Diinul Islam

24 Apr

Pengertian Diinul Islam

1. Kekuasaan. Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang pintar adalah orang yang menguasai hawa nafsunya dan bekerja untuk hari setelah kematian.” Ini berarti bahwa agama menguasai pemeluknya, maka orang yang memeluk agama Islam harus mau dikuasai oleh agama Islam, yaitu harus mau mengikuti setiap aturan yang datang dari Islam.
2. Tunduk. Allah berfirman: “perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (Yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam Keadaan tunduk.” (at-Taubah: 29)
Ini berarti agama mengajak para pemeluknya untuk tunduk kepada ajaran dan aturan agama tersebut.
3. Balasan. Firman Allah dalam surat al-Fatihah ayat 4: maalikiyaumid diin (“Yang Menguasai hari pembalasan.”) agama mengajarkan bahwa setiap manusia akan mendapatkan balasan sesuai dengan perbuatannya.
4. Undang-undang/ Peraturan. Allah berfirman: “Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian Dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang Raja, kecuali Allah menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha mengetahui.” (Yusuf: 76)

Ustadz Sayid Quthub berkata ketika beliau menafsirkan ayat 76 surat Yusuf: “Sesungguhnya nash ayat ini memberi batasan yang sangat mendetail tentang makna ‘diin’, bahwa makna kata ‘diinul Malik’ dalam ayat ini berarti ‘peraturan dan syariat Malik [raja]’”. Lalu lanjutnya: “Al-Qur’an mengungkapkan bahwa peraturan dan syariat adalah diin, maka barangsiapa yang berada pada peraturan dan syariat Allah berarti ia berada dalam diin Allah. Sebaliknya barang siapa yang berada pada peraturan seseorang dan undang-undang seorang raja berarti ia berada dalam diin raja tersebut. (tafsir fi Dzilalil Qur’an)

Pengertian Islam menurut bahasa:

1. Tunduk dan menyerah.
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An-Nisaa’: 65)
2. Keselamatan.
“dengan kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (al-Maa-idah: 16)
3. Damai
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (al-Bqarah: 208)

Dari makna-makna tersebut dapat diartikan bahwa Islam adalah tunduk dan menyerahkan diri, karena setiap muslim wajib tunduk dan patuh menyerahkan diri sepenuhnya kepada ketentuan Allah swt., dan berarti keselamatan dan kedamaian, sebab orang yang telah memeluk diin Islam dan mengerjakan tuntunannya akan selamat di dunia dan di akhirat dan akan mendapatkan keselamatan dan kedamaian sejati.

Sedangkan menurut istilah, Islam adalah: tunduk dan menyerah kepada Allah baik lahir maupun batin dengan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Kemudian kata “Islam” digunakan sebagai nama dari Diin dan peraturan yang diturunkan Allah saw. kepada Nabi Muhammad saw. dan Islam merupakan agama yang benar di sisi Allah swt.

“Sesungguhnya agama [yang diridlai] di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali ‘Imraan: 19)

Dan Allah menerangkan bahwa siapa yang mencari Diin selain Islam tidak akan diterima amal perbuatannya dan di akhirat termasuk orang yang merugi:

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima [agama itu] dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (lihat: surat 3: 85)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: