Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah (13)

11 Feb

asbabun nuzul surah al-qur’an

187. “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah Pakaian bagimu, dan kamupun adalah Pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, Karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang Telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf[115] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.”
(al-Baqarah: 187)

[115] I’tikaf ialah berada dalam mesjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.

Mengenai turunnya ayat ini (al-Baqarah: 187), terdapat beberapa peristiwa sebagai berikut:
a) Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan al-Hakim, dari ‘Abdurrahman bin Abi Laila, yang bersumber dari Mu’adz bin Jabal. Hadits ini masyhur* dari Ibnu Abi Laila, walaupun ia tidak mendengar langsung dari Mu’adz bin Jabal, tetapi ada sumber lain yang memperkuatnya. Bahwa para shahabat Nabi saw. menganggap bahwa makan, minum, dan menggauli istri pada malam hari bulan Ramadhan, hanya boleh dilakukan sementara mereka belum tidur. Di antara mereka Qais bin Shimah dan ‘Umar bin al-Khaththab. Qais bin Shimah (dari golongan Anshar) merasa kepayahan setelah bekerja pada siang harinya. Karenanya setelah shalat Isya ia tertidur, sehingga tidak makan dan minum hingga pagi. Adapun ‘Umar bin al-Khaththab menggauli istrinya setelah tertidur pada malam hari bulan Ramadhan. Keesokan harinya, ia menghadap Nabi saw. untuk menerangkan hal itu. Maka turunlah ayat, uhilla lakum lailatsh shiyaamir rafats..(dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Ramadhan bercampur..) sampai …atimmush shiyaama ilal lail…(…sempurnakanlah shaum itu sampai [datang] malam..) (al-Baqarah: 187).
b) Diriwayatkan oleh al-Bukhari dari al-Barra’. Bahwa seorang shahabat Nabi saw. tidak makan dan minum pada malam bulan Ramadhan, karena tertidur setelah tiba waktu berbuka shaum. Pada malam itu tidak makan sama sekali, dan keesokan harinya ia bershaum lagi. Seorang shahabat lainnya bernama Qais bin Shirmah (dari golongan Anshar), ketika tiba waktu berbuka shaum, meminta makanan kepada istrinya yang kebetulan belum tersedia. Ketika istrinya menyediakan makanan, karena lelahnya bekerja pada siang harinya, Qais bin Shirmah tertidur. Setelah makanan tersedia, istrinya mendapatkan suaminya tertidur. Berkatalah ia: “Aduh celaka engkau.” Pada waktu tengah hari (keesokan harinya), Qais bin Shirmah pingsan. Kejadian ini disampaikan kepada Nabi saw., maka turunlah ayat tersebut di atas (al-Baqarah: 187) sehingga gembiralah kaum Muslimin.
c) Diriwayatkan oleh al-Bukhari dari al Barra’ bahwa para shahabat Nabi saw., apabila tiba bulan Ramadhan, tidak mendekati istrinya sebulan penuh. Akan tetapi ada di antaranya yang tidak menahan nafsu. Maka turunlah ayat…’alimallaahu annakum kungtum takhtaanuuna angfusakum fa taaba ‘alaikum wa ‘afaa angkum…(..Allah mengetahui bahwasanya engkau tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu…) sampai akhir ayat (al-Baqarah: 187).
d) Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Jarir, dan Ibnu Abi Hatim dari ‘Abdullah bin Ka’b bin Malik, yang bersumber dari bapaknya. Bahwa waktu itu ada anggapan bahwa pada bulan Ramadhan orang yang shaum haram makan, minum, menggauli istri setelah tertidur malam sampai ia berbuka shaum keesokan harinya. Pada suatu ketika ‘Umar bin al-Khaththab pulang dari rumah Nabi saw. setelah larut malam. Ia ingin menggauli istrinya, tetapi istrinya berkata: “Saya sudah tidur.” ‘Umar berkata: “Engkau tidak tidur.” Dan iapun menggaulinya. Demikian juga Ka’b berbuat seperti itu. Keesokan harinya ‘Umar menceritakan hal dirinya kepada Nabi saw.. Maka turunlah ayat tersebut di atas (al-Baqarah: 187), dari awal sampai akhir ayat.
e) Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Sahl bin Sa’d. Bahwa penggalan ..minal fajr… dalam al-Baqarah ayat 187 diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang pada malam hari, mengikat kakinya dengan tali putih dan tali hitam, apabila hendak shaum. Mereka makan minum sampai jelas terlihat perbedaan antara kedua tali tersebut. Maka turunlah….minal fajr…(..yaitu fajar..) kemudian mereka mengerti bahwa al-khaithul abyadlu minal khaitil aswad itu tidak lain adalah siang dan malam.
f) Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah bahwa….wa laa tubaasyiruuhunna wa angtum ‘aakifiina fil masaajid..(..tetapi janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beriktikaf dalam masjid..) yang termaktub dalam ayat tersebut di atas (al-Baqarah: 187), turun berkenaan dengan seorang shahabat yang keluar dari masjid untuk menggauli istrinya di saat ia sedang beriktikaf.

188. “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu Mengetahui.”
(al-Baqarah: 188)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’id bin Jubair bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Umru-ul Qais bin ‘Abis dan ‘Abdan bin Asywa al Hadlrami yang bertengkar dalam soal tanah. Umru-ul Qais berusaha mendapatkan tanah itu agar menjadi miliknya dengan bersumpah di depan hakim. Ayat ini (al-Baqarah: 188) sebagai peringatan kepada orang-orang yang merampas hak orang lain dengan jalan bathil.

Sumber: Al-Qur’anul Kariim;
Asbabun Nuzul, KHQ Shaleh dkk;

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: