Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Fath (8)

25 Mar

Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Fath (Kemenangan)
Surah Makkiyyah; Surah ke 48: 29 ayat

 

Firman Allah: wa Huwal ladzii kaffa aidiyaHum ‘ankum wa aidiyakum ‘anHum bibathni makkata mim ba’di an adzfarakum ‘alaiHim wakaanallaaHu bimaa ta’maluuna bashiiran (“dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.”) hal itu merupakan anugerah yang dikaruniakan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman ketika Dia menahan tangan orang-orang musyrik dari mereka, sehingga mereka tidak dapat melukai atau mencelakai  mereka sedikitpun, dan Dia juga menahan tangan orang-orang mukmin dari kaum musyrikin, sehingga mereka tidak memerangi kaum musyrikin itu di Masjidil Haram, tetapi masing-masing dari keduanya saling menjaga dan saling mengadakan perdamaian. Semua itu  mengandung kebaikan bagi kaum muslimin dan kesudahan yang baik berada di tangan mereka, baik di dunia maupun di akhirat.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik, ia bercerita: “Pada saat terjadi perjanjian Hudaibiyyah, ada 80 orang laki-laki dari penduduk Makkah yang turun menemui Rasulullah saw. dan para sahabatnya dengan membawa senjata. Mereka turun dari bukit Tan’im mencari kelengahan Rasulullah saw. kemudian beliau mendoakan keburukan bagi mereka hingga mereka ditahan.” ‘Affan berkata: “Kemudian Rasulullah memaafkan mereka, hingga turunlah ayat: wa Huwal ladzii kaffa aidiyaHum ‘ankum wa aidiyakum ‘anHum bibathni makkata mim ba’di an adzfarakum ‘alaiHim (“dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka.”) demikian hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud  di dalam Sunan-nya, at-Tirmidzi dan an-Nasa-i di dalam bab tafsir di kitab Sunan keduanya, melalui beberapa jalan dari Hammad bin Salamah.

Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mughaffal al-Muzani, ia bercerita: “Kami pernah bersama Rasulullah saw. berada di pokok pohon yang disebut Allah Ta’ala di dalam al-Qur’an. Dahan-dahan pohon itu berada di atas punggung beliau dan ‘Ali bin Abi Thalib serta Suhail bin ‘Amr berada di hadapan beliau. Lalu Rasulullah saw. bersabda kepada ‘Ali: ‘Tulislah: bismillaaHir rahmaanir rahiim [dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang].” Kemudian Suhail menarik kertas perjanjian itu dengan tangannya dan mengatakan: ‘Kami tidak memahami ar-Rahmaan ar-Rahiim, tulislah yang bisa kami mengerti.’ Maka Rasulullah berkata: ‘Tulis saja: Dengan Nama-Mu, ya Allah.’ Dan tulislah: Ini adalah perjanjian perdamaian yang ditetapkan oleh Muhammad Rasulullah, untuk penduduk Makkah.’ Kemudian Suhail bin ‘Amr menahan dengan tangannya dan berkata: ‘Sesungguhnya kami tidak mendzalimi dirimu. Seandainya engkau adalah utusan-Nya tulislah yang kami mengerti.’ Maka Rasulullah berkata: ‘Tulislah: Inilah perjanjian damai yang telah ditetapkan oleh Muhammad bin ‘Abdillah.’”

Ketika kami tengah seperti itu, tiba-tiba datanglah 30 orang yang menyandang senjata, lalu mereka menyerang kami, maka Rasulullah mendoakan keburukan bagi mereka, lalu kami bangkit dan menangkap mereka. Rasulullah saw. bersabda: “Apakah kalian datang dalam jaminan perlindungan seseorang, atau adakah seseorang yang memberikan jaminan keamanan bagi kalian?” mereka menjawab: ‘Tidak.’ Kemudian Rasulullah membebaskan mereka, hingga Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya: wa Huwal ladzii kaffa aidiyaHum ‘ankum wa aidiyakum ‘anHum bibathni makkata mim ba’di an adzfarakum ‘alaiHim (“dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka.”) demikian hadits yang diriwayatkan oleh an-Nasa-i dari hadits Husain bin Waqid.

tulisan arab alquran surat al fath ayat 25-26“25. merekalah orang-orang yang kafir yang menghalangi kamu dari (masuk) Masjidil Haram dan menghalangi hewan korban sampai ke tempat (penyembelihan)nya. dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mukmin dan perempuan-perempuan yang mukmin yang tiada kamu ketahui, bahwa kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuanmu (tentulah Allah tidak akan menahan tanganmu dari membinasakan mereka). supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka tidak bercampur-baur, tentulah Kami akan mengazab orang-orang yag kafir di antara mereka dengan azab yang pedih. 26. ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan Jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (al-Fath: 25-26)

Allah berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang kafir dari kalangan kaum musyrikin Arab dari suku Quraisy dan orang-orang yang ikut membantu mereka mewujudkan kemenangan melawan Rasulullah saw. Humul ladziina kafaruu (“Merekalah orang-orang yang kafir”) yaitu orang-orang kafir. Wa shadduukum ‘anil masjidil haraam (“Yang menghalangimu dari [masuk] Masjidil Haram.”) padahal kalian yang lebih berhak memasukinya, dan pada sisi yang lain kalian memang menjadi penghuninya. Wal Hadya ma’kuufan ay yablugha mahillaHu (“Dan menghalangi hewan kurban  sampai ke tempat [penyembelihan]nya.”) maksudnya mereka menghalang-halangi binatang kurban untuk sampai ke tempatnya. Yang demikian itu merupakan salah satu bentuk kedzaliman dan kejahatan mereka. Hewan kurban tersebut berjumlah 70 ekor budnah [unta].

Firman Allah: wa lawlaa rijaalum mu’minuuna wa nisaa-um mu’minaati (“Dan kalau tidak karena laki-laki yang mukmin dan perempuan-perempuan mukminah.”) yakni, yang berada di tengah-tengah orang-orang kafir  yang menyembunyikan keimanan mereka karena khawatir terhadap keselamatan diri mereka  dari gangguan kaum mereka yang kafir, karena kami memberi kuasa kepada kalian dalam melawan mereka, sehingga kalian akan membunuh mereka dan membinasakan para pemuka mereka, tetapi di antara mereka terdapat orang-orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan  yang tidak kalian kenal pada saat kalian memerangi mereka. Oleh karena itu Allah berfirman:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: