Asbabun Nuzul Surah Maryam

22 Jan

asbabun nuzul surah alquran

64.”dan tidaklah Kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa.”
(Maryam: 64)

Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah saw bertanya kepada Jibril: “Apa yang menghalangimu untuk berziarah kepadaku lebih sering daripada yang biasa engkau lakukan?” Maka turunlah ayat ini (Maryam: 64) yang menegaskan bahwa Jibril turun kepada Muhammad hanya atas perintah Allah swt.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Ikrimah bahwa Jibril tidak turun membawa wahyu selama empat puluh hari. Selanjutnya dalam riwayat ini dikemukakan cerita bagaimana yang tercantum dalam riwayat al-Bukhari di atas.

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Anas bahwa Nabi saw bertanya kepada Jibril: “Kedudukan manakah yang paling dicintai Allah, dan manakah yang paling dibenci Allah?” Jibril menjawab: “Saya tidak tahu sebelum saya Tanya dulu.” Setelah lama berlalu, Jibrilpun kembali. Nabi berkata: “Engkau telah lama tidak datang kepadaku sehingga aku mengiria bahwa engkau marah.” Maka berkatalah Jibril menyampaikan ayat ini (Maryam: 64) yang menegaskan bahwa turunnya hanya atas perintah Allah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika kaum Quraisy bertanya kepada Nabi saw. tentang pemuda-pemuda ashhabul Kahfi, Allah tidak menurunkan wahyu kepada beliau selama lima belas hari. Ketika Jibril datang kembali, Rasul menegurnya atas keterlambatannya itu. Maka Jibril menyampaikan ayat ini (Maryam: 64) sebagai jawabannya.

77.“Maka Apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan: “Pasti aku akan diberi harta dan anak”.
(Maryam: 77)

Diriwayatkan oleh asy-Syaikhaan (al-Bukhari dan Muslim) dan lain-lain yang bersumber dari Kabbab bin al-Arat bahwa Kabbab bin al Arat datang kepada al-‘Ashi bin Wa-il as-Sahmi untuk menagih haknya, akan tetapi dijawab: “Aku tidak akan memberikan kepadamu sebelum engkau kufur kepada Muhammad.” Khabbab menjawab: “Apakah engkau tidak akan memberikannya sampai engkau mati dan dibangkitkan kembali?” Ia berkata: “Apakah aku akan mati dan dibangkitkan kembali?” Khabbab menjawab: “Benar.” Ia berkata: “Kalau demikian, aku akan membayarnya kelak di sana, karena di sana aku akan mempunyai harta dan anak.” Ayat ini (Maryam: 77) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

96. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah* akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.”
(Maryam: 96)

*Dalam surat Maryam ini nama Allah Ar Rahmaan banyak disebut, untuk memberi pengertian bahwa, Allah memberi ampun tanpa perantara.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf bahwa ketika ‘Abdurrahman bin ‘Auf hijrah ke Madinah, ia merasa kesepian karena meninggalkah shahabat-shahabatnya di Mekah. Shahabat-shahabatnya itu antara lain: Syaibah bin Rabi’ah, ‘Utbah bin Rabi’ah, serta Umayyah bin Khalaf (kesemuanya kafir Quraisy, sedang ‘Abdurrahman bin ‘Auf sendiri seorang Mukmin). Maka turunlah ayat ini (Maryam: 96) yang menegaskan bahwa kaum Mukminin yang beramal shaleh akan mendapat shahabat yang saling mencintai.

Sumber: asbabun nuzul, KHQ Shaleh dkk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: