Asbabun Nuzul Surah Al-Hajj (2)

22 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

25. “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidilharam yang Telah kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.”
(al-Hajj: 25)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah saw. pernah mengutus ‘Abdullah bin Anis beserta dua orang lainnya, yang seorang Muhajirin dan seorang lagi Anshar. Dalam perjalanan, mereka saling membanggakan keturunan masing-masing, sehingga ‘Abdullah bin Anis marah dan membunuh orang Anshar tersebut. Kemudian ia murtad dari agama Islam dan lari ke Mekah. Maka turunlah ayat ini (al-Hajj: 25) sebagai celaan terhadap perbuatan seperti itu.

27. “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus* yang datang dari segenap penjuru yang jauh,”
(al-Hajj: 27)

* Unta yang kurus menggambarkan jauh dan sukarnya yang ditempuh oleh jemaah haji.

Diriwayatkan oleh Jabir yang bersumber dari Mujahid bahwa diantara kaum Mukminin yang naik haji terdapat orang-orang yang tidak berkendaraan. Maka turunlah ayat ini (al-Hajj: 27). Pada kesempatan lain kaum Mukminin diperintahkan membawa bekal serta diizinkan pula berkendaraan dan membawa dagangan.

37. “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah Telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”
(al-Hajj: 37)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa orang-orang jahiliyyah biasa membalur baitullah dengan daging unta dan darahnya. Berkatalah shahabat-shahabat Nabi saw.: “Kita lebih berhak membalur baitullah.” Maka turunlah ayat ini (al-Hajj: 37) yang menegaskan bahwa Allah tidak akan menerima daging dan darah qurban mereka, akan tetapi yang Allah terima adalah ketakwaan.

39. “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, Karena Sesungguhnya mereka Telah dianiaya. dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,”
(al-Hajj: 39)

Diriwayatkan oleh Ahmad, at-Tirmidzi, dan al-Hakim, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Menurut at-Tirmidzi, hadits ini hasan, sedang menurut al-Hakim hadits ini shahih. Bahwa ketika Nabi saw. hijrah dari Mekah, berkatalah Abu Bakr: “Mereka telah mengusir nabi mereka. Mereka pasti akan dibinasakan.” Maka turunlah ayat ini (al-Hajj: 39) yang memberi kelonggaran untuk berperang bilamana umat Islam dianiaya.

52. “Dan kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat- nya. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana,”
(al-Hajj: 52)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, Ibnu Jarir, dan Ibnul Mundzir dengan sanad yang shahih, yang bersumber dari Sa’id bin Jubair. Diriwayatkan pula oleh al-Bazzar dan Ibnu Marduwaih, melalui jalan lain, dari Sa’id bin Jubair, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika Nabi saw. di Mekah membaca surat, wan najmi idzaa hawaa (demi bintang ketika terbenam) sampai ayat, a fa ra-aitumul laata wal ‘uz-zaa wa manaatats tsaalitsatal ukh-raa (maka apakah patut kamu [hai orang-orang musyrik] menganggap al-Latta dan al-‘Uzza, dan manah yang ketiga, yang paling terkemudian [sebagai anak perempuan Allah]) (an-Najm: 1-20), setan menyelinap pada lidah beliau , tilkal gharaaniiqul ‘ulaa wa inna syafaa’atahunna la turtajaa (itulah berhala-berhala yang paling mulia dan syafaatnya benar-benar dapat diharapkan). Berkatalah kaum musyrikin: “Dia belum pernah menyebut-nyebut dan memuji tuhan kita sebelum ini.” Setelah sampai pada bacaan sajdah, Nabi saw. sujud dan mereka mengikutinya. Maka turunlah ayat ini (al-Hajj: 52) sebagai penegasan bahwa setan selalu berusaha membelokkan apa-apa yang ditugaskan kepada para Nabi dan Rasul. Tetapi Allah melindunginya dari gangguan setan.

Keterangan: menurut al-Bazzar, riwayat-riwayat yang menyebutkan gharaaniqul ‘ulaa tidak ada yang muttashil (yang sampai kepada Nabi saw.) kecuali sanad yang ia riwayatkan. Bersambungnya riwayat ini melalui rawi tunggal, yaitu umayyah bin Khalid, dan ia termasuk rawi yang dapat dipercaya dan masyhur. Pendapat ini menjadi pegangan as-Suyuthi.
Hadits semakna diriwayatkan pula oleh al-Bukhari yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas dengan sanad yang rawinya antara lain al-Waqidi; diriwayatkan pula oleh Ibnu Marduwaih dari al-Kalbi, dari Abu Shalih, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas; diriwayatkan pula oleh Ishaq di dalam kitab Ash-Shirah, dari Muhammad bin Ka’b dan Musa bin ‘Uqbah, dari Ibnu Syihab; diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir dari Muhammad bin Ka’b dan Muhammad bin Qais; diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi. Riwayat-riwayat tersebut memiliki makna yang sama dan semuanya daif atau munqati’, kecuali dari sumber Sa’id bin Jubair pada riwayat yang disebut pertama.
Menurut Ibnu Hajar, banyaknya sanad dalam riwayat ini menunjukkan bahwa kisah ini mempunyai sumber. Disamping itu terdapat dua sanad yang shahih tapi mursal yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, yang satu dari az-Zuhri yang bersumber dari Abu Bakr bin ‘Abdirrahman bin al-Harits bin Hisyam, dan yang satunya lagi dari Dawud bin Hind yang bersumber dari Abul ‘Aliyah.
Adapun perkataan Ibnul ‘Arabi dan ‘Iyadh yang menyatakan bahwa riwayat ini semuanya palsu dan tidak bersumber, tidaklah dapat dijadikan pedoman.

Sumber: asbabun nuzul, KHQ Shaleh dkk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: