Asbabun Nuzul Surah Al-Ahzab (2)

17 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

9. Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya*. dan adalah Allah Maha melihat akan apa yang kamu kerjakan.
(al-Ahzab: 5)

*Ayat ini menerangkan kisah AHZAB Yaitu golongan-golongan yang dihancurkan pada peperangan Khandaq karena menentang Allah dan Rasul-Nya. yang dimaksud dengan tentara yang tidak dapat kamu Lihat adalah Para Malaikat yang sengaja didatangkan Tuhan untuk menghancurkan musuh-musuh Allah itu.

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalaa-il, yang bersumber dari Hudzaifah bahwapada waktu peperangan Ahzab, pada malam yang sangat gelap gulita, para shahabat Rasulullah bersiap-siap menantikan kedatangan pasukan musuh. Terlihat pasukan yang dipinpin Abu Sufyan berada di atas pasukan kaum Muslimin (di atas bukit), sedang orang-orang Yahudi Bani Quraidzah (sekutu Abu Sufyan) berada di bagian bawah (di lembah-lembah). Dikhawatirkan mereka akan mengganggu keluarga dan anak-anak kaum Muslimin. Pada malam itu terasa angin berhembus sangat kencang. Kaum munafikin meminta izin kepada Nabi untuk meninggalkan tempat itu dengan alas an rumah mereka kosong, padahal sebenarnya mereka akan melarikan diri. Setiap orang yang meminta izin kepada Nabi saw. pasti beliau izinkan. Namun, mereka terus lari dan bersembunyi.
Ketika Nabi saw. memeriksa pasukan kaum Muslimin seorang demi seorang, sampailah beliau kepada Hudzaifah seraya bersabda: “Cobalah selidiki keadaan musuh.” Hudzaifah pun berangkat. Dia melihat angin menghantam perkemahan musuh, sehingga tiada sejengkal pun perkemahan yang luput dari serangan angin itu. Dia juga mendengar kemah-kemah dan barang-barang terlempar batu yang dibawa angin, dan mereka berteriak mengajak kawan-kawannya mundur. Kemudian Hudzaifah menghadap Rasulullah saw dan melaporkan hal ihwal musuh. Maka turunlah ayat ini (al-Ahzab: 9) sebagai perintah untuk selalu ingat akan nikmat yang diberikan Allah swt.

12. dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata :”Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada Kami melainkan tipu daya”.
(al-Ahzab: 12)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalaa-I, dari Katsir bin ‘Abdillah bin ‘Amr al-Muzani, dari bapaknya, yang bersumber dari datuknya bahwa ketika Rasulullah saw. membuat parit (khandaq) di waktu Perang Ahzab, beliau menemukan sebuah batu besar yang bundar dan berwarna putih (sebagai salah satu isyarat dari Allah swt.). Rasululah saw. mengambil cangkul dan memukul batu tersebut hingga retak dan berkilat menerangi seluruh kota Madinah. Beliau bertakbir, diikuti oleh kaum Muslimin. Kemudian beliau memukulkan cangkul tersebut untuk kedua kalinya, sehingga retak dan berkilatlah batu tersebut menerangi tempat di sekitarnya. Nabi bertakbir diikuti oleh kaum Muslimin. Demikian diulanginya sekali lagi, sehingga batu itu pecah dan mengeluarkan cahaya yang menerangi tempat di sekelilingnya. Beliaupun bertakbir dan diikuti oleh kaum Muslimin. Ketika salah seorang sahabat bertanya tentang hal tersebut, Rasulullah menjawab: “Ketika aku memukul yang pertama kali, tampaklah olehku mahligai-mahligai Hirah dan kota-kota Kisra (kerajaan Persia). Dan ketika aku memukul yang kedua kalinya, tampaklah mahligai-mahligai merah dari tanah Romawi. Jibril memberitahukan bahwa umatku akan membebaskan Negara itu. Dan ketika aku memukul untuk ketiga kalinya, terlihat pula mahligai kota Shan’a. Jibril memberitahukan bahwa umatku akan membebaskan Negara itu.” Berkatalah kaum munafikin: “Tidakkah kalian heran, ia menceritakan dan memberikan harapan kosong serta menjanjikan kepada kalian sesuatu yang tidak benar. Ia bercerita bahwa dari Madinah ia melihat mahligai kota Hirah di kota-kota Kisra yang akan dibebaskan untuk kalian. Padahal kalian kini sedang menggali parit karena ketakutan dan tidak sanggup bertempur.” Ayat ini (al-Ahzab: 12) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Diriwayatkan oleh Juwaibir yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ayat ini (al-Ahzab: 12) turun berkenaan dengan ucapan Mu’tib bin Qusyair al-Anshari dalam hadits tersebut di atas. Ucapannya ialah: Rasulullah hanyalah memberikan janji kosong.

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dan al-Baihaqi, yang bersumber dari ‘Urwah bin Zubair, Muhammad bin Ka’ab al-Qurazhi, dan lain-lain, bahwa Mu’tib bin Qusyair berkata: “Terlintas pada diri Muhammad bahwa ia dapat memakan kekayaan-kekayaan Kisra (Persia) dan Kaisar (Romawi). Padahal tidak seorangpun dari kami yang berani keluar buang air (takut menghadapi dua kerajaan tersebut). Kemudian berkatalah Aus bin Qaizhi di hadapan orang banyak: “Izinkanlah kami pulang ke rumah istri dan keluarga kami, karena rumah kami jauh dari Madinah dan tidak ada yang menjaganya.” Allah menurunkan ayat ini untuk mengingatkan nikmat yang pernah diberikan Allah kepada mereka ketika Allah mencabut bencana yang menimpa mereka. Allah telah memberikan kecukupan kepada mereka, walaupun mereka berburuk sangka terhadap Allah dan mengucapkan ucapan kaum munafikin yang tidak pantas.

23. di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu* dan mereka tidak merobah (janjinya),

* Maksudnya menunggu apa yang telah Allah janjikan kepadanya.

Diriwayatkan oleh Muslim, at-Tirmidzi, dll yang bersumber dari Anas bahwa Anas bin an-Nadlr (paman Anas bin Malik) tidak turut serta dalam Perang Badr bersama Rasulullah. Ia merasa sangat berdosa karenanya, dan berkata: “Dalam peperangan bersama Rasulullah saw. yang pertama, aku tidak dapat ikut. Sekitanya Allah menakdirkan aku dapat menyaksikan peperangan bersama Rasulullah saw., Allah akan menyaksikan apa yang akan aku perbuat.” Ia pun turut berjihad dalam perang Uhud dan gugur sebagai syahid. Di badannya terdapat lebih dari delapan puluh luka bekas pukulan, tusukan tombak, dan bekas panah. Ayat ini (al-Ahzab: 23) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai pujian terhadap orang yang menunaikan janjinya.

Sumber: Asbabun Nuzul, KHQ Shaleh dkk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: