Tafsir Al-Qur’an Surah Ar-Rahman (7)

22 Feb

Tafsir Ibnu Katsir; Surah Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah);
Surah Madaninyyah; Surah ke 55: 78 ayat

Lam yath-mitshunna ingsung qablahum walaa jaann (“mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka [penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka] dan tidak pula oleh jin.”) maksudnya, mereka masih perawan yang penuh cinta lagi sebaya umurnya. Mereka belum pernah dicampuri oleh seorangpun sebelum pasangan mereka sendiri, baik dari kalangan manusia maupun jin. Dan hal itupun merupakan dalil yang menunjukkan bahwa jin mukmin itu akan masuk surga.

Artha-ah bin al-Mundzir bercerita, Dhamrah bin Habib pernah ditanya: “Apakah jin itu juga masuk surga?” maka ia menjawab: “Ya, dan mereka pun menikah. Di kalangan jin ada laki-laki dan perempuan, sebagaimana halnya manusia, yang terdiri dari laki-laki dan perempuan.”

Dan itulah makna firman Allah Ta’ala: Lam yath-mitshunna ingsung qablahum walaa jaann (“mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka [penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka] dan tidak pula oleh jin.”) Fabi ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaan (“maka, nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?”).

Setelah itu Allah Ta’ala mensifati bidadari-bidadari itu kepada kita sebagai khithah (lawan bicara): ka-annahunnal yaaquutu wal marjaan (“Seakan-akan bidadari-bidadari itu permata yaqut dan marjan.” Muhahid, al-Hasan, Ibnu Zaid, dan lain-lain mengatakan: “Yakni dalam kejernihan permata yaqut dan beningnya marjan.” Dengan demikian, mereka (para mufassir) telah menjadikan marjan di dalam ayat ini sama dengan lu’lu’ (mutiara).

Imam Muslim telah meriwayatkan hadits Ismai’il bin ‘Ulayyah, dari Ayyub, dari Muhammad bin Sirin, ia berkata: “Siapakah yang lebih banyak berbangga-bangga diri atau berdzikir di surga nanti, kaum laki-laki atau kaum perempuan?” Maka Abu Hurairah berkata: “Bukan Abul Qasim sudah bersabda: ‘Sesungguhnya, rombongan pertama yang masuk surga berwujud seperti bulan pada malam purnama dan yang selanjutnya dalam wujud seperti cahaya bintang yang bersinar di langit, yang masing-masing dari mereka mempunyai dua orang istri yang ia melihat sumsum betisnya dari luar kulit, dan di dalam surga tidak ada orang yang tidak menikah.’”

Hadits ini diriwayatkan dalam kitab ash-Shahihain, dari Abu Hurairah. Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Pergi pada pagi atau sore hari di jalan Allah adalah lebih baik daripada dunia seisinya, dan (tempat) sepanjang tali panah salah seorang diantara kalian atau sepanjang cambukan dalam surga adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya. Seandainya seorang wanita dari para penghuni surga memandang ke bumi, niscaya angin akan memenuhi antara keduanya sehingga baunya wangi (harum), dan penutup kepala yang ada di atas kepalanya adalah lebih baik daripada dunia seisinya.”

Hadits senada juga diriwayatkan oleh al-Bukhari, dari hadits Abu Ishaq, dari Hamid, dari Anas.

Dan firman Allah Ta’ala: Hal jazaa-ul ihsaani illal ihsaan (“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula.” Maksudnya tidak ada balasan bagi orang yang berbuat kebaikan di dunia kecuali kebaikan di akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah: lilladziina ahsanul husna waziyaadah (“dan bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik [surga] dan tambahannya.”) (Yunus: 26).

Mengingat dalam semua yang telah disebutkan itu terdapat berbagai nikmat besar yang tidak dapat dihargai dengan amal perbuatan apapun, bahwasannya hanya karena karunia dan pemberian semata-mata dari Nya, maka setelah itu Allah Ta’ala berfirman: “Fabi ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaan (“maka, nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?”).

Dan diantara yang berkaitan dengan firman Allah Ta’ala: wa liman khooma maqaama rabbihii jannataan (“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Rabb-nya ada dua surga.”), adalah hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Baghawi, dari hadits Abun Nadhr bin Hasyim bin al-Qasim, dari Abu Hurairah, di mana dia bercerita: “Rasulullah telah bersabda: ‘Barang siapa yang takut, maka ia akan berangkat pada awal malam dan barang siapa yang berangkat di awal malam, maka ia akan sampai di tempat tinggal. Ketahuilah bahwa barang dagangan Allah itu sangatlah mahal, ketahuilah bahwa barang dagangan Allah itu adalah surga.’”

Kemudian at-Tirmidzi mengemukakan: “Hadits tersebut gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Abun Nadhr.

tulisan arab alquran surat ar rahmaan ayat 62-78“65. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 66. Di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang memancar. 67. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 68. Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima. 69. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 70. Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik- baik lagi cantik-cantik. 71. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 72. (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah. 73. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 74. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. 75. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 76. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah. 77. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 78. Maha Agung nama Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan karunia.”
(ar-Rahman: 65-78)

Kedua surga ini di bawah dua surga sebelumnya dalam (hal) tingkatan, keutamaan, maupun kedudukannya. Demikian yang ditegaskan melalui nash al-Qur’an. Allah Ta’ala berfirman: wa min duunihimaa jannataan (“dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi”). Pembahasannya telah diuraikan sebelumnya, bahwa bejana dua surga dan segala yang ada di dalamnya terbuat dari emas dan bejana dua surga dan segala yang ada di dalamnya terbuat dari emas dan bejana dua surga lainnya yang terbuat dari perak. Dua surga pertama adalah untuk orang-orang yang mendekatkan diri (al-Muqarrabuun), sedang dua surga berikutnya adalah milik ash-haabul yamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: