Asbabun Nuzul Surah Ar-Ra’d

25 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

8. “Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang Sempurna dan yang bertambah. dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.”
(ar-Ra’d: 8)

9. “Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; yang Maha besar lagi Maha Tinggi.”
(ar-Ra’d: 9)

10. “Sama saja (bagi Tuhan), siapa diantaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan Ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari.”
(ar-Ra’d: 10)

11. “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah*. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan** yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
(ar-Ra’d: 11)

*bagi tiap-tiap manusia ada beberapa malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa malaikat yang mencatat amalan-amalannya. dan yang dikehendaki dalam ayat Ini ialah malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut malaikat Hafazhah.
**Tuhan tidak akan merobah keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.

12. “Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan dia mengadakan awan mendung.”
(ar-Ra’d: 12)

13. “Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat Karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan yang Maha keras siksa-Nya.”
(ar-Ra’d: 13)

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Arbad bin Qa’is dan ‘Amir bin ath-Thufail menghadap Rasulullah saw. di Madinah. ‘Amir berkata: “Hai Muhammad. Jabatan apa yang akan engkau berikan kepadaku apabila aku masuk Islam?” Rasulullah menjawab: “Hakmu sama dengan hak kaum Muslimin, dan kewajibanmu serupa dengan kewajiban mereka.” Ia berkata lagi: “Apakah engkau akan menjadikanku pimpinan setelahmu?” Nabi menjawab: “Itu bukan urusanmu dan juga bukan urusan kaummu.”
Kemudian mereka berdua keluar. Berkatalah ‘Amir kepada Arbad: “Aku akan mengajak bicara Muhammad sehingga ia tidak memperhatikan kamu, dan saat itulah kamu penggal lehernya.” Kemudian mereka kembali lagi kepada Rasulullah.” ‘Amir berkata: “Hai Muhammad, mari kita bicarakan sesuatu.” Maka berdirilah Rasulullah saw. bersamanya dan bercakap-cakap dengannya. Pada waktu itu Arbad sudah bersiap-siap memegang hulu pedang untuk mencabutnya, akan tetapi tangannya tidak berdaya. Rasulullah berpaling dan melihat perbuatannya. Kemudian Rasulullah meninggalkan kedua orang itu, dan mereka pun pulang. Ketika sampai di kampung ar-Raqm, Allah mengirimkan petir untuk menyambar Arbad sampai mati. Allah menurunkan ayat ini (ar-Ra’d: 8-13) sebagai penegasan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk yang masih di dalam kandungan, dan Maha Kuasa mengatur hidup dan mati makhluk-Nya.

Diriwayatkan oleh an-Nasa-i dan al-Bazzar, yang bersumber dari Anas bahwa Rasulullah mengutus seorang shahabatnya kepada seorang pembesar jahilian untuk mengajaknya kepada agama Allah. Berkatalah pembesar itu: “Apakah Rabb-mu, yang engkau ajak supaya aku menyembah-Nya itu, dibuat dari besi, tembaga, perak, atau emas?” Utusan itu kembali dan melaporkan kejadian itu kepada Rasulullah saw.. Kemudian ia disuruh kembali mengajak pembesar jahiliah itu sampai tiga kali. Maka Allah mengirimkan petir untuk menyambarnya sampai terbakar. Turunnya ayat ini (ar-Ra’d: 13) berkenaan dengan peristiwa tersebut.

31. “Dan sekiranya ada suatu bacaan (Kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah Al Quran Itulah dia)*. Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka Tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.”
(ar-Ra’d: 31)

*dapat juga ayat Ini diartikan: Dan sekiranya ada suatu bacaan (Kitab suci) yang dengan membacanya gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat bicara (namun mereka tidak juga akan beriman).

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan lain-lain, yang bersumber dai Ibnu ‘Abbas bahwa kaum jahiliyah berkata kepada Nabi saw.: “Jika benar sebagaimana engkau katakan, perlihatkanlah kepada kami nenek moyang kami yang telah mati terdahulu, agar kami dapat bercakap-cakap dengannya, dan singkirkanlah gunung-gunung kota Mekah yang menyempitkan kami.” Maka turunlah ayat ini (ar-Ra’d: 31) yang menegaskan bahwa kaum jahiliyah akan tetap kufur walaupun dipenuhi permintaannya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Marduwaih, yang bersumber dari ‘Athiyyah al-‘Aufi bahwa kaum jahiliyah menjawab ajakan Nabi saw. dengan mengemukakan berbagai syarat, yaitu: agar Nabi dapat menyingkirkan gunung-gunung sehingga Mekah menjadi luas dan dapat ditanami, atau mempersingkat jarak di bumi ini sebagaimana Nabi Sulaiman mendekatkan jarak di bumi untuk kaumnya dengan mempergunakan angin, atau menghidupkan orang mati sebagaimana ‘Isa menghidupkan orang mati untuk kaumnya. Maka turunlah ayat ini (ar-Ra’d: 31) yang menegaskan bahwa mereka akan tetap kufur walaupun segala kehendaknya dikabulkan.

38. “Dan Sesungguhnya kami Telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)*”
(ar-Ra’d: 38)

39. “Allah menghapuskan apa yang dia kehendaki dan menetapkan (apa yang dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).”

*tujuan ayat Ini ialah pertama-tama untuk membantah ejekan-ejekan terhadap nabi Muhammad s.a.w. dari pihak musuh-musuh beliau, Karena hal itu merendahkan martabat kenabian. keduanya untuk membantah pendapat mereka bahwa seorang Rasul itu dapat melakukan mukjizat yang diberikan Allah kepada rasul-Nya bilamana diperlukan, bukan untuk dijadikan permainan. bagi tiap-tiap Rasul itu ada kitabnya yang sesuai dengan keadaan masanya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Mujahid bahwa ketika turun ayat ini (ar-Ra’du: 38), orang-orang Quraisy berkata: “Kami berpendapat, kalau demikian engkau ini (Muhammad) tidak memiliki apapun dan segalanya telah selesai.” Maka Allah menurunkan ayat selanjutnya (ar-Ra’d: 39) yang menegaskan bahwa Allah-lah yang menghapuskan dan menetapkan segala sesuatunya, dan al-Qur’an itu sebagai mukjizat Muhammad.

Sumber: asbabun nuzul, KHQ Shaleh dkk

Iklan

6 Tanggapan to “Asbabun Nuzul Surah Ar-Ra’d”

  1. Achmad Ginanto 31 Mei 2013 pada 16.24 #

    terimakasih atas artikelnya sgt bermanfaat buat saya

  2. sofi 2 September 2014 pada 20.43 #

    ayat 23-24 kok gak ada ya??

    • untungsugiyarto 3 September 2014 pada 06.09 #

      Itu artinya ayat tersebut sampai sekarang belum diketahui tentang asbabun nuzulnya. Atau boleh jadi memang tidak ada asbabun nuzulnya, sebab memang tidak semua ayat al-Qur’an itu selalu memiliki asbabun nuzul.

  3. nur aini kadirun al kamil 22 Maret 2016 pada 18.42 #

    ustadz.. bagaimana landasan hukumnya tentang dibacakannya QS Ar-Ra’du kepada seorang yang sedang sakit keras? apakah ada hadistnya yang shoheh? terimakasih..

    • untungsugiyarto 24 Maret 2016 pada 19.54 #

      Masyaa Allah… pertanyaan yang baik sekali. Apakah ada yang ingin bantu jawab? Silakan…

    • saif riza 28 Maret 2016 pada 09.51 #

      surat apa saja dalam al qur an bisa menyembuhkan penyakit, maka dihatamkan saja tiap hari kalau mau sembuh. itu yang rohani, tentunya dibarengi dengan taubat yang sunguh2 juga usahakan secara dohir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: