Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah (5)

9 Feb

asbabun nuzul surah al-qur’an

99. “Dan Sesungguhnya kami Telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.”
(Al-Baqarah: 99)

100. “Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.”
(Al-Baqarah: 100)

101. “Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (Kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah Kitab Allah).”
(Al-Baqarah: 101)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa’id dan ‘Ikrimah, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Ibnu Shuriya berkata kepada Nabi saw.: “Hai Muhammad. Tuan tidak memberitahukan tentang apa-apa yang kami ketahui, dan Allah tidak menurunkan ayat yang jelas kepada tuan.” Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (Al-Baqarah: 99).

Keterangan: Malik bin ash-Shaif menerangkan, ketika Rasulullah saw. diutus dan diingatkan kepada mereka (kaum Yahudi) akan janji mereka (untuk beriman kepada-Nya) dan apa yang dijanjikan Allah kepada mereka (dalam Taurat: tentang akan diutusnya Muhammad sebagai nabi), kaum Yahudi berkata: “Demi Allah, tidak pernah kami dijanjikan sesuatu tentang Muhammad, dan kami tidak pernah berjanji apa-apa.” Maka turunlah ayat tersebut di atas (Al-Baqarah: 100-101).

102. “Dan mereka mengikuti apa[76] yang dibaca oleh syaitan-syaitan[77] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (Tidak mengerjakan sihir), Hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat[78] di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami Hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya[79]. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka Telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (Kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka Mengetahui.”

[76] Maksudnya: kitab-kitab sihir.
[77] syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa nabi Sulaiman menyimpan lembaran-lembaran sihir (Ibnu Katsir).
[78] para Mufassirin berlainan pendapat tentang yang dimaksud dengan 2 orang malaikat itu. ada yang berpendapat, mereka betul-betul malaikat dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang saleh seperti malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura saleh seperti malaikat.
[79] Berbacam-macam sihir yang dikerjakan orang Yahudi, sampai kepada sihir untuk mencerai-beraikan masyarakat seperti mencerai-beraikan suami isteri.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Syar bin Hausyab. Bahwa kaum Yahudi berkata: “Lihatlah Muhammad yang mencampur baurkan antara yang hak dan batil, yaitu menerangkan (Nabi) Sulaiman digolongkan pada kelompok nabi-nabi, padahal ia seorang ahli sihir yang mengendarai angin.” Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (Al-Baqarah: 102) yang menegaskan bahwa kaum Yahudi lebih mempercayai setan daripada iman kepada Allah swt..

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abul ‘Aliyah. Bahwa kaum Yahudi bertanya kepada Nabi saw. beberapa kali tentang beberapa hal yang ada di dalam Taurat. Semua isi Taurat dijawab oleh Allah dengan menurunkan ayat. Ketika itu mereka menganggap bahwa ayat tersebut dirasakan sebagai bantahan terhadap mereka. Mereka berkata kepada sesamanya: “Orang ini lebih mengetahui tentang apa yang diturunkan kepada kita daripada kita.”
Di antara masalah yang ditanyakan kepada Nabi saw. ialah tentang sihir. Dan mereka berbantah-bantahan dengan Rasulullah tentang hal itu. Maka Allah menurunkan ayat di atas (Al-Baqarah: 102) berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Sumber: Al-Qur’anul Kariim;
Asbabun Nuzul, KHQ Shaleh dkk;

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: