Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah (23)

11 Feb

asbabun nuzul surah al-qur’an

tulisan arab surat albaqarah ayat 257“Allah pelindung orang-orang yang beriman; dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (al-Baqarah: 257)

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Abdah bin Abi Lubabah. Bahwa awal ayat tersebut di atas (al-Baqarah: 257) sampai dengan…ilan nuur…(…kepada cahaya [iman]..), ditujukan kepada mereka yang beriman kepada ‘Isa. Kemudian setelah Nabi Muhammad saw. diutus, merekapun beriman kepadanya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid. Bahwa ayat tersebut di atas (al-Baqarah: 257) ditujukan kepada kaum yang beriman kepada ‘Isa dan tidak beriman kepadanya. Setelah Nabi Muhammad saw. diutus, yang beriman kepada ‘Isa kufur kepada Nabi Muhammad saw, dan yang kufur kepada ‘Isa beriman kepada Nabi Muhammad.

tulisan arab surah al baqarah ayat 267“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan Ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (al-Baqarah: 267)

Diriwayatkan oleh al-Hakim, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lain-lain, yang bersumber dari al-Barra’. Bahwa turunnya ayat tersebut di atas (al-Baqarah: 267) berkenaan dengan kaum Anshar yang mempunyai kebun kurma. Ada yang mengeluarkan zakatnya sesuai dengan penghasilannya, tetapi ada juga yang tidak suka berbuat baik. Mereka (yang tidak suka berbuat baik) ini menyerahkan kurma yang berkualitas rendah dan busuk. Ayat tersebut di atas sebagai teguran atas perbuatan mereka.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, an-Nasa-i, dan al-Hakim, yang bersumber dari Sahl bin Hanif. Bahwa ada orang-orang yang memilih kurma yang jelek untuk dizakatkan. Maka turunlah ayat tersebut di atas (al-Baqarah: 267) sebagai teguran atas perbuatan mereka.

Diriwayatkan oleh al-Hakim yang bersumber dari Jabir. Bahwa Nabi saw. memerintahkan berzakat dengan satu sha’ kurma. Pada waktu itu datanglah seorang laki-laki membawa kurma yang sangat rendah kualitasnya. Maka turunlah ayat tersebut di atas (al-Baqarah: 267) sebagai petunjuk supaya mengeluarkan yang baik dari hasil kasabnya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Bahwa para shahabat Nabi saw. ada yang membeli makanan yang murah untuk disedekahkan. Maka turunlah ayat tersebut di atas (al-Baqarah: 267) sebagai petunjuk kepada mereka.

tulisan arab surah al baqarah ayat 272“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), Maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan Karena mencari keridhaan Allah. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).” (al-Baqarah: 272)

Diriwayatkan oleh an-Nasa-i, al-Hakim, al-Bazzar, ath-Thabarani, dan lain-lain yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Bahwa ada orang-orang yang tidak rela memberi sedikitpun dari hartanya kepada keluarga yang musyrik. Ketika mereka bertanya kepada Rasulullah saw., beliau membenarkannya. Maka turunlah ayat tersebut di atas (al-Baqarah: 272) yang membolehkan memberi sedekah kepada kaum musyrikin.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Bahwa Nabi saw. melarang umatnya bersedekah, kecuali bersedekah kepada kaum Muslimin. Setelah turun ayat tersebut di atas (al-Baqarah: 272), beliau memerintahkan memberi sedekah kepada orang yang beragama apapun, dan datang meminta kepadanya.

tulisan arab surah al baqarah ayat 274“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, Maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (al-Baqarah: 274)

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim, dari Yazid bin ‘Abdillah bin Gharib, dari bapaknya, yang bersumber dari datuknya. Yazid dan bapaknya (‘Abdullah) adalah perawi yang majhuul (tidak dikenal). Bahwa turunnya ayat ini (al-Baqarah: 274) berkenaan dengan orang-orang yang menginfakkan kudanya (untuk perang fisabilillah).

Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dan ath-Thabarani, dengan sanad yang daif, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Bahwa turunnya ayat ini (al-Baqarah: 274) berkenaan dengan ‘Ali bin Abi Thalib yang mempunyai empat dirham. Ia mendermakan satu dirham pada malam hari, satu dirham pada siang hari, satu dirham sercara diam-diam, dan satu dirham lagi secara terang-terangan.

Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnul Musayyab. Bahwa ayat ini (al-Baqarah: 274) turun berkenaan dengan ‘Abdurrahman bin ‘Auf dan ‘Utsman bin ‘Affan yang memberi derma kepada Jaisyul ‘Usrah (pasukan yang dibentuk pada musim paceklik), untuk perang Tabuk.

Sumber: Al-Qur’anul Kariim;
Asbabun Nuzul, KHQ Shaleh dkk;

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: