Asbabun Nuzul Surah Al-Ahzab (4)

17 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

37. dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu Menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap Istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia* supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya**. dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.
(al-Ahzab: 37)

* Maksudnya: setelah habis idahnya.
** Yang dimaksud dengan orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya ialah Zaid bin Haritsah. Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dengan memberi taufik masuk Islam. Nabi Muhammadpun telah memberi nikmat kepadanya dengan memerdekakan kaumnya dan mengangkatnya menjadi anak. ayat ini memberikan pengertian bahwa orang boleh mengawini bekas isteri anak angkatnya.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Anas bahwa ayat…. Wa tukhfiii fiii nafsika mallaahu mubdih…(… sedang kamu menyembunyika di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya…) (al-Ahzab: 37) turun berkenaan dengan peristiwa Zainab binti Jahsy dan Zaid bin Haritsah.

Diriwayatkan oleh al-Hakim yang bersumber dari Anas bahwa Zaid bin Haritsah mengadu kepada Nabi saw. tentang kelakuan Zainab binti Jahsy. Bersabdalah Rasulullah saw: “Tahanlah istrimu.” Maka turunlah ayat ini (al-Ahzab: 37) yang mengingatkan Rasulullah akan sesuatu yang tetap dirahasiakan oleh dirinya, yang telah diberiktahukan oleh Allah.

Diriwayatkan oleh Muslim, Ahmad, dan an-Nasa-I bahwa ketika telah habis idah Zainab (setelah diceraikan oleh Zainab), bersabdalah Rasulullah saw. kepada Zaid: “Pergilah engkau kepada Zainab dan terangkanlah kepadanya bahwa aku akan menikahinya.” Berangkatlah Zaid dan memberitahukan maksud Rasulullah. Zainab pun menjawab: “Aku tidak akan berbuat apa-apa sebelum meminta pertimbangan dari Rabbku.” Kemudian ia pergi ke tempat sujudnya.
Setelah turun ayat ini (al-Ahzab: 37), datanglah Rasulullah saw. menikahinya tanpa menunggu persetujuannya. Pada waktu itu para shahabat dijamu makan roti dan daging (walimah). Merekapun berangsur pulang, hanya tinggal beberapa orang saja yang masih bercakap-cakap di sana.
Rasulullah keluar masuk rumah istri-istrinya, dan Zaid pun mengikutinya. Beberapa lama kemudian diberitahukan kepada beliau bahwa semua orang sudah meninggalkan rumah Zainab. Maka pergilah Rasulullah saw. mendapatkan Zainab diikuti Zaid, akan tetapi oleh Rasulullah saw. dihalangi dengan hijab.
Berkenaan dengan peristiwa tersebut, turun pula ayat ini (al-Ahzab: 35), sebagai larangan kepada kaum Muslimin untuk memasuki rumah Rasulullah kecuali dengan seizing beliau.

40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu***, tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
(al-Ahzab: 40)

***Maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. bukanlah ayah dari salah seorang sahabat, karena itu janda Zaid dapat dikawini oleh Rasulullah s.a.w.

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi yang bersumber dari ‘Aisyah bahwa ketika Rasulullah saw. menikah dengan Zainab, banyak orang ribut memperbincangkannya: “Muhammad kawin dengan bekas istri anaknya.” Maka turunlah ayat ini (al-Ahzab: 40) yang menegaskan bahwa Zaid itu bukan putra Rasulullah saw.

43.”Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.”
(al-Ahzab: 43)

Diriwayatkan oleh ‘Abd bin Humaid yang bersumber dari Mujahid bahwa ketika turun ayat innallaaha wa malaa-ikatahuu yushalluuna ‘alan nabiy,…(.. sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi…) (al-Ahzab: 56) berkatalah Abu Bakr: “Ya Rasulullah, segala kebaikan yang diturunkan Allah kepada Tuan, kami pun turut serta merasakannya.” Maka turunlah ayat ini (al-Ahzab: 43) yang menegaskan bahwa Allah memberikan rahmat kepada seluruh kaum Mukminin.

Sumber: Asbabun Nuzul, KHQ Shaleh dkk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: