Tafsir Al-Qur’an Surah Yaasiin (3)

18 Mar

Tafsir Ibnu Katsir Surah Yaasiin
Surah Makkiyyah; Surah ke 36: 83 ayat

 

tulisan arab alquran surat yaasiin ayat  13-17“13. dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, Yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka. 14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, Maka ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya Kami adalah orang-orang di utus kepadamu”. 15. mereka menjawab: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti Kami dan Allah yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka”. 16. mereka berkata: “Tuhan Kami mengetahui bahwa Sesungguhnya Kami adalah orang yang diutus kepada kamu”. 17. dan kewajiban Kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas”.(Yaasiin: 13-17).

Allah Ta’ala berfirman: “Buatlah hai Muhammad, kepada kaummu yang mendustakanmu, matsalan ash-haabal qaryati idz-dzaa-ahal mursaluun (“Suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka,”) Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, Ka’ab al-Ahbar dan Wahb bin Munabbih berkata: “Yaitu kota Antokia. Rajanya dikenal dengan penyembah berhala. Lalu Allah Ta’ala mengutus kepadanya tiga orang Rasul, yaitu Shadiq, Shaduq  dan Syalum, akan tetapi mereka mendustakannya.” Diriwayatkan dari Buraidah bin al-Khashib, ‘Ikrimah, Qatadah, dan az-Zuhri, bahwa itu  adalah negeri Antakia.

Dan firman Allah Ta’ala: idz arsalnaa ilaihimutsnaini fakadzdzabuuhumaa (“Ketika kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya.”) yaitu mereka segera mendustakan keduanya. Fa’azzaznaa bitsaalits (“Kemudian kami kuatkan dengan utusan ketiga, “fa qaaluu.” (“Maka ketiga utusan itu berkata’”) kepada penduduk kota itu. Innaa ilaikum mursaluun (“Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.”) dari Rabb yang telah menciptakan kalian dengan memerintahkan kalian untuk beribadah hanya kepada-Nya Yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Hal itu dikatakan oleh Abul ‘Aliyah.

Qaaluu maa antum illaa basyarum mitslunaa (“Mereka menjawab: ‘Kamu tidak lain hanyalah seorang manusia seperti kami.”) yaitu bagaimana Dia memberikan wahyu kepada kalian padahal kalian adalah manusia dan kami pun manusia. Lalu, mengapa kami tidak diberi wahyu seperti kalian. Seandainya kalian adalah para Rasul, pasti kalian adalah malaikat. Ini merupakan subhat yang banyak digunakan oleh umat-umat yang mendustakan para Rasul. Sebagaimana Allah Ta’ala mengabarkan tentang mereka  di dalam firman-Nya: dzaalika bi-annahu kaanat ta’tiihim rusuluhum bil bayyinaati faqaaluu abasyaray yahduunanaa (“Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah dating kepada mereka Rasul-rasul mereka [membawa] keterangan-keterangan lalu mereka berkata: ‘Apakah manusia yang akan member petunjuk kepada kami?’”) (at-Taqhaabun: 6). Mereka merasa heran tentang hal tersebut dan berusaha mengingkarinya.

Untuk itu mereka berkata: maa antum illaa basyarum mitslunaa wa maa anzalar rahmaana min syai-in in antum illaa takdzibuuna qaaluu rabbunaa ya’lamu innaa ilaikum lamursaluun (“’Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang mahapemurah tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka.’ Mereka berkata: ‘Rabb kami lebih mengetahui bahwa  sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepadamu.’”) yaitu tiga utusan itu menjawab dengan mengatakan: “Allah Mahamengetahui bahwa kami hanyalah utusan-utusan-Nya yang dikirim kepada kalian. Seandainya kami berdusta atas nama-Nya, niscaya Dia akan menghukum kami dengan hukuman yang seberat-beratnya. Akan tetapi, dia akan memperkokoh dan menolong kami atas kalian dan kalian akan mengetahui siapa yang memiliki akibat baik di akhirat.”

Wa maa ‘alainaa illal balaaghul mubiin (“Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan [perintah Allah] dengan jelas.” Mereka berkata: “Kewajiban kami hanyalah menyampaikan kepada kalian risalah yang menjadi tujuan diutusnya kami kepada kalian. Jika kalian taat, kalian akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dan jika kalian tidak memperkenankannya, niscaya kalian akan mengetahui bahaya hal tersebut.

tulisan arab alquran surat yaasiin ayat  18-19“18. mereka menjawab: ‘Sesungguhnya Kami bernasib malang karena kamu, Sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya Kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami’. 19. utusan-utusan itu berkata: ‘Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas’”. (Yaasiin: 18-19)

Ketika itu, penduduk kampong berkata kepada mereka: “Inaa taththay-yarnaa bikum” (“Sesungguhnya kami bernasib malang karenamu.”) yaitu kami tidak  melihat kebaikan di wajah-wajah kalian bagi kehidupan kami.

Qatadah berkata: “Mereka menjawab: ‘Kami tertimpa keburukan hanya disebabkan oleh kalian.’” Mujahid berkata: “Mereka menjawab: ‘Tidak ada satu orangpun seperti kalian yang memasuki sebuah kampong kecuali dia akan menghukum penduduknya.”

La-illam tantahuu lanarjumannakum (“Sesungguhnya jika kamu tidak berhenti [menyeru kami] niscaya kami akan merajammu.”) Qatadah berkata: “Yaitu dengan batu.” Mujahid berkata: “Yakni dengan celaan.”

Wa layamasannakum minnaa ‘adzaabun aliim (“Dan pasti kamu akan mendapatkan siksa yang pedih dari kami.” Yaitu siksaan yang dahsyat. Lalu para utusan mereka berkata: thaa-irukum ma’akum (“Kemalanganmu itu adalah karena kamu sendiri.”) yaitu kembali kepada kalian, seperti firman Allah Ta’ala tentang kaum nabi Shaleh: thayyarnnaa bika wa bimam ma’aka qaala thaairukum ‘indallaahi.” (“’Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu.’ Shalih berkata:’Nasibmu ada pada sisi Allah.’”) (an-Naml: 47) Qatadah dan Wahb bin Munabbih berkata: “Yaitu amal-amal kalian bersama kalian.”

Dan firman Allah Ta’ala: A indzukkirtum bal antum qaumum musrifuuna (“Apakah jika kamu diberi peringatan [kamu mengancam kami]? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.”) Yaitu, dikarenakan Kami mengingatkan dan memerintahkan kalian untuk mengesakan Allah  dan mengikhlaskan pengabdian hanya kepada-Nya, maka kalian membalas, mengancam dan menggertak dengan kata-kata tersebut, bahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: