Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Fiil (1)

1 Mar

Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Fiil (Gajah)
Surah Makkiyyah; Surah ke 105: 5 ayat

tulisan arab alquran surat al fiil ayat 1-5

“1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu Telah bertindak terhadap tentara bergajah? 2. Bukankah dia Telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? 3. Dan dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, 4. Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, 5. Lalu dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” (al-Fiil: 1-5)

Ini merupakan salah satu dari nikmat yang dengannya Allah menguji kaum Quraisy, yaitu berupa penghindaran mereka dari pasukan gajah yang telah bertekad bulat untuk menghancurkan Ka’bah serta menghilangkan bekas keberadaannya. Maka Allah membinasakan dan menghinakan mereka, menggagalkan usaha mereka, menyesatkan berbuatan mereka, serta mengembalikan mereka dengan membawa kegagalan yang memalukan. Mereka adalah kaum Nasrani. Agama mereka pada saat itu lebih dekat dengan agama kaum Quraisy yaitu penyembahan berhala.

Tetapi peristiwa itu termasuk tanda sekaligus pendahuluan bagi pengutusan Rasulullah saw. Sebab menurut pendapat yang paling popular, pada tahun itu beliau dilahirkan. Sercara tersirat, Allah Ta’ala mengatakan: “Kami tidak menolong kalian, wahai sekalian kaum Quraisy, untuk mengalahkan kaum Habsyi, karena posisi kalian yang lebih baik daripada mereka, akan tetapi Kami menghancurkan mereka untuk memelihara Baitul ‘Atiq (Ka’bah) yang akan senantiasa Kami muliakan, agungkan, serta hormati melalui pengutusan seorang Nabi yang Ummi (tidak dapat membaca dan menulis), Muhammad saw. Penutup para Nabi.

Berikut ini kisah pasukan Gajah yang disajikan secara ringkas dan singkat. Telah disampaikan sebelumnya, dalam kisah Ash-habul Ukhdud (orang-orang yang membuat parit) bahwa Dzu Nawwas, yang merupakan raja terakhir kerajaan Himyar, dia orang musyrik. Dialah yang membunuh Ash-Habul Ukhdud. Ash-Habul Ukhdud adalah orang-orang Nasrani yang jumlahnya mendekati 20.000 orang. Tidak ada yang selamat darinya kecuali Dawus Dzu Tsa’laban. Kemudian Dawus pergi dan meminta bantuan kepada Kaisar, raja Syam, yang juga penganut Nasrani. Kemudian dia menulis surat kepada Najasyi, raja Habasyah, karena keberadaannya yang lebih dekat dengan mereka. Dia mengutus Dawus yang didampingi oleh dua orang Amir; Aryath dan Abrahah bin ash-Shabah Abu Yaksum disertai satu pasukan besar. Kemudian mereka masuk ke Yaman dan menyelinap ke rumah-rumah, sehingga akhirnya mereka berhasil merebut kerajaan dari Himyar dan Dzu Nawwas pun akhirnya binasa tenggelam di laut.

Habasyah berhasil menaklukkan Yaman dan mereka dipimpin oleh dua orang pemimpin; Aryath dan Abrahah. Kemudian kedua pemimpin itu berselisih pendapat dalam satu urusan sehingga keduanya beradu mulut dan perang. Salah satu berkata kepada yang lainnya: “Sesungguhnya kita tidak perlu mengerahkan pasukan di antara kita, tetapi mari kita berhadapan satu lawan satu. Siapa diantara kita yang berhasil membunuh lawan, maka dialah yang berhak menduduki posisi raja.

Kemudian tantangan itu disambut oleh yang lainnya, sehingga keduanya bertarung. Masing-masing dari keduanya meninggalkan parit, lalu Aryath menyerang Abrahah, menebasnya dengan pedang sehingga hidungnya terpotong, mulutnya robek dan wajahnya terkoyak. Kemudian ‘Utudah, pembantu Abrahah ikut menyerang Aryath dan membunuhnya. Abrahah pulang dalam keadaan terluka. Lalu ia mengobati lukanya dan setelah sembuh berhasil melatih bala tentara Habasyah di Yaman. Selanjutnya Najasyi menulis surat kepadanya yang isinya mencela apa yang telah dilakukannya seraya mengancam dan bersumpah akan menduduki negaranya dan menelungkupkan ubun-ubunnya.

Abrahah mengirimkan utusan kepada raja Najasyi untuk menyampaikan rasa dukanya sambil berbasa-basi kepadanya. Bersama utusan tersebut Abrahah mengirimkan hadiah dan sekantong tanah Yaman. Dan dia menulis dalam surat supaya raja menginjak kantong itu sehingga ia terbebas dari sumpahnya dan inilah ubun-ubunku telah aku kirimkan bersamanya kepadamu. Ketika semuanya itu sampai kepadanya, dia sangat heran dibuatnya dan merasa puas dengannya serta mengakui keberadaannya.

Kemudian Abrahah mengirimkan utusan untuk mengatakan kepada Najasyi, “Aku akan bangunkan untukmu sebuah gereja di negeri Yaman yang belum pernah dibuat bangunan sepertinya.” Lalu ia memulai pembangunan gereja itu di Shan’a, sebuah bangunan yang sangat tinggi serta pelatarannya yang tinggi pula, yang dihiasi semua sisinya. Bangsa Arab menyebutnya dengan al-qalis, karena bangunannya yang tinggi. Sebab orang yang melihatnya akan mengangkat kepala sehingga qalansuwah (peci) yang dikenakannya hampir jatuh dari kepalanya karena tingginya bangunan.

Abrahah al-Asyram bertekad untuk memindahkan haji bangsa Arab ke gereja tersebut sebagaimana mereka selama ini berhaji ke ka’bah di Mekah. Dia serukan hal tersebut di wilayah kekuasaannya sehingga mengundang kebencian warga ‘Arab Adnan dan Qahthan. Kaum Quraisy benar-benar murka karenanya, sehingga sebagian dari mereka ada yang mendatangi gereja itu dan memasukinya pada malam hari serta menghancurkan isi di dalamnya, kemudian dia kembali pulang. Ketika penjaga mengetahui kejadian tersebut, mereka melapor kepada raja mereka, Abrahah, seraya berkata: “Yang demikian itu dilakukan oleh beberapa orang Quraisy yang marah karena rumah mereka (Baitullah) diserupakan dengan ini.” Selanjutnya Abrahah bersumpah akan pergi menuju Baitullah di Mekah dan akan menghancurkannya berkeping-keping.

Muqil bin Sulaiman menyebutkan bahwasannya ada sekelompok orang dari kaum Quraisy yang memasuki gereja itu dan membakarnya. Pada hari itu panas benar-benar terik sehingga gereja itu terbakar, runtuh dan rata dengan tanah. Kemudian Abrahah menyiapkan diri dan pergi dengan membawa pasukan yang cukup banyak dan kuat agar tidak ada seorangpun yang mampu melawannya, yang disertai seekor gajah yang sangat besar, belum ada seekor gajahpun sebelumnya yang terlihat sepertinya, yang diberi nama Mahmud. (Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: