Asbabun Nuzul Surah An-Nahl (2)

25 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

80. “Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).”
(an-Nahl: 80)

81. “Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang Telah dia ciptakan, dan dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan dia jadikan bagimu Pakaian yang memeliharamu dari panas dan Pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).”
(an-Nahl: 81)

82. “Jika mereka tetap berpaling, Maka Sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang*”
(an-Nahl: 82)

*Maksudnya: nabi Muhammad s.a.w. tidak dapat memberi taufiq dan hidayah kepada seseorang sehingga dia beriman.

83. “Mereka mengetahui nikmat Allah, Kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.”
(an-Nahl: 83)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Mujahid bahwa ketika seorang Arab bertanya kepada Nabi saw. tentang Allah, beliau membacakan ayat, wallaahu ja’ala lakum mim buyuutikum sakanaa.. (dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal…) (an-Nahl: 80). Orang itupun mengiyakannya. Kemudian Nabi saw. membacakan kelanjutan ayat tersebut, …. wa ja’ala lakum ming juluudil an’aami buyuutang tastakhiffuunahaa yauma zha’nikum wa yauma iqaamatikum..(.. dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah [kemah-kemah] dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan [membawa]-nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim…) (an-Nahl: 80), orang itu berpaling dan tidak mau masuk Islam. Maka turunlah ayat selanjutnya (an-Nahl: 83) yang menegaskan bahwa walaupun orang-orang tahu akan nikmat yang diberikan Allah, tapi kebanyakan mereka tetap kafir.

91. “Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu Telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.”
(an-Nahl: 91)

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Buraidah bahwa ayat ini (an-Nahl: 91) turun sebagai perintah untuk mematuhi baiat pada Nabi saw. (masuk Islam).

92. “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain*. Sesungguhnya Allah Hanya menguji kamu dengan hal itu. dan Sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.”
(an-Nahl: 92)

*kaum muslimin yang jumlahnya masih sedikit itu Telah mengadakan perjanjian yang Kuat dengan nabi di waktu mereka melihat orang-orang Quraisy berjumlah banyak dan berpengalaman cukup, lalu timbullah keinginan mereka untuk membatalkan perjanjian dengan nabi Muhammad s.a.w. itu. Maka perbuatan yang demikian itu dilarang oleh Allah s.w.t.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abu Bakr bin Abi Hafsh bahwa Sa’idah al-Asadiyyah adalah seorang gila, yang kerjannya hanyalah mengepang dan mengurai kembali rambutnya berulang kali. Ayat ini (an-Nahl: 92) turun sebagai perumpamaan bagi orang-orang yang selalu mengikat janji, tapi tidak menepatinya.

103. “Dan Sesungguhnya kami mengetahui bahwa mereka berkata: “Sesungguhnya Al Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)”. padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa ‘Ajam*, sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang.”
(an-Naml: `103)

*Bahasa ‘Ajam ialah bahasa selain bahasa Arab dan dapat juga berarti bahasa Arab yang tidak baik, Karena orang yang dituduh mengajar Muhammad itu bukan orang Arab dan Hanya tahu sedikit-sedikit bahasa Arab.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dengan sanad yang daif, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah saw. mengajar seorang bule, ‘abid Romawi yang bernama Bal’am, di Mekah. Ia tidak dapat berbahasa Arab dengan fasih. Ketika kaum musyrikin melihat Rasulullah sering keluar masuk rumah Bal’am, mereka berkata: “Tentu Bal’am mengajarinya.” Maka Allah menurunkan ayat ini (an-Nahl: 103) sebagai bantahan terhadap pendapat kaum musyrikin itu.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Hushain yang bersumber dari ‘Abdullah bin Muslim al-Hadlrami bahwa ‘Abdullah bin Muslim al-Hadlrami mempunyai dua ‘abid yang bernama Yasar dan Jabr, orang Sicilia. Keduanya membaca dan mengajarkan ilmunya. Rasulullah saw. sering lewat ke tempat mereka dan mendengarkan bacaannya. Orang-orang musyrik berkata: “Muhammad belajar dari kedua orang itu.” Turunnya ayat ini (an-Nahl: 103) sebagai bantahan atas tuduhan mereka.

Sumber: asbabun nuzul, KHQ Shaleh dkk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: