Asbabun Nuzul Surah An-Nisaa’ (15)

4 Feb

asbabun nuzul surah al-qur’an

135. “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi Karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. jika ia[361] Kaya ataupun miskin, Maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu Karena ingin menyimpang dari kebenaran. dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.”
(an-Nisaa’: 135)

[361] Maksudnya: orang yang tergugat atau yang terdakwa.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi bahwa turunnya ayat ini (an-Nisaa’: 135) berkenaan dengan pengaduan dua orang yang bersengketa, seorang kaya dan seorang lagi miskin. Rasulullah saw. membela pihak yang fakir karena menganggap bahwa orang fakir tidak akan mendzalimi orang kaya. Akan tetapi Allah tidak membenarkan tindakan Rasulullah dan memerintahkan untuk menegakkan keadilan di antara kedua belah pihak.

148. “Allah tidak menyukai Ucapan buruk[371], (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya[372]. Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(an-Nisaa’: 148)

[371] Ucapan buruk sebagai mencela orang, memaki, menerangkan keburukan-keburukan orang lain, menyinggung perasaan seseorang, dan sebagainya.
[372] Maksudnya: orang yang teraniaya oleh mengemukakan kepada hakim atau Penguasa keburukan-keburukan orang yang menganiayanya.

Diriwayatkan oleh Hannad bin as-Sirri di dalam kitab az-Zuhd, yang bersumber dari Mujahid bahwa turunnya ayat ini (an-Nisaa’: 148) berkenaan dengan seorang tamu yang berkunjung kepada seseorang di Madinah, dan mendapat perlakuan yang tidak baik, sehingga iapun pindah dari rumah orang itu. Si tamu menceritakan perlakuan terhadap dirinya. Ayat ini (an-Nisaa’: 148) membenarkan tindakan orang yang dizalimi untuk menceritakan perlakuan yang diterimanya kepada orang lain.

153. “Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka Sesungguhnya mereka Telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. mereka berkata: “Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata”. Maka mereka disambar petir Karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi[374], sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu kami ma’afkan (mereka) dari yang demikian. dan Telah kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.”
(an-Nisaa’: 153)

[374] anak sapi itu dibuat mereka dari emas untuk disembah.

154. “Dan Telah kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang Telah kami ambil dari) mereka. dan kami perintahkan kepada mereka: “Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud[375]”, dan kami perintahkan (pula) kepada mereka: “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu[376]”, dan kami Telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.”
(an-Nisaa’: 154)

[375] yang dimaksud dengan pintu gerbang itu lihat pada surat Al Baqarah ayat 58 dan bersujud maksudnya menurut sebagian ahli tafsir: menundukkan diri..
[376] hari Sabtu ialah hari Sabbat yang khusus untuk ibadah orang Yahudi.

155. “Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan)[377], disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan Karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.” Bahkan, Sebenarnya Allah Telah mengunci mati hati mereka Karena kekafirannya, Karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka.”
(an-Nisaa’: 155)

[377] tindakan-tindakan itu ialah mengutuki mereka, mereka disambar petir, menjelmakan mereka menjadi kera, dan sebagainya.

156. “Dan Karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),”
(an-Nisaa’: 156)

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Muhammad bin Ka’b al-Qurazhi bahwa orang-orang Yahudi datang menghadap Rasulullah saw. dan berkata: “Sesungguhnya Musa telah membawa Alwah (sepuluh perjanjian) dari Allah. Sekarang coba tuan datangkan Alwah kepada kami agar kami percaya kepada tuan.” Maka turunlah ayat ini (an-Nisaa’: 153-156) yang menegaskan bahwa kaum Yahudi pernah meminta sesuatu kepada Musa lebih daripada apa yang dimintanya sekarang, tetapi mereka tetap ingkar setelah dikabulkannya, sehingga Allah melaknatnya. Setelah mendengar ayat ini (an-Nisaa’: 153-156), berdirilah orang Yahudi dan berkata: “Allah tidak menurunkan apa-apa kepadamu, dan juga tidak menurunkan apa-apa kepada Musa, kepada ‘Isa, atau kepada siapapun.” Maka Allah menurunkan: wa maa qadarullaaha haqqa qadrih…. (dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya..) (al-An’am: 91) sebagai teguran terhadap kelancangan mereka.

Sumber: Al-Qur’an
Asbabun Nuzul, KHQ Shaleh dkk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: