Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Qamar (1)

4 Mar

Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Qamar (Bulan)
Surah Makkiyyah; Surah ke 54: 55 ayat

Telah disebutkan dalam hadits Abu Waqid al-Laitsi bahwa Rasulullah saw. pernah membaca surat Qaaf dan Iqtarabatis Saa’ah (al-Qamar) dalam shalat ‘Idul Adha dan ‘Idhul Fitri. Kedua surat itu juga dibaca oleh beliau dalam beberapa pertemuan besar, karena keduanya mengandung  penyebutan tentang janji, ancaman, permulaan penciptaan dan pengulangannya, tauhid serta penetapan tentang adanya kenabian, dan tujuan-tujuan besar lainnya.

tulisan arab alquran surat al qamar ayat 1-5“1.  Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan. 2.  Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”. 3.  Dan mereka mendutakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan Telah ada ketetapannya. 4.  Dan Sesungguhnya Telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran).5.  Itulah suatu hikmah yang Sempurna Maka peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka).”(al-Qamar: 1-5)

Allah swt. memberitahukan tentang semakin dekatnya hari kiamat, kekosongan dan berakhirnya dunia. Sebagaimana yang difirmankan-Nya: ataa amrullaahi falaa tasta’jiluun (“Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar ia disegerakan.”) (an-Nahl: 1).

Dia juga berfirman: Iqtaraba linnaasi hisaabuhum wa hum fii ghaflatim mu’ridluun (“Telah dekat kepada manusia  hari menghisap segala amal mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling.”) (al-Anbiyaa’: 1)

Dan hal itu telah disebutkan dalam beberapa hadits. Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, ia berkata: “Kami pernah duduk bersama Rasululllah saw. sedang matahari berada di bagian barat setelah asyah, maka beliau bersabda: “Umur kalian dibanding dengan umur orang-orang terdahulu  seperti yang tersisa dari siang yang telah berlalu ini.”

Imam Ahmad meriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad, ia bercerita: “Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: “Jarak antara diutusnya aku dengan hari kiamat seperti ini.” Beliau mengisyaratkan (menunjukkan) jari telunjuk dan jari tengahnya. Hadits ini diriwayatkan juga oleh Bukhari dan Muslim, dari hadits Abu Hazim Salamah bin Dinar.

Dan Imam Ahmad meriwayatkan dari Wahb as-Sawa-i, ia berkata: “Rasulullah bersabda: ‘Jarak antara diutusnya aku dengan  hari kiamat seperti ini dan ini, hampir saja dia mendahuluiku.”

Al-A’masy menggabungkan antara jari telunjuk dengan jari tengah(nya).

Firman Allah Ta’ala: wang syaq-qal qamar (“dan bulan telah terbelah”). Peristiwa tersebut pernah terjadi pada zaman Rasulullah saw. sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa hadits mutawatir dengan sanad-sanad yang shahih. Dan dalam hadits shahih juga disebutkan dari Ibnu Mas’ud, bahwasannya ia berkata: “Lima perkara yang telah terjadi: Penaklukan kota Romawi, kepulan asap, kematian,  siksaan yang keras, dan terbelahnya bulan.”

Dan demikian itu merupakan perkara yang telah disepakati oleh para ulama, bahwa terbelahnya bulan itu telah terjadi pada zaman Nabi saw. dan termasuk salah satu mukjizat yang hebat.

Beberapa Hadits yang Berkenaan dengan Hal tersebut

 Riwayat Anas bin Malik.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata: “Penduduk Mekah pernah meminta kepada Nabi saw. (mengenai) suatu tanda (kekuasaan Allah), maka terbelahlah bulan di Mekah (yang terjadi) dua kali. Kemudian beliau membaca: iqtarabatis saa’atu wang syaq-qal qamar (“Telah dekat [datangnya] saat itu dan telah terbelah bulan”) (HR Muslim)

Imam Bukhari meriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa penduduk Mekah pernah meminta kepada Rasulullah saw. memperlihatkan kepada mereka tanda (kekuasaan Allah). Lalu beliau memperlihatkan kepada mereka bulan terbelah menjadi dua  kepada mereka sehingga mereka melihat  celah di antara kedua belahan itu.

Imam al-Bukhari dan Imam Muslim juga meriwayatkannya dari hadits Yunus bin Muhammad al-Mu-addib, dari Syaiban, dari Qatadah.

 Riwayat ‘Abdullah bin ‘Abbas.

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata: “Bulan pernah terbelah pada zaman Nabi saw. Juga diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari hadits Bakr bin Mudharr, dari Ja’far bin Rabi’ah, dari ‘Arak dengan lafazh serpertinya.

Riwayat ‘Abdullah bin Mas’ud

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia bercerita: “Bulan pernah terbelah menjadi dua pada masa Rasulullah saw. sehingga mereka melihatnya, maka beliau bersabda: ‘Saksikanlah.’ Dan demikianlah yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari hadits Sufyan bin ‘Uyainah. Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, Abudh Dhuha menceritakan dari Masruq, dari ‘Abdullah di Mekah.

Imam al-Baihaqi meriwayatkan, Abu ‘Abdillah al-Hafizh memberitahu kami, dari ‘Abdullah, ia berkata: “Bulan pernah terbelah  di Mekah sehingga menjadi dua bagian, lalu orang-orang kafir Quraisy dari kalangan penduduk Mekah berkata: ‘Ini adalah sihir yang dilakukan terhadap kalian oleh Ibnu Abi Kabsyah. Tunggulah para musafir, jika mereka melihat apa yang kalian lihat, maka yang demikian itu benar adanya, dan jika mereka tidak melihat apa yang kalian lihat, maka yang demikian itu merupakan sihir yang dilakukan terhadap kalian.’” Abdullah melanjutkan: “Kemudian para musafir yang datang dari seluruh penjuru ditanya, maka mereka menjawab: ‘Kami melihatnya.’” Hadits tersebut diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir dari hadits al-Mughirah dan ada tambahan, yaitu Allah swt. berfirman: “iqtarabatis saa’atu wang syaq-qal qamar (“Telah dekat [datangnya] saat itu dan telah terbelah bulan”).

Satu Tanggapan to “Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Qamar (1)”

  1. Tatan Sontani 2 April 2018 pada 12.00 #

    BULAN

    Salah satu keistimewaan Bulan yang dapat dilihat atau diperhatikan dari Bumi, yaitu

    Hanya satu sisi saja dari Bulan tersebut yang dapat dilihat dari Bumi. Astronom menyebutnya “Near Side/Sisi Dekat”, sedangkan sisi yang tidak akan pernah dapat dilihat dari Bumi mereka sebut “Far Side/Sisi Jauh”.

    Menurut saya hal tersebut terjadi karena “Center Of Gravity/Titik Tengah Gravitasi” telah bergeser dari tengah-tengah kearah “Sisi Dekat”. Dan itu hanya bisa terjadi bila bentuk “Sisi Jauh” Bulan tersebut tidak sempurna.
    Untuk meyakininya kita dapat melakukan simulasi sederhana sebagai berikut:

     Ambil 1 buah yang berbentuk bulat, misalnya saja buah apel.
     Simpan buah apel tersebut diatas sebuah alas yang keras dan datar, misalnya papan kayu atau talenan.
     Miringkan talenan tersebut, maka dengan mudah buah apel tersebut menggelinding, hal tersebut terjadi karena “Titik Tengah Gravitasi” benar-benar berada tepat ditengah buah apel tersebut.
     Sekarang belah dua buah apel tersebut, simpan salah satu belahan tersebut diatas talenan dengan sisi yang rata berada diatas atau sisi yang cembung dibagian bawah.
     Miringkan talenan tersebut, maka posisi buah jeruk tersebut akan tetap bertahan seperti semula. Hal ini terjadi karena “Titik Tengah Gravitasi” sudah bergeser ke tengah-tengah potongan buah jeruk tersebut.

    Dari simulasi diatas saya meyakini walaupun tidak akan sanggup membuktikan, bahwa sebagian “Sisi Jauh” Bulan sudah tidak ada atau ekstrimnya bentuk bulan mirip dengan buah apel yang telah dibelah tersebut diatas dan itu seperti difirmankan-Nya pada QS-54 (Al-Qamar), Ayat-1:

    “Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.”

    Wallahu Alam Bishowab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: