Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Fath (7)

25 Mar

Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Fath (Kemenangan)
Surah Makkiyyah; Surah ke 48: 29 ayat

 

tulisan arab alquran surat al fath ayat 18-19“18. Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, Maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi Balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).19. serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (al-Fath: 18-19)

Allah memberitahukan tentang keridlaan-Nya kepada orang-orang mukmin yang berbai’at kepada Rasulullah saw. di bawah pohon. Yang jumlah mereka telah dikemukakan di atas, yaitu 1400 orang. Pohon yang dimaksud adalah pohon Samurah yang terletak di wilayah Hudaibiyyah.

Firman-Nya: fa ‘alima maa fii quluubiHim (“Maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka.”) yaitu berupa kejujuran, kesetiaan, mendengar dan taat. Fa anzalas sakiinata (“Lalu dia menurunkan ketenangan”) yaitu ketentraman, ‘alaiHim wa atsaabaHum fathang qariiban (“atas mereka dan memberikan balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat.”) yaitu perdamaian yang dilangsungkan oleh Allah antara orang-orang mukmin dengan musuh-musuh mereka, serta kebaikan yang menyeluruh dan berkesinambungan yang dihasilkan oleh perjanjian tersebut. Yaitu, berupa pembebasan Khaibar dan Makkah, kemudian pembebasan seluruh negeri dan daerah melalui perjuangan mereka, serta kemuliaan, pertolongan, dan kedudukan yang tinggi di dunia dan di akhirat yang mereka  dapatkan. Oleh karena itu Allah Ta’ala berfirman: wa maghaanima katsiiratay ya’khudzuunaHaa wa kaanallaaHu ‘aziizan hakiiman (“Serta harta rampasan yang banyak  yang dapat mereka ambil. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”)

tulisan arab alquran surat al fath ayat 20-24“20. Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, Maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus. 21. dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya yang sungguh Allah telah menentukan-Nya. dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. 22. dan Sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) penolong. 23. sebagai suatu sunnatullah yang telah Berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan peubahan bagi sunnatullah itu. 24. dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (al-Fath: 20-24)

Mengenai firman Allah: wa ‘adakumullaHu maghaanima katsiiratan ta’khudzuunaHaa (“Allah menjanjikan kepadamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil.”) Mujahid mengatakan: “Yaitu seluruh harta rampasan yang berlaku sampai sekarang ini.” Fa-‘ajjalalakum HaadziHii (“Maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu.”) yaitu pembebasan Khaibar.

Al-‘Aufi meriwayatkan dari Ibnu  ‘Abbas mengenai ayat: Fa-‘ajjalalakum HaadziHii (“Maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu.”) yakni perjanjian Hudaibiyyah.

Wa kaffa aidiyan naasi ‘ankum (“Dan Dia menahan tangan manusia dari [membinasakan]mu.”) maksudnya, Allah tidak akan menimpakan kepada kalian keburukan yang disembunyikan oleh musuh-musuh kalian, berupa peperangan dan pertempuran. Demikian juga Allah telah menahan tangan-tangan orang-orang yang tidak ikut berperang yang berada jauh di belakang kalian dari mengganggu keluarga kalian dan juga istri-istri kalian. Wa litakuuna aayatal lilmu’miniin (“Dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin.”) maksudnya, agar yang demikian itu menjadikan pelajaran yang berharga, karena sesungguhnya Allah Ta’ala telah menjaga dan menolong mereka dari seluruh musuh mereka meskipun jumlah mereka sedikit. Dan supaya mereka mengetahui bagaimana Allah Ta’ala telah melakukan hal tersebut kepada mereka. Dia Mahamengetahui  akhir dari segala sesuatu, dan pilihan yang sudah Dia jatuhkan untuk hamba-hamba-Nya yang beriman, meskipun secara lahiriah, mereka tidak menyukainya. Sebagaimana yang Dia firmankan: wa ‘asaa an takraHuu syai-aw wa Huwa khairul lakum (“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu.”)(al-Baqarah: 216)

Firman-Nya: wa yaHdiyakum shiraatham mustaqiiman (“Dan agar Dia menunjukkanmu kepada jalan yang lurus.”) yakni disebabkan oleh ketundukan kalian pada perintah-Nya dan ketaatan kalian kepada-Nya serta kesediaan kalian mengikuti Rasul-Nya, Muhammad saw.

Firman-Nya: wa ukhraa lam taqdiruu ‘alaiHaa qad ahaathallaaHu biHaa wa kaanallaaHu ‘alaa kulli syai-ing qadiiran (“Dan yang lain yang kamu belum dapat menguasainya  yang sungguh Allah telah menentukan-Nya. Dan adalah Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”) yakni harta rampasan yang lain dan juga penaklukan kota-kota lain yang kalian tidak mampu melakukannya, dan Dia mudahkan hal itu untuk kalian. Sesungguhnya Allah telah menguasakan semua  itu kepada kalian, karena sesungguhnya Dia adalah Rabb Yang Mahatinggi yang memberikan rizki kepada orang-orang yang bertakwa kepada-Nya dari jalan yang tidak diduga-duga.

Para ahli tafsir telah berbeda pendapat mengenai maksud harta rampasan tersebut. Al-‘Aufi meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas: “Yaitu Khaibar.” Hal itu didasarkan pada pendapatnya mengenai firman Allah berikut ini: Fa-‘ajjalalakum HaadziHii (“Maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu.”) yaitu perjanjian Hudaibiyyah. Sedangkan Mujahid mengatakan: “Yakni setiap pembebasan daerah dan harta rampasan sampai hari Kiamat.”

Abu Dawud ath-Thayalisi meriwayatkan, Syu’bah memberitahu kami, dari Samak al-Hanafi, dari Ibnu ‘Abbas, mengenai firman-Nya: wa ukhraa lam taqdiruu ‘alaiHaa qad ahaathallaaHu biHaa (“Dan yang lain yang kamu belum dapat menguasainya  yang sungguh Allah telah menentukan-Nya.”) ia mengatakan: “Semua itu adalah pembebasan-pembebasan yang dilakukan sampai sekarang ini.”

Firman-Nya: walaw qaatalakumul ladziina kafaruu lawallawul adbaara tsumma  laa yajiduuna waliyyaw walaa nashiiran (“Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangimu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang [kalah] kemudian mereka tidak memperoleh pelindung dan tidak [pula] penolong.”) Allah berfirman seraya memberi kabar gembira kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, bahwa jika mereka diperangi oleh orang-orang musyrik, niscaya Allah, Rasul-Nya dan hamba-hamba-Nya yang beriman akan memberikan pertolongan kepada mereka. Dan pasukan orang-orang kafir itu pasti akan berlarian tanpa mendapatkan perlindungan dan juga penolong. Karena,  mereka berjalan untuk Allah Ta’ala, Rasul-Nya, dan kelompok-Nya dari kalangan orang-orang yang beriman.

Kemudian Allah berfirman: sunnatallaaHil latii qad khalat ming qablu wa lan tajida lisunnatillaaHi  tabdiilan (“Sebagai suatu sunatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-sekali tidak akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.”) maksudnya, hal itu  merupakan sunnah dan kebiasaan Allah Ta’ala  terhadap semua makhluk-Nya. Kekufuran dan keimanan itu tidak akan pernah bertemu  dalam satu tempat, melainkan Allah pasti akan memberikan pertolongan terhadap keimanan dan mengalahkan kekufuran. Dan Dia akan mengangkat kebenaran dan menjatuhkan kebathilan. Sebagaimana yang dilakukan Allah Ta’ala saat terjadi perang Badar terhadap para wali-Nya dari kalangan orang-orang mukmin dan pertolongan yang Dia berikan kepada mereka dalam melawan musuh-musuh-Nya dari kalangan kaum musyrikin, meskipun jumlah kaum muslimin sedikit dan kaum musyrikin  berjumlah sangat banyak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: