Asbabun Nuzul Surah Ash-Shaffaat

17 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

64. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala.
(Ash-Shaaffaat: 64)

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah. Dan diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari as-Suddi bahwa Abu Jahl mengejek kaum Muslimin dengan ucapan: “Demi Allah, kawan setiamu ini (Muhammad) menganggap bahwa di neraka ada sebuah pohon, padahal sebagaimana kita ketahui, api dapat memusnahkan pohon. Kami tidak mengenal az-Zaqqum. Yang kami ketahui az-Zaqqum itu ialah kurma dan mentega.”
Berkenaan dengan peristiwa tersebut maka turunlah ayat ini (Ash-Shaaffaat: 64) sebagai bantahan atas ucapan Abu Jahl, dan penegasan bahwa pohon az-Zaqqum itu tumbuh dari dasar neraka.

158. Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin. dan Sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka ),
(Ash-Shaaffaat: 158)

Diriwayatkan oleh Juwaibir dari adl-Dlahhak yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ayat ini (Ash-Shaaffaat: 158) turun sebagai bantahan kepada tiga suku Quraisy, yaitu Sulaim, Khuza’ah, dan Juhainah yang mengganggap bahwa Allah dan iblis itu bersaudara.

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab Syu’abul Iimaan, yang bersumber dari Mujahid bahwa pembesar-pembesar Quraisy berkata: “Malaikat itu putri-putri Allah”. Bertanyalah Abu Bakr Ash-Shidiq: “Kalau begitu siapakah ibu-ibunya ?” Mereka menjawab: “Putri-putri pembesar jin.”
Berkenaan dengan peristiwa itu, turunlah akhir ayat ini (Ash-Shaaffaat: 158) yang menegaskan bahwa jin-jin itu akan dihadapkan pada pengadilan Allah.

165. Dan Sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf (dalam menunaikan perintah Allah).
(Ash-Shaaffaat: 165)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Yazid bin Abi Malik. Diriwayatkan pula oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij, bahwa kaum Muslimin kerap kali shalat (bermakmum) dengan tidak teratur shafnya. Setelah turun ayat ini (Ash-Shaaffaat: 165) Rasulullah memerintahkan agar bershaf (berbaris) teratur di waktu shalat.

176. Maka apakah mereka meminta supaya siksa kami disegerakan?
177. Maka apabila siksaan itu turun dihalaman mereka, Maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu*.
(Ash-Shaaffaat: 176-177)

* yang dimaksud dengan pagi hari ialah bukan waktu pagi tetapi sembarang waktu di mana orang-orang yang menyerang itu melakukan serangannya sebelum waktu subuh; Maka orang-orang yang kalah menderita kekalahannya pada waktu pagi.

Diriwayatkan oleh Juwaibir yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Riwayat ini shahih menurut syarat asy-Syaikhaan (al-Bukhari dan Muslim), bahwa kaum musyrikin berkata: “Hai Muhammad. Perlihatkanlah dengan segera siksaan yang engkau ancamkan kepada kami!” Ayat ini (ash-Shaaffaat: 176-177) turun sebagai peringatan terhadap ucapan mereka.

Sumber: Asbabun Nuzul, KHQ Shaleh dkk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: