Asbabun Nuzul Surah Al-Hijr

25 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

24. “Dan Sesungguhnya kami Telah mengetahui orang-orang yang terdahulu daripada-mu dan Sesungguhnya kami mengetahui pula orang-orang yang terkemudian (daripadamu).”
(al-Hijr: 24)

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, an-Nasa-i, dan al-Hakim, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ada seorang wanita yang sangat cantik shalat bermakmum kepada Nabi saw., sehingga sebagian orang maju ke shaf pertama agar tidak melihat wanita itu. Sementara sebagian lagi mundur ke shaf belakang, sehingga apabila rukuk dapat melihat wanita tersebut diantara ketiaknya. Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Hijr: 24) yang menegaskan bahwa Allah Maha Mengetahui maksud orang-orang yang ada di shaf pertama dan di Shaf belakang.

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Dawud bin Shalih bahwa Dawud bin Shalih bertanya kepada Sahl bin Hunaif al-Anshari tentang ayat ini (al-Hijr: 24), apakah turun berkenaan dengan perang fisabilillah? Sahl menjawab: “Bukan, akan tetapi turun berkenaan shaf dalam shalat.”

43. “Dan Sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang Telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.”
(al-Hijr: 43)

44. “Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.”
(al-Hijr: 44)

45. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).”
(al-Hijr: 45)

46. “Dikatakan kepada mereka): ‘Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman*’”
(al-Hijr: 46)

*sejahtera dari bencana dan aman dari malapetaka.

Diriwayatkan oleh ats-Tsa’labi yang bersumber dari Salman al-Farisi bahwa ketika Salman al-Farisi mendengar ayat, wa inna jahannama la mau’iduhum ajma’iin (dan sesungguhnya jahannam itu benar tempat yang telah diancamkan kepada merka [pengikut-pengikut setan] semuanya) (al-Hijr: 43), secara tidak sadar ia berlari selama 3 hari menjauhkan diri dari orang-orang karena ketakutan. Kemudian ia dibawa kepada Nabi saw. dan ditanya. Ia menjawab: “Ya Rasulullah, dengan turunnya ayat ini (al-Hijr: 43) terasa putuslah jantungku.” Maka Allah menurunkan ayat selanjutnya (al-Hijr: 45) yang menegaskan bahwa bagi kaum Muttaqiin disediakan surga yang nyaman.

47. “Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.”
(al-Hijr: 47)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Ali bin al-Husain, bahwa ayat ini (al-Hijr: 47) turun berkenaan dengan Abu Bakr dan ‘Umar (yang rasa dengkinya dicabut Allah swt.). Ada orang yang bertanya: “Kedengkian apa?” ‘Ali bin al-Husain menjawab: “Kedengkian jahiliyyah, yaitu sikap permusuhan antara bani Tamim (Abu Bakr), bani ‘Adi (‘Umar), dan bani Hasyim (‘Ali). Ketika Abu Bakr terserang sakit pinggang, ‘Ali memanaskan tangannya, dan dengan tangannya itu ia menghangatkan pinggang Abu Bakr. Ayat ini (al-Hijr: 47) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

49. “Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Sesungguhnya Aku-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,”
(al-Hijr: 49)

50. “Dan bahwa Sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.”
(al-Hijr: 50)

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani yang bersumber dari ‘Abdullah bin Zubair bahwa Rasulullah menegur para shahabatnya yang sedang tertawa saat beliau lewat di tempat itu, dengan berkata: “Apa gerangan yang menyebabkan kalian tertawa? Padahal surga dan neraka itu sudah diperingatkan kepada kalian.” Maka turunlah ayat ini (al-Hijr: 49-50) sebagai teguran kepada Nabi supaya membiarkan mereka tertawa, karena Allah itu ghafuurur rahiim (Maha Pengampun lagi Maha Penyayang), tetapi juga mengingatkan mereka bahwa siksa Allah sangat pedih.

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari salah seorang shahabat Nabi bahwa Rasulullah saw. melihat para shahabat dari pintu Bani Syaibah, sambil bersabda: “Aku tidak ingin melihat kalian tertawa.” Kemudian beliau meninggalkan mereka. Tidak lama kemudian beliau kembali lagi sambil mundur dan bersabda: “Ketika aku tiba di Hijr (Isma’il), Jibril datang menegurku: “Hai Muhammad, sesungguhnya Allah berfirman kepadamu: ‘Mengapa engkau memutuskan harapan hamba-hamba-Ku?” (sebagaimana firman-Nya dalam (al-Hijr: 49-50).

95. “Sesungguhnya kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu),”
(al-Hijr: 95)

Diriwayatkan oleh al-Bazzar dan ath-Thabarani, yang bersumber dari Anas bin Malik bahwa, ketika Nabi saw. lewat di hadapan orang-orang kafir Mekah, mereka saling mengedipkan mata tanpa setahu Nabi. Mereka mengejek sambil berkata kepada sesamanya: “Inikah orang yang menganggap dirinya seorang nabi?” Pada waktu itu kebetulan Jibril menyertai Nabi saw.. Maka Jibril menusuk punggung mereka dengan jarinya sehingga berbekas di badan mereka sebesar kuku, yang kemudian menjadi radang dan luka-luka yang berbau busuk. Tiada seorangpun yang sanggup berdekatan dengan mereka. Ayat ini (al-Hijr: 95) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa Nabi Muhammad selalu dilindungi oleh Allah swt. dari gangguan mereka.

sumber: Asbabun Nuzul, KHQ Shaleh dkk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: