Asbabun Nuzul Surah Al-Anfaal (1)

28 Jan

asbabun nuzul surah al-qur’an

1. “Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul*, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman.”
(al-Anfaal: 1)

*Maksudnya: pembagian harta rampasan itu menurut ketentuan Allah dan RasulNya.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, an-Nasa-i, Ibnu Hibban, dan al-Hakim, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Nabi saw. bersabda: “Barang siapa yang membunuh (musuh), ia akan mendapat sejumlah bagian tertentu, dan barang siapa yang menawan musuh, iapun akan mendapat bagian tertentu pula. Pada waktu itu para orang tua tinggal menjaga bendera, sedang para pemuda maju ke medan jihad menyerbu musuh dan mengangkut ghanimah. Berkatalah para orang tua kepada para pemuda: “Jadikanlah kami sekutu kalian, karena kamipun turut bertahan dan menjaga tempat kembali kalian.” Hal ini mereka adukan kepada Nabi saw.. Maka turunlah ayat ini (al-Anfaal: 1) yang menegaskan bahwa ghanimah itu merupakan ketetapan Allah dan jangan menjadi bahan pertengkaran.

Diriwayatkan oleh Ahmad yang bersumber dari Sa’d bin Abi Waqqash bahwa dalam Peperangan Badr ‘Umair terbunuh, dan Sa’d bin Abi Waqqash (saudaranya) dapat membunuh kembali pembunuhnya, yaitu Sa’id bin al-‘Ash. Bahkan Sa’d dapat mengambil pedangnya, serta dibawanya pedang itu kepada Nabi saw.. Nabi saw. bersabda: “Simpanlah pedang itu di tempat barang rampasan yang belum dibagikan.” Sa’d pun pulang dengan perasaan sedih karena saudaranya terbunuh dan rampasannya diambil. Tiada lama kemudian turunlah ayat ini (al-Anfaal: 1) yang menegaskan tentang kedudukan ghanimah. Nabi bersabda kepada Sa’d bin Abi Waqqash: “Ambillah pedangmu itu.”

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa-i, yang bersumber dari Sa’d bahwa dalam Perang Badr, Sa’d menghadap Rasulullah saw. dan membawa sebilah pedang. Ia berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah telah menyembuhkan sakit hatiku terhadap kaum musyrikin (membunuh pembunuh saudaraku dan merampas pedangnya). Karenanya berikanlah pedang ini padaku.” Rasulullah menjawab: “Pedang ini bukan kepunyaanku, juga bukan kepunyaanmu.” Sa’d berkata: “Mudah-mudahan pedang ini diberikan kepada orang yang tidak mendapat cobaan sebagaimana cobaan yang kuderita.” Beberapa lama kemudian, Rasulullah datang kepada Sa’d dan bersabda: “Engkau telah meminta pedang ini dariku di saat belum menjadi milikku, dan sekarang telah menjadi milikku. Ambillah pedang itu.” Dan turunlah ayat ini (al-Anfaal: 1) berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai larangan mengambil ganimah sebelum ada ketetapan Allah dan Rasul-Nya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid bahwa orang-orang menuntut yang seperlima lagi dari ghanimah setelah mereka terima yang empat perlimanya. Maka turunlah ayat ini (al-Anfaal: 1) yang menegaskan bahwa bagian itu diperuntukkan bagi Allah dan Rasul-Nya.

5. “Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dan rumahmu dengan kebenaran*, padahal Sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,”
(al-Anfaal: 5)

*Maksudnya: menurut Al Maraghi: Allah mengatur pembagian harta rampasan perang dengan kebenaran, sebagaimana Allah menyuruhnya pergi dari rumah (di Madinah) untuk berperang ke Badar dengan kebenaran pula. menurut Ath-Thabari: keluar dari rumah dengan maksud berperang.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Marduwaih, yang bersumber dari Abu Ayyub al-Anshari. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas, bahwa ketika Rasulullah mendengar bahwa kafilah yang dipimpin Abu Sufyan telah mendekati Madinah dalam perjalanan pulang menuju Mekah, beliau bersabda: “Bagaimana pendapat kalian tentang kafilah itu, mudah-mudahan Allah menjadikan kafilah ini ghanimah bagi kita dan menyelamatkan kita.” Maka berangkatlah mereka keluar kota Madinah menyongsong kafilah tersebut. Setelah sehari atau dua hari dalam perjalanan, beliau bertanya lagi: “Bagaimana pendapat kalian tentang mereka?” Sebagian kaum Muslimin menjawab: “Kita tidak akan kuat melawan mereka, karena kita tidak akan menyongsong kafilah Abu Sufyan saja.” Berkatalah al-Miqdad: “Janganlah kalian berkata seperti kaum Nabi Musa (maksudnya: berangkatlah kamu dengan Tuhanmu dan berperanglah, kami di sini akan duduk menunggu).” Ayat ini (al-Anfaal: 5) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai sindiran kepada sebagian kaum Mukminin yang tidak suka mengikuti jejak Rasulullah.

9. “(ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”.
(al-Anfaal: 9)

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi yang bersumber dari ‘Umar bin al-Kaththab bahwa Nabi saw. melihat kaum musyrikin berjumlah seribu orang, sedang shahabat-shahabatnya hanya berjumlah tiga ratus dan beberapa belas kuda saja. Beliaupun menghadap kiblat dan mengangkat tangannya seraya memohon kepada Allah dengan perasaan sedih: “Ya Rabbana, kabulkanlah apa yang telah dijanjikan kepadaku. Ya Rabbana, sekiranya Engkau membinasakan golongan Muslimin, tidak akan ada lagi yang menyembah-Mu di bumi ini.” Tiada henti-hentinya beliau memohon dengan perasaan sedih, dengan mengangkat tangan sambil menghadap kiblat, sehingga selendangnya pun jatuh. Datanglah Abu Bakr mengambil selendang tadi seraya meletakkannya di pundak beliau. Kemudian Abu Bakr merangkul beliau dari belakang sambil berkata: “Wahai Nabiyullah, cukuplah jeritan hatimu itu. Sesungguhnya Rabb-mu akan meluluskan permintaanmu dan menepati janji-Nya.” Ayat ini (al-Anfaal: 9) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai janji Allah untuk mengabulkan doa orang yang meminta dengan sungguh-sungguh. Dalam peristiwa tersebut, Allah menurunkan malaikat yang berbondong-bondong.

Sumber: asbabun nuzul, KHQ Shaleh dkk

Iklan

Satu Tanggapan to “Asbabun Nuzul Surah Al-Anfaal (1)”

  1. fgkk 26 Agustus 2014 pada 16.55 #

    ayat 72

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: