al-Lata adalah tuhan kami dan al-‘Uzza adalah putri Allah.” Abu Bakr berkata: “Siapakah ibunya ?” Thalhah terdiam tidak dapat menjawab. Ia menyuruh teman-temannya untuk menjawab pertanyaan tersebu. Namun tak seorangpun mampu menjawabnya. Berkatalah Thalhah: “Hai Abu Bakr, saksikanlah, aku percaya bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan kecuali Allah, dan sesungguhnnya Muhammad adalah utusan Allah.” Maka Allah menurunkan ayat ini (az-Zukhruf: 36) yang menegaskan bahwa orang-orang yang berpaling dari Allah selamanya akan ditemani setan.

57. Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamnaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.
58. Dan mereka berkata: “Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?” mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, Sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar*.
59. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail**
(az-Zukhruf: 57-59)

* ayat 57 dan 58 di atas menceritakan kembali kejadian sewaktu Rasulullah membacakan di hadapan orang Quraisy surat Al-Anbiya ayat 98 yang artinya Sesungguhnya kamu dan yang kamu sembah selain Allah adalah kayu bakar Jahannam. Maka seorang Quraisy bernama Abdullah bin Az Zab’ari menanyakan kepada Rasulullah s.a.w. tentang keadaan Isa yang disembah orang Nasrani apakah beliau juga menjadi kayu bakar neraka Jahannam seperti halnya sembahan-sembahan mereka. Rasulullah terdiam dan merekapun mentertawakannya; lalu mereka menanyakan lagi mengenai mana yang lebih baik antara sembahan-sembahan mereka dengan Isa a.s. Pertanyaan-pertanyan mereka Ini hanyalah mencari perbantahan saja, bukanlah mencari kebenaran. jalan pikiran mereka itu adalah kesalahan yang besar. Isa a.s. bahwa beliau disembah dan tidak pula rela dijadikan sembahan.
** ayat Ini menegaskan pandangan Islam terhadap kedudukan lsa a.s.

Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang sahih dan ath-Thabarani, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah berkata kepada kaum Quraisy: “Sesuatu yang disembah selain Allah tak akan memberikan kebaikan sedikitpun.” Kaum Quraisy berkata: “Bukankah engkau menganggap bahwa ‘Isa adalah Nabi dan seorang hamba yang saleh, padahal dia pun disembah ?”
Ayat ini (az-Zukhruf: 57-59) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan kaum Quraisy yang selalu berusaha membantah ajaran Rasulullah saw.

80. Apakah mereka mengira, bahwa kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (Malaikat-malaikat) kami selalu mencatat di sisi mereka.
(az-Zukhruf: 80)

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Muhammad bin Ka’b al-Qurazhi bahwa ketika dua orang Quraisy dan seorang Tsaqif duduk-duduk di sisi Ka’bah, berakatalah salah seorang dari mereka: “Bagaimana pendapatmu, apakah Allah mendengar omongan kita ?” Yang lainnya menjawab: “Apabila kamu berbicara nyaring, tentu Ia akan mendengar, tapi jika kamu berbisik-bisik, tentu Ia tidak akan mendengarnya. Maka turunlah ayat ini (az-Zukhruf: 80) sebagai bantahan atas ucapan mereka.

Sumber: asbabun nuzul, KHQ Shaleh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: