Asbabun Nuzul Surah Huud

25 Jan

asbabun nuzul surah al-qur’an

5. “Ingatlah, Sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri daripadanya (Muhammad)*. Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala isi hati.”
(Huud: 5)

*Maksudnya: menyembunyikan perasaan permusuhan dan kemunafikan mereka terhadap nabi Muhammad s.a.w.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa pada waktu itu banyak orang yang merasa malu apabila tidur telentang dan malu bercampur dengan istrinya. Maka turunlah ayat ini (Huud: 5) berkenaan dengan mereka.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan lain-lain, yang bersumber dari ‘Abdullah bin Syaddad bahwa apabila bertemu dengan Rasulullah saw. kaum munafikin suka memalingkan muka dan membalikkan badan agar tidak terlihat oleh beliau karena malu. Maka turunlah ayat ini (Huud: 5) yang menegaskan bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang mereka sembunyikan.

8. “Dan Sesungguhnya jika kami undurkan azab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan. niscaya mereka akan berkata: “Apakah yang menghalanginya?” lngatlah, diwaktu azab itu datang kepada mereka tidaklah dapat dipalingkan dari mereka dan mereka diliputi oleh azab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokkannya.”
(Huud: 8)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Qatadah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa ketika turun ayat, iqtaraba linnaasi hisaabuhum…(telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka…) (al-Anbiyaa’: 1), berkatalah orang-orang: “Sesungguhnya saat (kiamat) telah dekat, maka berhentilah kalian dari perbuatan menipu.” Mereka pun berhenti sebentar, namun kembali melakukan tipu dayanya lebih jahat lagi. Maka turunlah ayat ini (Huud: 8) sebagai ancaman terhadap perbuatan mereka.

114. “Dan Dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”
(Huud: 114)

Diriwayatkan oleh asy-Syaikhaan (al-Bukhari dan Muslim) yang bersumber dari Ibnu Ma’ud bahwa seorang laki-laki, setelah mencium seorang wanita, datang menghadap Rasulullah saw. seraya menerangkan peristiwa tersebut. Maka Allah menurunkan ayat ini (Huud: 114) yang menegaskan kejahatan itu dapat diampuni Allah dengan melaksanakan shalat lima waktu. Kemudian orang itu berkata: “Apakah ini hanya berlaku bagi orang yang ada sekarang saja?” Nabi menjawab: “Untuk semua umatku.”

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan lain-lain, yang bersumber dari Abul Yasar bahwa Abul Yasar kedatangan seorang wanita yang mau membeli kurma. Ia berkata: “Di rumahku ada kurma yang lebih baik daripada ini.” Maka masuklah wanita itu bersamanya, kemudian ia merangkul wanita itu dan menciumnya. Setelah itu ia menghadap Rasulullah saw. seraya menerangkan kejadian tersebut. Bersabdalah Rasulullah saw.: “Beginikah engkau apabila dititipi istri oleh suaminya yang sedang berperang?” Lama sekali Abul Yasar menundukkan kepala. Berkenaan dengan peristiwa tersebut, turunlah ayat ini (Huud: 114) yang memerintahkan untuk mendirikan shalat lima waktu, karena perbuatan yang baik dapat menghapus perbuatan yang tidak baik.

Keterangan: hadits-hadits seperti ini bersumber dari Abu Umamah, Mu’adz bin Jabal, Ibnu ‘Abbas, Buraidah, dan lain-lain, dan telah disebutkan di dalam kitab Turjumaanul Qur’aan.

Sumber: asbabun nuzul, KHQ Shaleh dkk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: