Asbabun Nuzul Surah Ali ‘Imraan (5)

5 Feb

asbabun nuzul surah al-qur’an

99. “Katakanlah: ‘Hai ahli kitab, Mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang Telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?’. Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.”
(Ali ‘Imraan: 99)

100. “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.”
(Ali ‘Imraan: 100)

101. “Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”
(Ali ‘Imraan: 101)

102. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama ‘Islam.”
(Ali ‘Imraan: 102)

103. “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”
(Ali ‘Imraan: 103)

Diriwayatkan oleh Al-Faryabi dan Ibnu Abi Hatim, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketikau kaum Aus dan Khajraj duduk-duduk, berceritalah mereka tentang permusuhannya di jaman jahiliyah, sehingga bangkitlah amarah kedua kaum tersebut. Masing-masing bangkit memgang senjatanya, saling berhadapan. Maka turunlah ayat tersebut (Ali ‘Imraan: 101-103) yang melerai mereka.

Diriwayatkan oleh Ibu Ishaq dan Abusy Syaikh, yang bersumber dari Zaid bin Aslam bahwa seorang Yahudi yang bernama Syas bin Qais lewat di hadapan kaum Aus dan Khajraj yang sedang bercakap-cakap dengan riang gembira. Ia merasa benci dengan keintiman mereka, padahal asalnya bermusuhan. Ia menyuruh seorang anak mudah anak buahnya untuk ikut serta bercakap-cakap dengan mereka. Mulailah kaum Aus dan Khajraj berselisih dan menyombongkan kegagahan masing-masing, sehingga tampillah Aus bin Qaizhi dari golongan Aus dan Jabbar bin Shakhr dari golongan Khajraj saling mencaci sehingga menimbulkan amarah kedua belah pihak. Berloncatanlah kedua kelompok itu untuk berperang. Hal inni sampai kepada Rasulullah saw. sehingga beliau segera datang dan memberi nasehat serta mendamaikan mereka. Mereka pun tunduk dan taat. Maka turunlah ayat tersebut di atas (Ali ‘Imraan: 100) berkenaan denga Aus dan Jabbar serta orang-orang yang menjadi pengikutnya, sedangkan (Ali ‘Imraan: 99) berkenaan dengan Syas bin Qais yang mengadu domba kaum Muslimin.

113. “Mereka itu tidak sama; di antara ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus[221], mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).”
(Ali Imraan: 113)

[221] Yakni: golongan ahli Kitab yang Telah memeluk agama Islam.

114. “Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.”
(Ali ‘Imraan: 114)

115. “Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, Maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menenerima pahala) nya; dan Allah Maha mengetahui orang-orang yang bertakwa.”
(Ali ‘Imraan: 115)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, ath-Thabarani, dan Ibnu Mandah, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika ‘Abdullah bin Salam, Tsa’labah bin Sa’yah, Usaid bin Sa’yah, As’ad bin ‘Abd, dan beberapa kaum Yahudi masuk Islam, beriman membenarkan Muhammad dan mencintai Islam, berkatalah pendeta-pendeta Yahudi dan orang-orang kufur di antara mereka: “Tiada akan beriman kepada Muhammad dan mengikutinya kecuali orang-orang yang paling jahat di antara kami. Sekiranya mereka itu orang-orang yang paling baik di antara kami, tentulah mereka tidak akan meninggalkan agama nenek moyang mereka dan berpindah ke agama lain.” Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (ali ‘Imran: 113) yang menegaskan adanya perbedaan antara orang Yahudi yang jujur karena beriman kepada Muhammad dan orang Yahudi yang kufur kepada beliau.

Diriwayatkan oleh Ahmad dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu Mas’ud bahwa ketika Rasulullah saw. mengakhirkan shalat isya, didapatinya di dalam masjid orang-orang sedang menunggu shalat. Maka bersabdalah beliau: “Ketahuilah, selain kalian tak ada seorangpun dari penganut agama lain yang ingat kepada Allah (shalat) di saat malam begini.” Maka turunlah ayat tersebut di atas (Ali Imraan: 113-115) yang melukiskan sifat-sifat kaum Mukminin.

Sumber: Al-Qur’an;
Asbabun Nuzul, KHQ Shaleh dkk;

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: