Asbabun Nuzul Surah Al-Ahzab (6)

18 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

52. “Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan isteri-isteri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan- perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki. dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu*.”
(al-Ahzab: 52)

* nabi tidak dibolehkan kawin sesudah mempunyai isteri-isteri sebanyak yang Telah ada itu dan tidak pula dibolehkan mengganti isteri-isterinya yang Telah ada itu dengan menikahi perempuan lain.

Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d yang bersumber dari ‘Ikrimah bahwa setelah Rasulullah saw. menyuruh istrinya antara dunia dan isinya dan segala kemewahannya dengan Allah dan Rasul-nya, terbuktilah istri-istrinya memilih Allah dan Rasul-Nya. Maka turunlah ayat ini (al-Ahzab: 52) yang melarang Rasulullah menikah lagi dengan wanita lain atau menceraikan istri-istrinya itu.

53. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya)*, tetapi jika kamu diundang Maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu nabi lalu nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir. cara yang demikian itu lebih Suci bagi hatimu dan hati mereka. dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.”
(al-Ahzab: 53)

* Maksudnya, pada masa Rasulullah s.a.w pernah terjadi orang-orang yang menunggu-nunggu waktu makan Rasulullah s.a.w. lalu turun ayat Ini melarang masuk rumah Rasulullah untuk makan sambil menunggu-nunggu waktu makannya Rasulullah.

Diriwayatkan oleh asy-Syaikhaan yang bersumber dari Anas bahwa ketika Nabi saw. menikah dengan Zainab binti Jahsy, beliau mengundang para sahabatnya makan-makan (walimah). Setelah selesai makan, para sahabat itu berbincang-bincang, sehingga Rasulullah memberi isyarat dengan seolah-olah akan berdiri, tetapi mereka tidak juga berdiri. Terpaksalah Rasulullah berdiri meninggalkan mereka, diikuti oleh sebagian yang hadir, tetapi tiga orang lainnya masih terus bercakap-cakap. Setelah semuanya pulang, Anas memberitahukan Rasulullah saw. Rasulullah saw. pulang ke rumah Zainab, dan ia mengikutinya masuk. Kemudian Rasulullah memasang hijab/ penutup. Berkenaan dengan peristiwa tersebut turunlah ayat ini (al-Ahzab: 53) yang melarang masuk ke rumah Nabi saw. sebelum mendapat izin serta (melarang) berlama-lama tinggal di rumah Nabi.

Diriwayatkan oleh at-Tarmidzi, yang menganggap hadits ini hasan, yang bersumber dari Anas bahwa Anas pernah berkumpul bersama Rasulullah saw.. Pada waktu itu Rasulullah masuk ke kamar pengantin wanita (yang baru dinikahinya). Tetapi di dalam kamar itu banyak orang, sehingga beliau keluar lagi. Setelah orang-orang itu pulang, barulah beliau masuk kembali. Kemudian beliau membuat hijab (penghalang) antara Rasulullah (serta istrinya) dengan Anas.
Kejadian ini diterangkan oleh Anas kepada Abu Thalhah. Abu Thalhah berkata: “Jika betul apa yang engkau katakan, tentu akan turun ayat tentang ini.” Berkenaan dengan peristiwa ini, turunlah “aayatul hijab” (al-Ahzab: 53).

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dengan sanad yang shahih, yang bersumber dari ‘Aisyah bahwa ketika ‘Aisyah sedang makan beserta Rasulullah saw. masuklah ‘Umar. Rasulullah mengajaknya makan bersama. Ketika itu bersentuhlah jari ‘Aisyah dengan ‘Umar, sehingga ‘Umar berkata: “Aduhai sekiranya usul saya diterima (untuk memasang hijab), tentu tak seorangpun dapat melihat istri tuan.” Berkenaan dengan peristiwa ini turunlah ayat hijab (al-Ahzab: 53).

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. dan duduk berlama-lama di tempat itu. Nabi saw. keluar rumah sampai tiga kali agar orang itu mengikutinya keluar, akan tetapi ia tetap tidak keluar. Ketika itu masuklah ‘Umar dengan memperlihatkan kebencian pada mukanya. Ia berkata pada orang itu: “Mungkin engkau telah mengganggu Rasulullah saw!” Bersabdalah Nabi saw.: “Aku telah berdiri tiga kali agar orang itu mengikuti aku, akan tetapi ia tidak juga melakukannya.” ‘Umar berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana sekirannya tuan membuat hijab, karena istri-istri tuan tidaklah sama dengan dengan istri-istri yang lain. Hal ini akan lebih menentramkan dan menyucikan hati mereka.” Berkenaan dengan peristiwa ini turunlah ayat hijab (al-Ahzab: 53).

Menurut al-Hafizh ibnu Hajar, peristiwa-peristiwa tersebut dapat digabungkan menjadi asbabun nuzul ayat di atas (al-Ahzab: 53), yang semuanya terjadi sebelum kisah Zainab. Oleh karena peristiwa-peristiwa itu tidak lama sebelum kisah Zainab terjadi. Namun tidak ada halangan menyatakan bahwa turunnya ayat tersebut karena berbagai sebab.

Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d yang bersumber dari Muhammad bin Ka’b bahwa apabila Rasulullah saw. bangkit menuju rumahnya, orang-orang berebut duduk di rumah Rasulullah saw., tapi pada wajah beliau tidak tampak adanya perubahan. Oleh karena itu Rasulullah tidak sempat makan karena banyaknya orang. Turunlah ayat ini (al-Ahzab: 53) sebagai peringatan kepada orang-orang yang memasuki rumah Rasulullah tanpa mengenal waktu.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Zaid bahwa Rasulullah saw. mendengar ucapan orang yang berkata: “Jika Nabi wafat, aku akan kawin degan fulanah (bekas istri Rasul).” Maka turunlah akhir ayat ini (al-Ahzab: 53) sebagai larangan mengawini bekas istri Rasulullah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ayat ini (al-Ahzab: 53) turun berkenaan dengan seseorang yang bermaksud mengawini salah seorang bekas istri Rasulullah saw., sesudah beliau wafat. Menurut Sufyan, istri Rasul yang dimaksud adalah ‘Aisyah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi bahwa Thalhah bin ‘Ubaidillah berkata: “Mengapa Muhammad membuat hijab antara kita dengan putri-putri paman kita, padahal beliau sendiri mengawini istri-istri yang seketurunan dengan kita. Sekiranya terjadi sesuatu, aku akan mengawini bekas istri beliau.” Maka turunlah akhir ayat ini (al-Ahzab: 53) yang melarang perbuatan itu.

Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d yang bersumber dari Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm bahwa ayat ini (al-Ahzab: 53) turun berkenaan dengan ucapan Thalhah bin ‘Ubaidillah yang berkata: “Sekiranya Rasulullah wafat, aku akan mengawini ‘Aisyah.”

Diriwayatkan oleh Juwaibir yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa seorang laki-laki datang kepada seorang istri Rasululah saw. dan bercakap-cakap dengannya. Laki-laki itu adalah anak paman istri Rasulullah. Bersabdalah Rasulullah saw.: “Janganlah kamu berbuat seperti itu lagi.” Orang itu berkata: “Ya Rasulullah, ia adalah putri pamanku. Demi Allah, aku tidak berkata yang munkar dan iapun tidak berkata yang mungkar.” Rasulullah saw. bersabda: “Aku tahu hal itu. Sesungguhnya tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah, dan tidak ada seorangpun yang lebih cemburu daripada aku.” Dengan rasa dongkol orang itu pun pergi dan berkata: “Ia menghalangi aku bercakap-cakap dengan anak pamanku. Sungguh aku akan kawin dengannya setelah beliau wafat.” Maka turunlah ayat ini (al-Ahzab: 53) yang melarang perbuatan itu.
Berkatalah Ibnu ‘Abbas : “Orang itu memerdekakan hamba dan menyumbangkan sepuluh unta untuk digunakan fisabilillah dan naik haji sambil berjalan kaki, dengan maksud tobat atas omongannya itu.”

Sumber: Asbabun Nuzul, KHQ Shaleh dkk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: