Asbabun Nuzul Surah An-Nisaa’ (10)

4 Feb

asbabun nuzul surah al-qur’an

93. “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.”
(an-Nisaa’: 93)

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Juraij yang bersumber dari ‘Ikrimah, bahwa ayat ini (an-Nisaa’: 93) turun berkenaan dengan seorang Anshar yang membunuh saudara Miqyas bin Shababah. Nabi saw. membayarkan diat (denda) kepada Miqyas. Tetapi setelah dia menerima diatnya, ia menerkam pembunuh adiknya serta membunuhnya. Maka bersabdalah Nabi saw.: “Aku tidak menjamin keselamatan jiwanya, baik di bulan halal maupun di bulan haram.” Maka Miqyas pun terbunuh dalam peristiwa Fathul Makkah. Ayat ini (an-Nisaa’: 93) merupakan dasar hukum kisas.

94. “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, Maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu[338]: “Kamu bukan seorang mukmin” (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, Karena di sisi Allah ada harta yang banyak. begitu jugalah keadaan kamu dahulu[339], lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, Maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(an-Nisaa’: 94)

[338] dimaksud juga dengan orang yang mengucapkan kalimat: Laa ilaaha illallah.
[339] Maksudnya: orang itu belum nyata keislamannya oleh orang ramai kamupun demikian pula dahulu.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari, at-Tirmidzi, al-Hakim, dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa seorang laki-laki dari Bani Sulaim yang sedang menggiring dombanya bertemu dengan segolongan shahabat Nabi saw.. Ia mengucapkan salam kepada mereka. Mereka berkata: “Dia memberi salam untuk menyelamatkan diri dari kita.” Merekapun mengepung dan membunuhnya, serta membawa dombanya kepada Rasulullah saw.. Maka turunlah ayat ini (an-Nisaa’: 94) sebagai teguran agar berhati-hati dalam melaksanakan suatu hukum.

Diriwayatkan oleh al-Bazzar dari riwayat lain, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas, bahwa Rasulullah saw. mengirim sepasukan tentara di antaranya terdapat al-Miqdad. Ketika sampai di tempat yang dituju, penghuninya telah lari semua, kecuali seorang yang kaya raya. Seketika itu juga ia mengucapkan: asyhadu allaa ilaaha illallaah (aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah)”. Akan tetapi orang itu tetap dibunuh juga oleh al-Miqdad. Bersabdalah Rasulullah saw. kepada al-Miqdad: “Bagaimana pertanggungjawabanmu kelak di akhirat dengan ucapannya, laa ilaaha illallaah (tidak ada tuhan kecuali Allah)?” Maka Allah menurunkan ayat ini (an-Nisaa’: 94) sebagai teguran atas kecerobohan suatu tindakan.

Diriwayatkan oleh Ahmad, ath-Thabarani, dan lain-lain, yang bersumber dari ‘Abdullah bin Abi Hadrad al-Aslami. Hadits seperti ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Juraij yang bersumber dari Ibnu ‘Umar. Bahwa Rasulullah saw. mengutus suatu pasukan tentara yang diantaranya terdapat Abu Qatadah dan Muhlim bin Jutsamah. Mereka bertemu dengan ‘Amir bin al-Adlbath al-Asyja’i yang langsung memberi salam kepada mereka. Akan tetapi (yang memberi salam itu) langsung diterjang dan dibunuh oleh Muhlim. Kejadian ini disampaikan kepada Nabi saw., dan turunlah ayat ini (an-Nisaa’: 94) berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Diriwayatkan oleh ats-Tsa’labi dari al-Kalbi, dari Abu Shalih, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Hadits seperti ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir dari as-Suddi dan ‘Abd, yang bersumber dari Qatadah. Bahwa nama orang yang dibunuh itu adalah Mirdas bin Nahiq, orang Fadak, dan pembunuhnya adalah Usamah bin Zaid, sedang nama pemimpin pasukan adalah Ghalib bin Fudlalah al-Laitsi.
Dalam riwayat tersebut dikemukakan bahwa ketika kaum Mirdas melarikan diri, tinggallah Mirdas seorang diri sedang menggiring kambing-kambingnya ke gunung. Ketika orang-orang menyusulnya ia mengucapkan “laa ilaaha illallaahu muhammadur rasuulullaah. As-salaamu ‘alaikum (tidak ada tuhan kecuali Allah, Muhammad adalah utusan Allah. Semoga keselamatan diberikan kepada kalian).” Tetapi ia dibunuh juga oleh Usamah bin Zaid. Dan ketika mereka pulang, turunlah ayat ini (an-Nisaa’: 94) sebagai teguran atas tindakannya yang ceroboh.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Luhai’ah, dari Abuz Zubair, yang bersumber dari Jabir. Hadits ini sebagai syahid (penguat) yang bertingkat hasan. Bahwa turunnya ayat ini (an-Nisaa’: 94) berkenaan dengan peristiwa Mirdas.

Diriwayatkan oleh Ibnu Mandah dari Juz’in bin al-Hadrajan bahwa Miqdad diutus kepada Nabi saw. dari Yaman. Ia bertemu dengan suatu pasukan Nabi saw., dan ia berkata: “Saya seorang mukmin.” Namun mereka tidak mengakui keimanannya, dan membunuhnya. Peristiwa tersebut sampai pada Juz’in bin al-Hadrajan (Saudara Miqdad) yang langsung menghadap Rasulullah saw.. Maka turunlah ayat ini (an-Nisaa’: 94). Lalu Rasulullah saw. memberikan diat kepada Juz’in bin al-Hadrajan.

95. “Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk[340] satu derajat. kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk[341] dengan pahala yang besar,”
(an-Nisaa’: 95)

[340] Maksudnya: yang tidak berperang Karena uzur.
[341] Maksudnya: yang tidak berperang tanpa alasan. sebagian ahli tafsir mengartikan qaa’idiin di sini sama dengan arti qaa’idiin Maksudnya: yang tidak berperang Karena uzur..

Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari al-Barra’. Hadits seperti ini diriwayatkan pula oleh al-Bukhari dan yang lainnya, dari Zaid bin Tsabit; ath-Thabarani dari Zaid bin Arqam; dan Ibnu Hibban dari al-Falatan bin ‘Ashim.
At-Tirmidzi-pun meriwayatkan hadits seperti ini, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas, dengan tambahwan bahwa yang mengucapkan “saya buta”, adalah ‘Abdullah bin Jahsy dan Ibnu Ummi Maktum. Dipaparkan di dalam kitab Turjumaanul Qur’aan. Dan hadits seperti ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir dari berbagai sumber, dengan periwayatan mursal. Bahwa ketika turun ayat, laa yastawil qaa-iduuna minal mu’miniin… (tidaklah sama antara Mukmin yang duduk [yang tidak ikut berperang]…) (an-Nisaa’: 95), bersabdalah Nabi saw.: “Panggillah si anu.” Maka datanglah ia membawa tinta dengan alat tulisnya. Bersabdalah Rasulullah saw: “Panggillah si anu.” Maka datanglah ia membawa tinta dengan alat tulisnya. Bersabdalah Rasulullah saw.: “Tulislah. Laa yasytawil qaa’iduuna minal mu’minin…. (tidak sama antara Mukmin yang duduh [yang tidak ikut berperang]…).” Di belakang Rasulullah saw. ada Ibnu Ummi Maktum. Ia berkata: “Ya Rasulallah, saya buta.” Maka turunlah kelanjutannya:…. ghairu ulidl dlarar…(… yang tidak mempunyai uzur…) sampai akhir ayat (an-Nisaa’: 95) sebagai pengecualian bagi orang yang berhalangan (darurat).

Sumber: Al-Qur’an
Asbabun Nuzul, KHQ dkk

Iklan

10 Tanggapan to “Asbabun Nuzul Surah An-Nisaa’ (10)”

  1. Pure Green Tea Extract 19 Februari 2013 pada 18.39 #

    Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though
    you relied on the video to make your point. You clearly know what youre talking about,
    why throw away your intelligence on just posting videos to your
    weblog when you could be giving us something informative to read?

  2. Trevor 20 Februari 2013 pada 07.27 #

    Amazing! This blog looks exactly like my old one! It’s on a totally different subject but it has pretty much the same layout and design. Excellent choice of colors!

    • untungsugiyarto 24 April 2013 pada 19.03 #

      Thank’s. But I don’t know how to make it. Because my friend did that. Hehehe…

  3. movado bold 24 Februari 2013 pada 21.27 #

    Hello there! I know this is kind of off topic
    but I was wondering which blog platform are you using for this website?
    I’m getting tired of WordPress because I’ve had issues with hackers and I’m looking at alternatives for another platform. I would be great if you could point me in the direction of a good platform.

  4. Vapor Cigs 25 Februari 2013 pada 05.32 #

    Hi there! Someone in my Myspace group shared this website with us so I came to look it over.

    I’m definitely enjoying the information. I’m bookmarking and will be tweeting this to my followers!
    Outstanding blog and outstanding design.

  5. what happens when you quit smoking 25 Februari 2013 pada 17.22 #

    Howdy! Do you use Twitter? I’d like to follow you if that would be okay. I’m undoubtedly enjoying your
    blog and look forward to new updates.

    • untungsugiyarto 24 April 2013 pada 18.50 #

      Of course I have. But for a while I don’t use this media. Thank’s..

  6. vera wang shoes 27 Maret 2013 pada 14.25 #

    Heya! I’m at work browsing your blog from my new iphone 4! Just wanted to say I love reading your blog and look forward to all your posts! Keep up the fantastic work!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: