Asbabun Nuzul Surah Thaahaa

22 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

1. “Thaahaa*.
2. Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah;”
(Thaahaa: 1-2)

*Thaahaa Termasuk huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian daripada surat-surat Al Quran, ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan sebagainya. diantara Ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang Termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian Para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, Maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas, bahwa pada permulaan turun wahyu, Nabi saw. suka shalat dengan berdiri pada kedua ujung jari kakinya (berjingkat). Maka sehubungan dengan tekanan badannya yang berganti-ganti di atas kedua ujuk jari kakinya (yang memberatkan beliau itu), turunlah ayat ini (Thaahaa: 1-2) sebagai petunjuk agar tidak tersiksa dalam melakukan shalat.

Diriwayatkan oleh ‘Abd bin Humaid di dalam tafsir-nya, yang bersumber dari ar-Rabi’ bin Anas bahwa apabila Nabi saw. berdiri shalat, beliau suka berganti-ganti tekanan badannya di atas kedua kakinya untuk menghilangkan rasa penat. Maka turunlah ayat ini (Thaahaa: 1-2) sebagai petunjuk kepada beliau.

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih dari al-‘Aufi yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa kaum kafir Quraisy berkata: “Orang ini (Muhammad) telah disusahkan oleh Rabb-nya.” Maka turunlah ayat ini (Thaahaa: 1-2) sebagai bantahan atas ucapan mereka.

105. “dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, Maka Katakanlah: “Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya,”
(Thaahaa: 105)

Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa kaum Quraisy bertanya: “Apakah yang akan dilakukan Rabb-mu pada hari kiamat terhadap gunung-gunung?” ayat ini (Thaahaa: 105) turun sebagai penjelasan bahwa gunung-gunung itu pada hari kiamat akan dihancurkan seremuk-remuknya.

114. “Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu*, dan Katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”
(Thaahaa: 114)

*Maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril a.s. kalimat demi kalimat, sebelum Jibril a.s. selesai membacakannya, agar dapat Nabi Muhammad s.a.w. menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan itu.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi bahwa apabila Jibril datang membawa wahyu, Nabi saw. bersusah payah menghafalnya hingga menyusahkan dirinya sendiri. Beliau takut kalau-kalau Jibril kembali ia belum hafal. Maka turunlah ayat ini (Thaahaa: 114) sebagai teguran agar tidak terburu-buru menghafalnya sebelum wahyu itu selesai diturunkan.

131. “dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.”
(Thaahaa: 131)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Marduwaih, al-Bazzar, dan Abu Ya’la, yang bersumber dari Abu Rafi’ bahwa Rasulullah saw. kedatangan seorang tamu. Beliau menyuruh Abu Rafi’ meminjam terigu pada seorang Yahudi, yang akan dibayarnya pada awal bulan Rajab. Berkatalah si Yahudi: “Aku tidak dapat memberinya pinjaman kecuali pakai jaminan.” Pulanglah Abu Rafi’ kepada Nabi saw. dan menceritakan hal itu. Bersabdalah Rasulullah saw.: “Demi Allah aku ini dikenal sebagai orang yang benar-benar jujur di jagat ini.” Dan turunlah ayat ini (Thaahaa: 131), di saat Abu Rafi’ belum meninggalkan Nabi, yang melarang Nabi mengharapkan sesuatu dari golongan luar Islam.

Sumber: asbabun nuzul, KHQ Shaleh dkk.

Iklan

3 Tanggapan to “Asbabun Nuzul Surah Thaahaa”

  1. mas ndowi 31 Juli 2014 pada 21.04 #

    mohon dicarikan asbabun nuzul q.s.thaha ayat 41

    • untungsugiyarto 4 Agustus 2014 pada 23.35 #

      silakan dicari di blob map dgn gambar “hujan” atau di mistar blog dgn judul al-qur’an. tks

  2. rizki ramadhani 8 Mei 2016 pada 11.10 #

    mohon di carikan asbabun nujul q.s thaha ayat 44

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: