Asbabun Nuzul Surah An-Nuur (3)

21 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

23.”Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah* lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la’nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar,”
(an-Nuur:23)

24.”Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”
(an-Nuur: 24)

25. “Di hari itu, Allah akan memberi mereka Balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang benar, lagi yang menjelaskan (segala sesutatu menurut hakikat yang sebenarnya).”
(an-Nuur: 25)

26.”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)**.”
(an-Nuur: 26)

* Yang dimaksud dengan wanita-wanita yang lengah ialah wanita-wanita yang tidak pernah sekali juga teringat oleh mereka akan melakukan perbuatan yang keji itu.
** Ayat ini menunjukkan kesucian ‘Aisyah r.a. dan Shafwan dari segala tuduhan yang ditujukan kepada mereka. Rasulullah adalah orang yang paling baik Maka pastilah wanita yang baik pula yang menjadi istri beliau.

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani yang bersumber dari Khashif. Di dalam sanadnya terdapat Yahya al-Hamani, rawi yang dhaif. Bahwa Khashif bertanya kepada Sa’id bin Jubair: “Mana yang lebih besar dosanya, zina atau menuduh orang berzina?” Sa’id menjawab: “Zina.” Khashif berkata lagi: “Bukankah Allah berfirman: innal ladziina yarmuunal muhshanaatil ghaafilaatil mu’minaat.. (sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman [berbuat zina]…)’ dan seterusnya (an-Nuur: 23) yang menegaskan bahwa orang yang menuduh zina dilaknat oleh Allah di dunia dan di akhirat?” Sa’id berkata: “Ayat ini diturunkan khusus berkenaan dengan kejadian ‘Aisyah.”

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani yang bersumber dari adl-Dlahhak bin Muzahim bahwa turunnya ayat ini (an-Nuur: 23) turun khusus berkenaan dengan istri-istri Nabi saw.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa’id bin Jubair yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ayat ini (an-Nuur: 23) turun khusus berkenaan dengan peristiwa ‘Aisyah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Aisyah bahwa ‘Aisyah dituduh (berbuat keji), sedang ia sendiri tidak mengetahuinya. Kemudian barulah ada orang yang menyampaikan perihal tuduhan itu kepadanya. Ketika Rasulullah berada di tempat ‘Aisyah, turunlah wahyu, lalu beliau membetulkan duduknya dan menyapu mukanya. Setelah itu, bersabdalah Rasulullah: “Hai ‘Aisyah, bergembiralah engkau.” ‘Aisyah berkata: “Dengan memuji syukur kepada Allah, dan bukan kepada tuan.” Kemudian Rasulullah membacakan ayat itu (an-Nuur: 23-26).

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani, dengan sanad yang fijaal (para perawinya)nya tsiqat (kuat-kuat), yang bersumber dari ‘Abdullah bin Zaid bin Aslam, bahwa ayat ini (an-Nuur: 26) turun berkenaan dengan ‘Aisyah yang dituduh oleh kaum munafik dengan tuduhan dusta yang dibuat-buat, sehingga Allah mensucikan nya dari tuduhan itu.

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dengan dua sanad yang dua-duanya dhaif, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas, bahwa ayat ini (an-Nuur: 26) berkenaan dengan tuduhan yang dibuat-buat kepada istri Nabi saw.

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani yang bersumber dari al-Hakam bin ‘Utaibah. Isnad hadits ini shahih tapi mursal. Bahwa tatkala orang-orang membicarakan fitnah yang ditujukan kepada ‘Aisyah, Rasulullah mengirimkan utusan kepada ‘Aisyah: “Hai ‘Aisyah, bagaimana pendapatmu tentang ocehan orang mengenai dirimu?” ‘Aisyah menjawab: “Aku tidak akan memberikan sanggahan apapun hingga Allah menurunkan sanggahan dari langit.” Maka Allah menurunkan 16 ayat dari surah an-Nuur (an-Nuur: 11-26). Kemudian Rasulullah membacakan ayat-ayat tersebut sampai, al-khabiitsaatu lil khabiitsaiin.. (wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji…) (an-Nuur: 26).

27.”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.”
(an-Nuur: 27)

28.” Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, Maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. dan jika dikatakan kepadamu: “Kembali (saja)lah, Maka hendaklah kamu kembali. itu bersih bagimu dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(an-Nuur: 28)

29. “Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.”
(an-Nuur: 29)

Diriwayatkan oleh al-Faryabi dan Ibnu Jarir, yang bersumber dari ‘Adi bin Tsabit, bahwa seorang wanita Anshar mengadu kepada Rasulullah saw.: “Ya Rasulullah, aku berada di rumahku dalam keadaan aku tidak ingin dilihat oleh orang lain. Akan tetapi selalu saja ada laki-laki dari familiku masuk ke dalam rumahku. Apa yang harus aku lakukan?” Maka turunlah ayat ini (an-Nuur: 27) yang melarang kaum Mukminin memasuki rumah orang lain sebelum meminta izin dan mengucapkan salam.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Muqatil bin Hibban, bahwa ketika turun ayat yang memerintahkan supaya minta izin apabila hendak memasuki rumah orang, berkatalah Abu Bakr: “Ya Rasulullah, bagaimana dengan pedagang-pedagang Quraisy yang hilir mudik ke Mekah, Madinah, Syam, dan mereka memiliki rumah-rumah tertentu di jalan, apakah mereka mesti meminta izin dan memberi salam padahal tidak ada penghuninya?” Maka turunlah ayat selanjutnya (an-Nuur: 29) yang membolehkan kaum Mukminin memasuki rumah yang disediakan bukan untuk tempat tinggal karena keperluan tertentu.

Sumber: asbabun nuzul, KHQ Shaleh dkk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: