Asbabun Nuzul Surah An-Nuur (6)

21 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

62.”Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka Itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(an-Nuur: 62)

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dan al-Baihaqi di dalam Kitab ad-Dalaa-il, yang bersumber dari ‘Urwah, Muhammad bin Ka’b al-Qurazhi, dan lain-lain bahwa ketika orang-orang Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan menuju ke Madinah dalam Peperangan Ahzab, mereka bermarkas di dataran rendah pinggiran kota Madinah. Sedang pasukan dari Ghathafan bermarkas di Na’ma, di samping gunung Uhud. Berita ini sampai kepada Rasulullah saw. Beliau memerintahkan membuat khadaq (parit) sekeliling Madinah, bahkan beliau sendiri menyingsingkan lengan bajunya bekerja bersama kaum Muslimin. Akan tetapi kaum munafiqin memperlambat pekerjaan tersebut dengan memilih pekerjaan yang enteng-enteng. Mereka sering meninggalkan pekerjaannya dengan diam-diam tanpa sepengetahuan dan izin dari Rasulullah saw., untuk menengok keluarganya. Sedang kaum Muslimin, apabila harus meninggalkan pekerjaan itu karena keperluan yang tidak dapat ditangguhkan lagi, mereka berterus terang meminta izin kepada Rasulullah saw., dan beliaupun mengizinkannya. Apabila telah selesai kepentingannya, mereka segela kembali melanjutkan tugasnya tadi. Berkenaan dengan peristiwa ini, turunlah ayat tersebut (an-Nuur: 62) yang menegaskan perbedaan antara kaum Mukminin dan kaum munafikin.

63. “Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur- angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.”
(an-Nuur: 63)

Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di dalam Kitab ad-Dalaa-il, dari adl-Dlahhak yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa pada waktu itu, apabila orang-orang memanggil Rasulullah, mereka suka mengucapkan: “Ya Muhammad! Ya Abal Qasim!” Maka turunlah ayat ini (an-Nuur: 63) yang melarang kaum Muslimin memanggil nama pada Nabi Muhammad saw.. Setelah ayat ini turun, kaum Muslimin pun memanggil Nabi dengan panggilan “Yaa Nabiyyallaah, yaa Rasulullaah.”

Sumber: Asbabun Nuzul, KHQ Shaleh dkk

Iklan

2 Tanggapan to “Asbabun Nuzul Surah An-Nuur (6)”

  1. Ahmad Muridan 11 Desember 2014 pada 23.01 #

    Assalamu`alaikum warohmatullahi wabarokatuh
    tanya pak ustadz. betulkah ayat 63 surat an-nur merupakan dalil disunnahkannya memanggil Rosulullah dengan memakai lafad ” syayidina ” karena disitus dibawah ini disebutkan ”
    salafytobat.wordpress.com/…/tafsir-al-quran-surat-an-nur-ayat-63-tid
    dg begitu banyak dalil.
    mohon pencerahannya.
    Barokallahu fiikum
    Wassalamu`alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    • untungsugiyarto 12 Desember 2014 pada 17.45 #

      Wa’alaikumus salaam wr.wb.
      Subhaanallaah. Akhi sangat bersemangat untuk menuntut ilmu Allah. Semoga Allah memberkahi antum. Adapun untuk hal yang antum tanyakan itu sebetulnya adalah masalah khilafiyah/ masalah cabang yang insya Allah tidak membedakan aqidah sesama muslim yang pendapatnya berseberangan tersebut. Perbedaan dalam fiqih adalah hal biasa. Nah silakan antum pilih yang mana yang lebih mantap di hati. Yang jelas keduanya benar menurut ijtihad masing2 dan keduanya kita akui sebagai ahlus sunnah wal jama’ah. Yang salah adalah yang bersikeras dengan pendapat pihaknya lalu menyalahkan pendapat lainnya, lalu terjadilah perpecahan sesama muslim. semoga kita tidak termasuk orang yang berpecah belah dalam agama ini. aamiin..
      Wassalamu`alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: