Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah (9)

9 Feb

asbabun nuzul surah al-qur’an

130. “Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh kami Telah memilihnya[90] di dunia dan Sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.”
(al-Baqarah: 130)

[90] di antaranya menjadi; Imam, rasul, banyak keturunannya yang menjadi nabi, diberi gelar khalilullah.

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Uyainah. Bahwa Abdullah bin Salam mengajak dua anak saudaranya, Salamah dan Muhajir, untuk masuk Islam, dengan berkata: “Kamu berdua telah mengetahui, sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman dalam Taurat bahwa Ia mengutus dari keturunan Isma’il, seorang Nabi bernama Ahmad. Barangsiapa yang beriman kepadanya, ia telah mendapat petunjuk dan bimbingan. Dan barangsiapa yang tidak beriman kepadanya, akan dilaknat. Maka masuk Islamlah Salamah, akan tetapi Muhajir menolak. Maka turunlah ayat tersebut di atas (al-Baqarah: 130) yang menegaskan bahw hanya orang-orang yang bodohlah yang tidak beriman kepada agama Ibrahim.

135. Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”. Katakanlah : “Tidak, melainkan (Kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik”.
(Al-Baqarah: 135)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa’id atau ‘Ikrimah, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Bahwa Ibnu Shuriya berkata kepada Nabi saw.: “Petunjuk itu tidak lain kecuali apa yang kami anut, maka ikutilah kami hai Muhammad, agar tuan mendapat petunjuk.” Kaum Nasrani pun berkata seperti itu juga. Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (al-Baqarah: 135) yang menegaskan bahwa agama Ibrahim adalah agama yang bersih dari perubahan yang menimbulkan syirik.

142. “Orang-orang yang kurang akalnya[93] diantara manusia akan berkata: ‘Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka Telah berkiblat kepadanya?’ Katakanlah: ‘Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus’[94].
(al-Baqarah: 142)

[93] Maksudnya: ialah orang-orang yang kurang pikirannya sehingga tidak dapat memahami maksud pemindahan kiblat.
[94] di waktu nabi Muhammad s.a.w. berada di Mekah di tengah-tengah kaum musyirikin beliau berkiblat ke Baitul Maqdis. tetapi setelah 16 atau 17 bulan nabi berada di Madinah ditengah-tengah orang Yahudi dan Nasrani beliau disuruh oleh Tuhan untuk mengambil ka’bah menjadi kiblat, terutama sekali untuk memberi pengertian bahwa dalam ibadat shalat itu bukanlah arah Baitul Maqdis dan ka’bah itu menjadi tujuan, tetapi menghadapkan diri kepada Tuhan. untuk persatuan umat islam, Allah menjadikan ka’bah sebagai kiblat.

143. “Dan demikian (pula) kami Telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. dan kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang Telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.”
(Al-Baqarah: 143)

[95] umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, Karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat.

144. “Sungguh kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit[96], Maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. dan Sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”
(Al-Baqarah: 144)

[96] maksudnya ialah nabi Muhammad s.a.w. sering melihat ke langit mendoa dan menunggu-nunggu Turunnya wahyu yang memerintahkan beliau menghadap ke Baitullah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dari Isma’il bin Abi Khalid, dari Abu Ishaq, yang bersumber dari al-Barra’. Di samping itu, ada sumber lain yang serupa dengan riwayat ini. Bahwa Rasulullah saw. shalat menghadap Baitul Maqdis, dan sering melihat ke langit menunggu Perintah Allah (mengharap kiblaat diarahkan ke Ka’bah atau Masjidil Haram), sehingga turunlah ayat tersebut di atas (al-Baqarah: 144), yang menunjukkan kiblat ke arah Masjidil Haram. Sebagian kaum Muslmin berkata: “Inginlah kami ketahui tentang orang-orang yang telah meninggal sebelum pemindahan kiblat (dari Baitul Maqdis ke Ka’bah), dan bagaimana pula tentang shalat kami sebelum ini, ketika kami menghadap ke Baitul Maqdis?” maka turunlah ayat yang lainnya (al-Baqarah: 143), yang menegaskan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan iman mereka yang beribadah menurut ketentuan pada waktu itu. Orang-orang yang berfikiran kerdil di masa itu berkata: “Apa pula yang memalingkan mereka (kaum Muslimin) dari kiblat yang mereka hadapi selama ini (dari Baitul Maqdis ke Ka’bah?” Maka turunlah ayat lainnya lagi (al-Baqarah: 142) sebagai penegasan bahwa Allah yang menetapkan arah kiblat itu.

Diriwayatkan di dalam Kitab ash-Shahiihain (Shahihul Bukhari dan Shahihu Muslim) yang bersumber dari al-Barra’. Bahwa di antara kaum Muslimin ada yang ingin mengetahui tentang nasib orang-orang yang telah meninggal atau gugur sebelum berpindah kiblat. Maka turunlah ayat tersebut di atas (al-Baqarah: 143)

Sumber: Al-Qur’anul Kariim;
Asbabun Nuzul, KHQ Shaleh dkk;

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: