Tafsir Alqur’an Surah Quraisy

26 Feb

Tafsir Ibnu Katsir Surah Quraisy (Suku Quraisy)
Surah Makkiyyah; Surah ke 106: 4 ayat

tulisan arab alquran surat quraisy ayat 1-4

“1. Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, 2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. 3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah Ini (Ka’bah). 4. Yang Telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.”
(Quraisy: 1-4)

Surat ini terpisah dari surat sebelumnya dalam shuhuf imam, merek menulis antara kedua garis bismillaahir rahmaanir rahiim, meskipun ia bergantung pada surah sebelumnya, sebagaimana yang disampaikan secara gamblang oleh Muhammad bin Ishaq dan ‘Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, karena pengertian menurutnya, Kami menghalangi pasukan Gajah memasuki kota Makkah, dan kami binasakan binasakan penduduknya karena kebiasaan orang-orang Quraisy, yakni kebiasaan dan perkumpulan mereka di negeri mereka (Mekah) dalam keadaan aman sentosa.

Ada juga yang menyatakan bahwa yang dimaksud dengan hal itu adalah kebiasaan mereka melakukan perjalanan pada waktu musim dingin di kota Yama dan pada musim panas di kota Syam untuk berdagang dan keperluan lainnya. Kemudian mereka kembali ke negeri mereka dengan aman dalam perjalanan mereka karena keagungan mereka dalam pandangan orang-orang, sebab mereka termasuk penduduk suci Allah (Makkah).

Orang yang mengetahui mereka pasti akan menghormati mereka. Bahkan orang yang ikut berjalan dengan merekapun merasa aman. Demikianlah keadaan mereka dalam perjalanan mereka, baik pada waktu musim dingin maupun musim panas. Sedangkan mengenai pemukiman mereka di negeri tersebut adalah sebagaimana yang difirmankan Allah: awalam yaraw annaa ja’alnaa haraman aaminaw wayutakhaththafun naasu min haulihim (“Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok.” (al-Ankabuut: 67).

Oleh karena itu, Dia berfirman: li iilaafi quraiis, iilaafi him (“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, yaitu kebiasaan mereka.”) sebagai pengganti pertama sekaligus sebagai penaksir baginya. Oleh karena itu Dia berfirman: “iilaafihim rihlatasy syitaa-i wash-shaiif (“[yaitu] kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.”) Ibnu Jarir mengatakan: “Yang benar bahwa huruf ‘lam’ tersebut adalah lam ‘ta’ajub’ (keheranan), seakan-akan mereka dibuat heran oleh kebiasaan kaum Quraisy dan juga nikmat Allah yang Dia berikan kepada mereka dalam hal tersebut.”

Lebih lanjut, Ibnu Jarir mengatakan: “Yang demikian itu karena adanya ijma’ kaum Muslimiin yang menyatakan bahwa keduanya merupakan surat yang terpisah dan masing-masing berdiri sendiri.”

Selanjutnya Allah Ta’ala membimbing mereka untuk mensyukuri nikmat yang agung ini, dimana Dia berfirman: “fal ya’buduu rabba haadzal baiit” (“Maka hendaklah mereka beribadah kepada Rabb Pemilih rumah.”) maksudnya, hendaklah mereka mentauhidkan-Nya dengan beribadah sebagaimana Dia telah menjadikan bagi mereka tanah suci yang aman sekaligus rumah yang suci, sebagaimana yang Dia firmankan: “…aku hanya diperintahkan untuk beribadah kepada Rabb negeri ini [Makkah] yang telah menjadikannya suci kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (an-Naml: 91)

Dan firman Allah Ta’ala: alladzii ath-‘amahum ming juu’ (“Yang telah memberi makan kepada mereka untuk menghilangkan lapar”) yaitu dia adalah Pemilik rumah ini. Dia-lah yang telah memberi makan mereka dari rasa lapar.

Wa aamanahum min khauuf (“Dan mengamankan mereka dari ketakutan”) maksudnya, Dia menganugerahkan kepada mereka rasa aman dan juga keringanan. Karenanya, hendaklah mereka mengesakan-Nya dalam beribadah hanya kepada-Nya semata yang tiada sekutu bagi-Nya, serta tidak beribadah kepada selain diri-Nya baik itu dalam bentuk patung, sekutu maupun berhala. Oleh karena itu barang siapa memenuhi permintaan tersebut, niscaya Allah akan menggabungkan untuknya rasa aman di dunia dan rasa aman di akhirat. Dan barang siapa yang mendurhakai-Nya, maka Dia akan mengambilnya.

Satu Tanggapan to “Tafsir Alqur’an Surah Quraisy”

  1. Dedi Juhli 30 Agustus 2013 pada 14.04 #

    terimakasih infonya… kalo tidak keberatan saya ijin copas untuk keperluan study terimakasih sebelummya:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: