Asbabun Nuzul Surah Baraa’ah / At-Taubah (3)

28 Jan

asbabun nuzul surah al-qur’an

43. “semoga Allah mema’afkanmu. mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?”
(Baraa’ah: 43)

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Amr bin Maimun al-Azadi bahwa Rasulullah saw. pernah mengerjakan dua hal sebelum diperintahkan oleh Allah swt., yaitu memberi izin kepada kaum munafik (untuk tidak ikut perang) dan mengambil uang tebusan dari para tawanan. Ayat ini (Baraa’ah: 43) turun sehubungan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa Allah swt. memaafkan tindakan Rasulullah saw.

49.”di antara mereka ada orang yang berkata: “Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah.” ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah*. dan Sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.”
(Baraa’ah: 49)

*Ada beberapa orang munafik yang tidak mau pergi berperang ke Tabuk (daerah kekuasaan Rumawi) dengan berdalih khawatir akan tergoda oleh wanita-wanita Romawi, berhubung dengan itu turunlah ayat ini untuk membukakan rahasia mereka dan menjelaskan bahwa keengganan mereka pergi berperang itu adalah karena Kelemahan iman mereka dan itu adalah suatu fitnah.

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani, Abu Nu’aim, dan Ibnu Maduwaih, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Diriwayatkan juga oleh Ibnu Hatim dan Ibnu Marduwaih, yang bersumber dari Jabir bin ‘Abdillah. Bahwa ketika Nabi saw. akan berangkat ke medan Perang Tabuk, beliau bersabda kepada al-Jadd bin Qais: “Hai al-Jadd. Bagaimana pendapatmu tentang perang dengan bani Ashfar (Romawi)?” Ia menjawab: “Wahai Rasulullah. Saya seorang yang mudah tertarik dengan wanita, dan akan tergila-gila jika aku melihat wanita Romawi. Oleh karena itu izinkanlah saya untuk tidak ikut berperang, janganlah tuan memberi cobaan kepada saya.” Maka turunlah ayat ini (Baraa’ah: 49) sebagai penegasan bahwa alasan yang mereka kemukakan itu akan menjerumuskan mereka ke dalam api neraka.

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Nabi saw. pernah bersabda: “Berperanglah kalian. Kalian akan mendapatkan ghanimah gadis-gadis Romawi.” Berkatalah kaum munafik: “Muhammad pasti menguji kalian dengan wanita-wanita itu.” Maka turunlah ayat ini (Baraa’ah: 49) yang menegaskan bahwa kaum munafik mencari-cari dalih untuk tidak turut berperang.

50. “jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: “Sesungguhnya Kami sebelumnya telah memperhatikan urusan Kami (tidak pergi perang)” dan mereka berpaling dengan rasa gembira.”
(Baraa’ah: 50)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Jabir bin ‘Abdillah bahwa orang-orang munafik yang berdiam diri di Madinah (tidak berangkat ke Tabuk) menyiarkan berita buruk tentang keadaan Nabi saw. dan para shahabatnya. Mereka mengatakan bahwa Nabi saw. dan para shahabatnya mendapat kepayahan dalam perjalanan hingga banyak yang binasa. Akan tetapi sampai juga berita yang sesungguhnya, Nabi dan para shahabatnya dalam keadaan sehat walafiat, sehingga terbongkarlah kebohongan mereka. Mereka merasa tidak senang karenanya. Maka turunlah ayat ini (Baraa’ah: 50) yang menegaskan beberapa sifat kaum munafikin.

53. Katakanlah: “Nafkahkanlah hartamu, baik dengan sukarela ataupun dengan terpaksa, Namun nafkah itu sekali-kali tidak akan diterima dari kamu. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik.”
(Baraa’ah: 53)

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa turunnya ayat ini (Baraa’ah: 53) berkenaan dengan ucapan al-Jadd bin Qais ketika diperintahkan berangkat perang: “Aku tidak kuat melihat wanita dan mudah tergila-gila. Oleh karena itu aku akan menyumbangkan hartaku saja.” Ayat ini (Baraa’ah: 53) menegaskan bahwa betapa pun banyaknya harta benda kaum munafikin yang disumbangkan di jalan Allah, tidak akan diterima oleh Allah swt..

58. “dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.”
(Baraa’ah: 58)

Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Abu Sa’id al-Khudri. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Jabir, bahwa ketika Rasulullah saw. membagi-bagikan sedekah, datanglah Dzul Khuwaishirah seraya berkata: “Hendaklah kamu bersikap adil.” Nabi saw. menjawab: “Celakalah kamu, siapa lagi yang akan berbuat adil jika aku sudah tidak berbuat adil.” (Baraa’ah: 58) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa orang-orang yang menganggap tidak adil itu karena mereka tidak mendapat bagian.

61. “di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: “Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya.” Katakanlah: “Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.” dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.”
(Baraa’ah: 61)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas, bahwa Nabtal bin al-Harits datang kepada Rasulullah saw. seraya duduk-duduk dan mendengarkan pembicaraan Rasul. Pembicaraan tersebut disampaikannya kepada kaum munafikin dengan menambahkan bahwa Muhammad itu udzun (orang yang selalu mempercayai omongan orang lain), sebagai ejekan kepada Nabi saw., maka turunlah ayat ini (Baraa’ah: 61) berkenaan dengan Nabtal bin al-Harits. Ayat ini membenarkan bahwa Nabi itu orang yang suka mempercayai pembicaraan yang baik. Beliau itu suka mempercayai pembicaraan yang baik. Beliau beriman kepada Allah dan percaya kepada omongan kaum Mukminin.

Sumber: asbabun nuzul, KHQ Shaleh dkk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: