Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ghaasyiyah (1)

4 Apr

Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Ghaasyiyah (Hari Pembalasan)
Surah Makkiyyah; Surah ke 88: 26 ayat

Malik meriwayatkan dari Dhamrah bin Sa’id, dari ‘Ubaidillah bin ‘Abdillah bahwa adl-Dlahhak bin Qais pernah bertanya kepada an-Nu’man bin Basyir mengenai surah yang biasa dibaca oleh Rasulullah saw. pada shalat Jum’at bersamaan dengan surah al-Jumu’ah. Dia menjawab: “Hal ataaka hadiitsul ghaasyiyah.” Demikian yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa-i. Juga diriwayatkan oleh Muslim dan Ibnu Majah.

tulisan arab alquran surat al ghaasyiyah ayat 1-7“1. sudah datangkah kepadamu berita (Tentang) hari pembalasan? 2. banyak muka pada hari itu tunduk terhina, 3. bekerja keras lagi kepayahan, 4. memasuki api yang sangat panas (neraka), 5. diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas. 6. mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, 7. yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.” (al-Ghaasyiyah: 1-7)

Al-Ghasyiyah merupakan salah satu dari nama-nama hari kiamat. Demikian yang dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas, Qatadah, dan Ibnu Zaid, karena hari kiamat itu meliputi dan mengenai seluruh manusia.

 Firman Allah: wujuHuy yauma-idzin khaasyi’aH (“Banyak wajah pada hari itu tunduk terhina.”) Qatadah berkata: “Yakni dalam keadaan hina.” Ibnu ‘Abbas berkata: “Yang membuat khusyu’ dan mengamalkannya tidak mendatangkan manfaat.” Demikian yang dikemukakan oleh Qatadah dan Ibnu ‘Abbas. Dan firman-Nya: ‘aamilatun naashibaH (“Bekerja keras lagi kepayahan”) yakni telah mengerjakan amal yang sangat banyak sehingga menuai kepayahan, dan pada hari kiamat kelak dia akan dicampakkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Imam al-Bukhari meriwayatkan mengenai firman-Nya: ‘aamilatun naashibaH (“Bekerja keras lagi kepayahan”) Ibnu ‘Abbas mengatakan: “Yaitu orang-orang Nasrani.” Dan dari ‘Ikrimah dan as-Suddi: “Yakni bekerja keras di dunia dengan berbagai macam maksiat sehingga merasakan kepayahan di dalam neraka dengan adzab dan kebinasaan.” Mengenai firman-Nya: tashlaa naaran haamiyaH (“Mereka memasuki api yang sangat panas”) Ibnu ‘Abbas, al-Hasan, dan Qatadah mengatakan: “Yakni, benar-benar sangat panas.” Tusqaa min ‘ainin aaniyaH (“Diberi minum dari sumber yang sangat panas.”) maksudnya, panas dan didihannya telah sampai pada puncaknya. Demikian yang dikemukakan  oleh Ibnu ‘Abbas, Mujahid, al-Hasan dan as-Suddi.

Firman Allah: laisa laHum tha-‘aamun illaa min dlarii’ (“Mereka tidak memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri.”) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas:
“Yaitu pohon dari neraka.” Sedangkan Sa’id bin Jubair mengemukakan: “Yakni pohon zaqqum.” Mujahid mengatakan: “Adl-Dlarii’” berarti sebuah tumbuhan yang diberi nama “asy-Syibraq”, yang oleh penduduk Hijaz diberi nama adl-Dlarii’ jika sudah mengering. Dan pohon tersebut beracun.”

Dan firman Allah: laa yusminu walaa yughnii min juu’ (“Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan rasa lapar.”) yakni dengannya tujuan tidak akan dapat tercapai dan tidak juga bahaya dapat dihindari.

tulisan arab alquran surat al ghaasyiyah ayat 8-16“8. banyak muka pada hari itu berseri-seri, 9. merasa senang karena usahanya, 10. dalam syurga yang tinggi, 11. tidak kamu dengar di dalamnya Perkataan yang tidak berguna. 12. di dalamnya ada mata air yang mengalir. 13. di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan, 14. dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), 15. dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, 16. dan permadani-permadani yang terhampar.” (al-Ghaasyiyah: 8-16)

Setelah Allah menceritakan keadaan orang-orang yang sengsara, maka Dia selanjutnya menceritakan orang-orang yang bahagia, dimana Dia bercerita: wujuHuy yauma-idzin (“Banyak wajah pada hari itu”) yakni pada hari kiamat, naa-‘imaH (“Berseri-seri”) artinya orang-orang yang menerima kenikmatan itu dapat dikenali. Hal itu diperoleh karena usahanya. Mengenai firman-Nya: lisa’yiHaa  raadliyaH (“merasa senang karena usahanya”) Sufyan mengatakan: “Yakni telah menyukai [meridlai] amal perbuatannya.”

Dan firman-Nya: fii jannatin ‘aaliyaH (“Dalam surga yang tinggi”) yakni yang sangat tinggi, penuh kemegahan, di dalam kamar-kamar mereka merasa aman. Laa tasma’u fiiHaa laaghiyaH (“Tidak kamu dengar di dalamnya  perkataan yang tidak berguna.”) maksudnya di dalam surga menjadi tempat tinggal mereka itu engkau tidak akan mendengarkan ucapan yang tidak membawa manfaat. fiiHaa ‘ainun jaariyaH (“di dalamnya  ada mata air yang mengalir.”), yakni mengalir. Dan kalimat itu nakirah dalam redaksinya. Dan yang dimaksud bukan hanya satu mata air, melainkan hal itu merupakan jinsun [jenis], yaitu bahwa di dalamnya terdapat banyak mata air yang mengalir. fiiHaa sururum marfuu-‘aH (“di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan.”) yakni tinggi penuh dengan kenikmatan, banyak permadaninya, dengan tiang-tiang tinggi yang di atasnya terdapat bidadari-bidadari. Mereka berkata: “Jika wali Allah ingin duduk di atas tahta-tahta yang tinggi tersebut, maka tahta-tahta itu akan bergerak merendah untuknya. Wa akwaabum maudluu’aH (“dan gelas-gelas yang terletak [didekatnya]”) yakni berjana-bejana untuk minum selalu tersedia, yang menunggu siapa saja yang hendak meminumnya, dengan dilayani oleh pelayannya.

Wa namaariqu mashfuufaH (“dan bantal-bantal sandaran yang tersusun”) Ibnu ‘Abbas mengatakan: “An-Namaariq berarti bantal-bantal.” Demikian pula yang dikatakan oleh ‘Ikrimah,
Qatadah, adl-Dlahhak, as-Suddi, ats-Tsauri dan lain-lain.

Firman Allah: wa zaraabiyyu mabtsuutsaH (“dan permadani-permadani yang terhampar.”) Ibnu ‘Abbas mengatakan: “Az-zaraabiyyu berarti hamparan.” Demikian juga dikatakan oleh adl-Dlahhak dan beberapa ulama lainnya. Dan makna mabtsuutsaH berarti disini dan disana bagi orang yang hendak duduk di atasnya.

bersambung ke bagian 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: