Menjaga Amal-amal

16 Apr

Riyadhush Shalihi; Imam Nawawi; Hadits-hadits

Allah berfirman: “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (al-Hadid: 16)

Allah berfirman: “kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan Rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang- orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah[1460] Padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.” (al-Hadid: 27)

Allah berfirman: “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi tercerai berai kembali.” (an-Nahl: 92)

Allah berfirman: “Dan sembahlah Rabb-mu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (al-Hijr: 99)

Dari Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Perbuatan baik yang paling disukai Allah adalah perbuatan yang terus menerus dikerjakan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Umar bin al-Khaththab ra, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Siapa saja yang tertidur tidak membaca hizibnya (bacaan wirid yang biasa dibacanya) atau bacaan lainnya pada waktu malam kemudian dia membacanya pada waktu antara shalat shubuh dengan dzuhur (waktu pagi), maka ditulis baginya seolah-olah ia membaca pada waktu malam.” (HR Muslim)

Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash ra, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Abdullah, janganlah kamu seperti si fulan, tadinya ia suka bangun untuk shalat malam, kemudian ia meninggalkan shalat malamnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Aisyah ra, ia berkata: “Rasulullah saw. apabila tidak mengerjakan shalat malam, baik disebabkan sakit atau yang lain, maka beliau mengerjakannya pada waktu siang dengan duabelas rakaat.” (HR Muslim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: