Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah (15)

11 Feb

asbabun nuzul surah al-qur’an

tulisan arab surat albaqarah ayat 194“Bulan Haram dengan bulan haram[118], dan pada sesuatu yang patut dihormati[119], berlaku hukum qishaash. oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, Maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. bertakwalah kepada Allah dan Ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”
(al-Baqarah: 194)

[118] kalau umat Islam diserang di bulan Haram, yang Sebenarnya di bulan itu tidak boleh berperang, Maka diperbolehkan membalas serangan itu di bulan itu juga.
[119] maksudnya antara lain ialah: bulan Haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah Haram (Mekah) dan ihram.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah. Bahwa pada bulan zulkaidah, Nabi saw. dengan para shahabatnya berangkat ke Mekah untuk menunaikan umrah dengan membawa kurban. Setibanya di Hudaibiyah, mereka dicegat oleh kaum musyrikin. Kemudian dibuatlah perjanjian, yang isinya antara lain agar kaum Muslimin menunaikan umrah pada tahun berikutnya. Pada bulan Zulkaidah tahun berikutnya, berangkatlah Nabi saw. beserta para shahabatnya ke Mekah, dan tinggal di sana selama tiga malam.
Kaum musyrikin merasa bangga dapat menggagalkan maksud Nabi saw. untuk umrah pada tahun yang lalu. Allah swt. membalas dengan meluluskan maksud umrah pada bulan yang sama pada tahun berikutnya. Turunnya ayat di atas (al-Baqarah: 194) berkenaan dengan peristiwa tersebut.

tulisan arab surat albaqarah ayat 195“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, Karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (al-Baqarah: 195)

Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Hudzaifah. Bahwa ayat ini (al-Baqarah: 195) turun berkenaan dengan hukum nafkah.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, al-Hakim, dan lain-lain, yang bersumber dari Abu Ayyub al-Anshari. Menurut at-Tirmidzi, hadits ini shahih. Bahwa ketika Islam telah jaya dan berlimpah pengikutnya, kaum Anshar berbisik kepada sesamanya: “Harta kita telah habis, dan Allah telah menjayakan Islam. Bagaimana sekiranya kita membangun dan memperbaiki ekonomi kembali?” maka turunlah ayat tersebut di atas (al-Baqarah: 195) sebagai teguran kepada mereka agar jangan menjerumuskan diri ke dalam tahlukah.

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dengan sanad yang shahih, yang bersumber dari Abu Jubairah bin adl-Dlahhak. Bahwa kaum Anshar terkenal gemar bersedekah dengan mengeluarkan harta kekayaan sebanyak-banyaknya. Di saat paceklik (musim kelaparan), mereka tidak lagi memberi sedekah. Maka turunlah ayat tersebut di atas (al-Baqarah: 195).

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dengan sanad yang shahih dan kuat, yang bersumber dari an-Nu’man bin Basyir. Hadits ini diperkuat oleh al-Hakim yang bersumber dari al-Barra’. Bahwa tersebutlah seseorang yang menganggap bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa yang pernah dilakukannya. Maka turunlah ayat,…wa laa tulquu bi aidiikum ilat tahlukah…(..dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan…) (al-Baqarah: 195).

tulisan arab surat albaqarah ayat 196“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah Karena Allah. jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau Karena sakit), Maka (sembelihlah) korban[120] yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu[121], sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), Maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. apabila kamu Telah (merasa) aman, Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), Maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu Telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). dan bertakwalah kepada Allah dan Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.” (al-Baqarah: 196)

[120] yang dimaksud dengan korban di sini ialah menyembelih binatang korban sebagai pengganti pekerjaan wajib haji yang ditinggalkan; atau sebagai denda Karena melanggar hal-hal yang terlarang mengerjakannya di dalam ibadah haji.
[121] Mencukur kepala adalah salah satu pekerjaan wajib dalam haji, sebagai tanda selesai ihram.

Mengenai turunnya ayat ini (al-Baqarah: 196), terdapat beberapa peristiwa sebagai berikut:

1. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Shafwan bin Umayyah. Bahwa seorang laki-laki berjubah yang semerbak dengan wewangian za’faran menghadap Nabi saw. dan berkata: “Ya Rasulallah. Apa yang harus saya lakukan dalam menunaikan umrah?” Maka turunlah ayat…wa atimmul hajja wal’umrata lillaah..(…dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah..) (al-Baqarah: 196). Rasulullah bersabda: “Mana tadi yang bertanya tentang umrah itu?” Orang itu menjawab: “Saya, ya Rasulallah.” Selanjutnya Rasulullah bersabda: “Tanggalkan bajumu, bersihkan hidung, dan mandilah dengan sempurna, kemudian kerjakan apa yang biasa kamu kerjakan pada waktu haji.”
2. Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Ka’b bin ‘Ujrah. Bahwa Ka’b bin ‘Ujrah ditanya tentang firman Allah.. fa fidyatum ming shiyaamin au shadaqatin au nusuk..(..maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: Shaum atau bersedekah atau berkurban..) (al-Baqarah: 196). Ia bercerita sebagai berikut: “Ketika sedang melakukan umrah, saya merasa kepayahan, karena di rambut dan muka saya bertebaran kutu. Ketika itu Rasulullah saw. melihat aku kepayahan karena penyakit pada rambutku itu. Maka turunlah…fa fidyatum ming shiyaamin au shadaqatin au nusuk…(..maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu : shaum atau bersedekah atau berkurban..) (al-Baqarah: 196) khusus tentang aku, tetapi berlaku bagi semua. Rasulullah bersabda: “Apakah kamu punya biri-biri untuk berfidyah?” Aku menjawab bahwa aku tidak memilikinya. Rasulullah bersabda: “Bershaumlah kamu tiga hari, atau berilah makan enam orang miskin, tiap orang setengah sha’ (1,5 liter) makanan, dan bercukurlah.”
3. Diriwayatkan oleh Ahmad yang bersumber dari Ka’b. Bahwa ketika Rasulullah saw. beserta para shahabat berada di Hudaibiyah sedang berihram, kaum musyrikin melarang mereka meneruskan umrah. Salah seorang shahabat, yaitu Ka’b bin ‘Ujran, kepalanya penuh dengan kutu hingga bertebaran ke mukanya. Ketika itu Rasulullah lewat di depannya, dan melihat Ka’b kepayahan. Maka turunlah,….fa mang kaana mingkum mariidlan au bihii adzam mir ra’shihii fa fidyatum ming shiyaamin au shadaqatin au nusuk..(..jika ada di antaramu yang sakit atauada gangguan di kepalanya [lalu ia bercukur], maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: shaum atau bersedekah atau berkurban..) (al-Baqarah: 196), lalu Rasulullah bersabda: “Apakah kutu-kutu itu mengganggumu?” Rasulullah menyuruh agar ia bercukur dan membayar fidyah.
4. Diriwayatkan oleh al-Wahidi dari ‘Atha’ yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Bahwa ketika Rasulullah dan para shahabatnya berhenti di Hudaibiyah (dalam perjalanan umrah), datanglah Ka’b bin Ujrah yang di kepala dan mukanya bertebaran kutu karena terlalu banyaknya. Ia berkata: “Ya Rasulallah. Kutu-kutu ini sangat menyakitiku.” Maka turunlah ayat,…fa mang kaana mingkum mariidlan au bihii adzam mir ra’shihii fa fidyatum ming shiyaamin au shadaqatin au nusuk…(…jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya [lalu ia bercukur], maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: shaum atau bersedekah atau berkurban…) (al-Baqarah: 196).

Sumber: Al-Qur’anul Kariim;
Asbabun Nuzul, KHQ Shaleh dkk;

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: