Tafsir Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq (1)

15 Mar

Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-‘Alaq (Segumpal Darah)
Surat Makkiyyah; Surat ke 96: 19 ayat

 

tulisan arab alquran surat al alaq ayat 1-5

“1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, 2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, 4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (al-‘Alaq: 1-5)

Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Aisyah, dia mengatakan: “Wahyu yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah saw. adalah mimpi yang benar melalui tidur. Dimana beliau tidak bermimpi melainkan datang sesuatu seperti  falaq shubuh. Setelah itu beliau menjadi lebih senang mengasingkan diri, di gua Hira. Disana beliau beribadah untuk beberapa malam dengan membawa perbekalan yang cukup. Setelah itu, beliau pulang kembali kepada Khadijah untuk mengambil bekal yang sama sampai akhirnya datang kepada beliau wahyu secara tiba-tiba, yang ketika itu beliau masih berada di gua Hira. Di gua itu beliau didatangi oleh Malaikat Jibril seraya berkata: ‘Bacalah!’ Rasulullah saw. bersabda, “Maka kukatakan: ‘Aku tidak dapat membaca.’” Lebih lanjut beliau bersabda: “Lalu Jibril memgangku seraya mendekapku sampai aku merasa kepayahan. Selanjutnya Jibril mendekapku untuk kedua kalinya sampai aku benar-benar kepayahan. Selanjutnya dia melepaskanku lagi seraya berkata: ‘Bacalah.’ Aku tetap menjawab: ‘Aku tidak bisa membaca.’ Lalu dia mendekapku untuk ketiga kalinya sampai aku benar-benar kepayahan.’ Setelah itu dia melepaskan aku lagi seraya berkata: iqra’ bismirabbikal ladzii khalaq (“Bacalah dengan Nama Rabbmu yang menciptakan –sampai pada akhir ayat- maa lam ya’lam (“apa yang tidak diketahuinya”)” Dia berkata: “Maka beliaupun pulang dengan sekujur tubuh dalam keadaan menggigil sehingga akhirnya masuk menemui Khadijah dan berkata: ‘Selimuti aku. Selimuti aku.’ Merekapun segera menyelimuti beliau sampai rasa takut beliau hilang. Selanjutnya beliau bersabda: ‘Apa yang terjadi padaku?’ lalu beliau menceritakan peristiwa yang dialaminya seraya bersabda, ‘Aku khawatir sesuatu akan menimpa diriku.’ Maka Khadijahpun berkata kepada beliau: ‘Tidak, bergembiralah. Demi Allah, Allah tidak akan pernah menghinakanmu. Sesungguhnya engkau adalah orang yang paling suka menyambung tali silaturahim, berkata jujur, menganggung beban, menghormati tamu, dan membantu menegakkan pilar-pilar kebenaran.’”

Kemudian Khadijah mengajak beliau pergi hingga akhirnya dia membawa beliau menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin ‘Abdil ‘Uzza bin Qushay, yaitu anak paman Khdijah, saudara laki-laki ayahnya. Dia seorang penganut nasrani pada jaman jahiliyah. Dia yang menulis sebuah kitab berbahasa Arab dan juga menulis Injil dengan bahasa Arab atas kehendak Allah. Dia adalah seorang yang sudah berumur lagi buta. Lalu Khadijah berkata: “Wahai anak paman, dengarkanlah cerita dari anak saudaramu ini.” Kemudian Waraqah berkata: “Wahai anak saudaraku, apa yang telah terjadi dengan dirimu?” kemudian Rasulullah menceritakan apa yang beliau alami kepadanya. Lalu Waraqah berkata: “Ini adalah Namus [malaikat Jibril] yang diturunkan kepada Musa. Andai saja saat itu aku masih muda. Andai saja nanti aku masih hidup saat engkau diusir oleh kaummu.” Kemudian Rasulullah bertanya: “Apakah mereka akan mengusirku?” Waraqah menjawab: “Ya. Tidak akan ada seorangpun yang datang dengan membawa apa yang engkau bawa melainkan akan disakiti. Dan jika aku masih hidup pada masamu, niscaya aku akan mendukungmu dengan pertolongan yang sangat besar.” Dan tidak lama kemudian Waraqah meninggal dunia dan wahyu terhenti, sehingga Rasulullah saw. benar-benar bersedih hati. Berdasarkan berita yang sampai kepada kami, kesedihan beliau itu berlangsung terus-menerus, agar beliau turun dari puncak gunung. Setiap kali beliau sampai di puncak gunung dengan tujuan menjatuhkan diri, maka Jibril muncul seraya berkata: “Wahai Muhammad sesungguhnya engkau benar-benar Rasul Allah.” Dengan demikian, maka hati beliau pun menjadi tenang dan jiwanya menjadi stabil dan setelah itu beliau kembali pulang. Dan jika tenggang waktu tidak turunnya wahyu itu terlalu lama, maka beliau akan melakukan hal  yang sama. Di mana jika beliau sampai di puncak gunung, maka malaikat Jibril tampak olehnya dan mengucapkan hal yang sama kepada beliau.

Hadits di atas diriwayatkan  di dalam kitab ash-Shahihain, dari hadits az-Zuhri. Dan kami telah membicarakan sanad, matan, dan pengertian hadits ini di awal syarah kami untuk kitab shahih al-Bukhari  secara rinci. Oleh karena itu bagi yang berminat, di buku itulah dijelaskan.  Di dalam ayat-ayat yang diturunkan pertama kali ini termuat peringatan mengenai permulaan penciptaan manusia dari segumpal darah. Dan bahwasannya di antara kemurahan Allah Ta’ala adalah Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Dengan demikian, Dia telah memuliakannya dengan ilmu. Dan itulah hal yang menjadikan bapak umat manusia ini, Adam a.s. mempunyai kelebihan atas malaikat. Terkadang, ilmu berada di dalam akal fikiran dan terkadang berada dalam tulisan. Secara akal, lisan, dan tulisan, mengharuskan perolehan ilmu dan tidak sebaliknya. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman: iqra’ wa rabbukal akram. Alladzii ‘allama bil qalam. ‘allamal ingsaana maa lam ya’lam (“Bacalah, dan Rabb-mulah yang Paling Pemurah, yang mengajar [manusia]  dengan perantaraan  kalam. Dia mengajarkan kepada manusia  apa yang tidak diketahuinya.”) di dalam atsar disebutkan: qayadul ‘ilma bil kitaabaH (“Ikatlah ilmu dengan tulisan.”) selain itu, di dalam atsar juga disebutkan: “Barangsiapa mengamalkan apa yang diketahuinya, maka Allah akan mewariskan kepadanya apa yang tidak diketahui sebelumnya.”

2 Tanggapan to “Tafsir Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq (1)”

  1. dhonnieasmoenth 15 Maret 2013 pada 12.00 #

    Reblogged this on dhonnieasmoenth and commented:
    Bismillahirahmanirrahim…

  2. Imam Muttaqin 17 Desember 2014 pada 12.55 #

    tanks herenya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: