Asbabun Nuzul Surah An-Nisaa’ (8)

1 Feb

asbabun nuzul surah al-qur’an

66. “Dan Sesungguhnya kalau kami perintahkan kepada mereka: “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu”, niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. dan Sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),”
(an-Nisaa’: 60)

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari as-Suddi bahwa ketika turun ayat, wa lau annaa katabnaa…(dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan…) sampai… illaa qaliilum minhum…(…kecuali sebagian kecil dari mereka..) (an-Nisaa’: 66), Tsabit bin Qais dan seorang Yahudi saling menyombongkan diri dengan ucapan masing-masing: “Demi Allah, Allah telah mewajibkan kami supaya bunuh diri, pasti kami akan melaksanakannya.” Maka Allah menurunkan kelanjutan ayat tersebut di atas (an-Nisaa’: 66) sebagai penjelasan agar melaksanakan tuntunan al-Qur’an yang telah diberikan kepada mereka.

69. “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin[314], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.”
(an-Nisaa’: 69)

[314] ialah: orang-orang yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran rasul, dan inilah orang-orang yang dianugerahi nikmat sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah ayat 7.

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan Ibnu Marduwaih dengan sanad laa ba’sa bih (lumayan: tidak shahih dan tidak dhaif) yang bersumber dari ‘Aisyah bahwa seorang laki-laki menghadap Nabi saw. dan berkta: “Ya Rasulullah. Aku mencintai tuan lebih daripada aku mencintai diriku dan anakku sendiri. Jika sedang di rumah, aku selalu ingat kepada tuan dan tidak sabar ingin segera bertemu dengan tuan. Dan jika aku ingat akan ajalku dan ajal tuan, aku yakin bahwa tuan akan diangkat (pada kedudukan yang paling tinggi) beserta nabi-nabi di syurga. Apabila masuk syurga, aku takut kalau-kalau tidak bisa bertemu dengan tuan.” Maka nabi pun terdiam, sehingga Jibril turun dengan membawa ayat ini (an-Nisaa’: 69) sebagai janji Allah kepada orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Masruq bahwa para Shahabat Rasulullah saw. pernah berkata: “Ya Rasulallah, kami tidak mau berpisah dengan tuan, tapi nanti di akhirat tuan akan diangkat beserta nabi-nabi lainnya lebih tinggi derajatnya daripada kami, sehingga kami tidak dapat bertemu dengan tuan.” Maka turunlah ayat ini (an-Nisaa’: 69) sebagai janji Allah bahwa mereka (yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya) akan digolongkan kepada orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah swt..

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Ikrimah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Sa’id bin Jubair, Masruq, ar-Rabi’, Qatadah, dan as-Suddi, tetapi mursal, bahwa seorang pemuda menghadap Nabi saw. dan berkata: “Ya Nabiyallah, kami dapat bertemu dengan tuan di dunia ini, sedang di akhirat kami tidak dapat bertemu, karena tuan berada pada derajat yang tertinggi di surga.” Maka Allah menurunkan ayat ini (an-Nisaa’: 69). Kemudian Rasulullah bersabda: “Engkau besertaku di dalam surga, insya Allah.”

77. “Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka[317]: “Tahanlah tanganmu (dari berperang), Dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!” setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. mereka berkata: “Ya Tuhan kami, Mengapa Engkau wajibkan berperang kepada Kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?” Katakanlah: “Kesenangan di dunia Ini Hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun[318].”
(an-Nisaa’: 77)

[317] orang-orang yang menampakkan dirinya beriman dan minta izin berperang sebelum ada perintah berperang.
[318] artinya pahala turut berperang tidak akan dikurangi sedikitpun.

Diriwayatkan oleh an-Nasa-i dan al-Hakim, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ‘Abdurrahaman bin ‘Auf dan kawan-kawannya menghadap Nabi saw. dan berkata: “Ya Nabiyallah. Dahulu ketika kiami di Mekah, di saat kami musyrik, kami merasa mulia dan pemberani, tetapi kini setelah kami beriman, kami jadi hina.” Nabi menjawab: “Dahulu aku diperintahkan untuk toleran dan dilarang memerangi mereka (kaum musyrikin). Setelah hijrah ke Madinah, kaum Muslimin diperintahkan berperang, akan tetapi mereka (‘Abdurrahman dan kawan-kawannya) enggan.” Maka Allah menurunkan ayat ini (an-Nisaa’: 77) sebagai pemberi semangat untuk turut jihad.

83. “Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri[322] di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (rasul dan ulil Amri)[323]. kalau tidaklah Karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).”
(an-Nisaa’: 83)

[322] ialah: tokoh-tokoh sahabat dan para cendekiawan di antara mereka.
[323] menurut Mufassirin yang lain maksudnya ialah: kalau suatu berita tentang keamanan dan ketakutan itu disampaikan kepada Rasul dan ulil Amri, tentulah Rasul dan ulil amri yang ahli dapat menetapkan kesimpulan (istimbat) dari berita itu.

Diriwayatkan oleh Muslim yang bersumber dari ‘Umar bin al-Khaththab bahwa ketika Nabi uzlah (menjauhi) istri-istrinya, ‘Umar bin al-Khaththab masuk ke masjid. Pada saat itu orang-orang sedang kebingungan sambil bercerita bahwa Rasulullah saw. telah menceraikan istri-istrinya. ‘Umar berdiri di pintu masjid dan berteriak: “Rasulullah tidak menceraikan istrii-istrinya, dan aku telah menelitinya.” Maka turunlah ayat ini (an-Nisaa’: 83) berkenaan dengan peristiwa tersebut agar tidak menyiarkan berita sebelum diselidiki.

Sumber: asbabun nuzul, KHQ Shaleh dkk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: